11
Dec
2019


Humas- Mewujudkan milenial yang sadar dalam penggunaan obat dan produk kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palopo dan IAIN Palopo bekerja sama dalam seminar “Generasi Milenial Palopo Sadar Obat dan Kosmetik” di Audithorium Phinisi IAIN Palopo, Rabu (11/12/2019)

Seremonial acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Muhaemin. Mengawali sambutannya ia menyampaikan apresiasi pada BPOM yang telah memilih IAIN Palopo dalam menggelar seminar tersebut.

Kegiatan ini diharapkan berjalan dengan baik dan kedepannya lebih baik lagi serta lebih banyak kerja sama antara IAIN Palopo dan BPOM Palopo. Diinformasikan bahwa dalam edukasi ini hadir perwakilan dari 17 program studi yang ada di IAIN Palopo, setiap perwakilan program studi dapat menjadi duta-duta jurusan masing-masing.

“Terkait dalam penggunaan obat dan kosmetik, tentu kita tidak dilarang menggunakannya asalkan aman yakni mengikuti aturan produk tersebut, oleh karenanya kegiatan ini diikuti dengan tuntas karena kegiatan ini sangat bermanfaat terkait edukasi produk yang hampir dijumpai dan digunakan tiap harinya.” imbuh Dr. Muhaemin pada peserta kurang lebih 300 orang terdiri mahasiswa dan dosen.

Usai menutup sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palopo dan Kepala Kantor BPOM Kota Palopo, Dra Nurtati Rahman Apt MKes menandatangani komitmen bersama “Menolak Penyalahgunaan Obat dan Kosmetik Ilegal” Generasi Milenial Palopo: Sadar Obat dan Kosmetik Aman.

Sebelum memaparkan materi, pihak BPOM mengajak seluruh peserta senam Ceklik untuk merefleks otak. Peserta nampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh BPOM.

Ada pun edukasi farmasi yang disampaikan Kepala Kantor BPOM Kota Palopo, Dra Nurtati Rahman Apt MKes, menyampaikan terlebih dahulu bahwa kantor BOPM hanya ada dua di Sulawesi Selatan yakni kota Makassar dan Kota Palopo. Kota Palopo sendiri memiliki wilayah pengawasan 7 Kabupaten/Kota termasuk se Tana Luwu.

Ia juga menyampaikan pimpinan BPOM ke deapan berharap dapat bekerja sama pada perguruan tinggi yang tentu bertujuan lebih intens dalam edukasi dan pengawasan pada masyarakat.

Dalam paparannya bahwa dalam pengawasan obat, ada 3 pengawasan itu sendiri, yakni pengawasan pada pemerintah, dalam hal ini termasuk PBOM. Kedua, pelaku usaha dan pengawasan ketiga ialah masyarakat itu sendiri.

“Obat pada prinsipnya adalah racun, namun apabila digunakan saat dibutuhkan dengan jumlah yang tepat, dosis yang sesuai itulah yang dapat menyembuhkan penyakit.” bebernya.

Untuk mengetahui obat yang sehat itu, ialah obat yang legal atau terdaftar. Setiap obat itu memiliki penandaan, jika pada obat memiliki penandaan lingkaran hijau yakni obat yang tergolong bebas, lingkaran biru yakni, bebas terbatas dan lingkaran merah pada obat adalah obat yang tergolong keras.

Menurutnya penandaan obat itu harus diketahui, ia juga menyarankan agar tidak membeli obat di warung. Karena obat diwarung cenderung ilegal/palsu. Demikian karena obat di warung tidak memiliki resep dokter.  (Humas/jn) 



10
Dec
2019

Humas- Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palopo kembali membanggakan setelah berhasil menyabet 3 juara pada ajang temu mahasiswa dakwah se-Nusantara di IAIN Pare Pare.

Diantara juara yang diraih oleh mahasiswa FUAD IAIN Palopo ialah, juara 1 lomba Inspiration Speech diraih oleh Anjel Yana Dewi, Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI), juara 3 Nyanyi Solo diraih, Nikma Prodi BKI dan juara 3 loma Kewirausahaan, oleh kelompok Ilham Andi Malli, Anjelia Yana Dewi dan Ratna Dilla Muing.

“Alhamdulillah bisa mewakili fakultas, semoga pihak fakultas selalu memberikan motivasi pada kami agar bisa terus berkembang baik dalam kampus maupun bisa bersaing diluar kampus.” ringkas Nikma pada Humas, Selasa (10/12/2019)

Diketahuai acara yang berlevel nasional ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa IAIN Palopo, namun juga dihadiri perguruan tinggi PTKIN lainnya, seperti UIN Sumatra Utara, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, UIN Alauddin Makassar, IAIN Samarinda dan IAIN Pontianak. (Humas)

09
Dec
2019

Humas- Dalam mengubah pandangan mahasiswa yang menganggap pramuka hanya pandai bertepuk, bernyanyi dan berkemah, dari itu Racana Sawerigading Simpurusiang Pramuka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar seminar pendidikan dengan tema “Bongkar Pesrpektif Mahasiswa Terhadap Gerakan Pramuka di Era 4.0”, Senin (9/12/2019)

Acara yang berlangsung di Auditorium Phinisi IAIN Palopo, dihadiri dari berbagai pesereta baik SMP, SMA maupun mahasiswa se-Kota Palopo. Hadir Pembina Racana, kaka Abu Bakar SPd dan Pembina Gugus Depan Simpurusiang, Dra. Hj Nur Syamsi.

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin, menyampaikan sambutannya, bahwa di era milenial tidak sebaiknya pemikiran tersekat, dibatasi dengan pemahaman yang sederhana.

“Saat ini memang banyak anggapan parmuka hanya pandai bernyani dan berkemah. Ada juga yang mengatakan sumpah dalam pramuka tidak mengatasnamakan Allah, namun yang sebenarnya itu bukan sumpah tapi janji pramuka.” jelas kaka Majelis Pembimbing Harian (Mabihari) IAIN Palopo itu.

Menurutnya saat ini diperlukan digital thingking bagaimana berpikir kritis sebagaimana cirri abad ke-21 yakni komunikasi, inovasi dan kreativitas. Hal ini harus dimiliki setiap organisasi agar organisasi tersebut tetap tren agar tidak tergilas oleh zaman.

Ada pun seminar ini diisi oleh, Sekertaris Kwartil Cabang Palopo, Mursalim SAg dengan bahasan “Pramuka Pendidikan”, Ketua DKD Sulsel, Marsaha SE, “Pramuka Keseluruhan”, Mabihari Pramuka IAIN Palopo, Dr. Muhaemin “Pramuka dalam pandangan Islam” dan Ketua Dewan Putra Putri Pramuka IAIN Palopo. (Humas/jn)

09
Dec
2019



Humas- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palopo, Dr. Muhaemin, membuka secara resmi lomba essay mahasiswa se-Kota Palopo yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Graffity IAIN Palopo, Senin (9/12/2019)

Lomba essay yang bertempat di Aula Serba Guna IAIN Palopo ini mengusung tema “Rekonstruksi Etika dan Kritis Pers di Tengah Krisis Moralitas Bangsa”. Apresiasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin, bahwa melalui kegitan ini sangat penting di tengah banyaknya media pers saat ini.

“Kegiatan ini mengasah keterampilan, karena keterampilan menulis ini tidak ada matinya. Namun saat ini perlu nalar kritis ditengah deburan berbagai macam pemberitaan yang tidak benar/hoax.” ucap Dr. Muhaemin.

Ia meminta agar 10 essay yang telah malalui seleksi dapat dishare, hal ini untuk melihat essay tersebut apakah bisa dikembangkan lebih klanjut atau untuk mengikuti lomba essay lainnya.

Ketua Graffity, Ismail menyebutkan bahwa inisiasi kegiatan ini tak lain bahwa pers merupakan salah satu yang dibutuhkan oleh bangsa sebagai salah satu sumber informasi, “berbagai media saat ini yang begitu banyak media yang tidak bertanggung jawab yang tiak menjunjung nilai-nilai kode etik jurnalistik.” imbuhnya.

Senada dengan Pembina LPM Graffity, Jumnriani, SKom, MIKom, yang mengatakan, bahwa memang saat ini banyak media yang tak terhitung dan banyak diantaranya tidak melihat lagi etika jurnalistik.

“Tentu harapannya melalui kegiatan-kegiatan seperti ini wajah-wajah media bangsa akan lebih baik lagi dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalis.” imbuhnya. (Humas/jn)



29
Nov
2019

Humas- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, melaunching aplikasi Sistem Informasi Playanan Akademik Terpadu (Sipakatau) yang digelar di Ruang Sipakatau Rektorat lantai I, Jum’at (29/11/2019)

Aplikasi ini merupakan proyek perubahan dari Dr. H. Muhdin, sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK). Launching aplikasi ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor disaksikan para Wakil Rektor, Ketua Senat IAIN Palopo, Dr. H. Bulu K, sejumlah Dekan, dosen dan tenaga kependidikan serta tamu undangan lainnya.

Kepala Biro AUAK, Dr. H. Muhdin, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih pada Rektor atas dukungan sehingga aplikasi tersebut telah  dilaunching. Disampaikannya bahwa aplikasi ini awalnya dinamai PTSP hingga ditemukan kata Sipakatau yang diberi singkatan oleh Rektor.

“Kata Sipakatau juga masuk dalam lontaranya Lagaligo, yang bermakna mulia. Ada pun jangka pendek aplikasi ini ialah, penerimaan mahasiswa baru, UKT mahasiswa, transaksi perkuliahan dan evaluasi pembelajaran.” terang Dr. H. Muhdin.

Langkah menengah, sebagai rumah semua aplikasi yang ada di fakultas, unit dan lembaga yang terkoneksi baik layanan internal maupun eksternal dan jangka panjang apliksi ini terkoneksi dengan stakeholder IAIN Palopo.

“Layanan internal disini ialah, surat menyurat seperti si-Maya, maupun aplikasi SIEKA tentang pengukuran kinerja pegawai, layanan eksternal itu sendiri yaitu terkonektivitasnya stakeholder yang bekerja sama pada IAIN Palopo seperti Bank BRI dengan layanan Briva tersebut.” Imbuhnya.

Sambutan Rektor, Dr. Abdul Pirol, menyampaikan apresiasi pada layanan tersebut sebagai suatu layanan yang dibutuhkan dengan era saat ini, era otomasi dan konektivitas.

“Otomasi di sini bagaiman semua layanan dapat secara otomatis dan terkonektivitas pada semua bagian, baik orang yang tidak berada di sini dapat mengakses apa yang dibutuhkan, misal layanan akademik maupun LPJ yang bisa di upload disini.” jelas Rektor.

IAIN terus ingin yang terbaik, jadi diperlukan konektivitas untuk semua stakeholder agar dapat mengisi data pada bagian yang perlu. “Ada pun istilah Sipakatau pada penamaan aplikasi ini hasil dari diskusi kami. Sipakatau sendiri artinya memanusiakan yang berarti iplementasinya bagaimana melayani orang itu harus sepenuh hati.” tambahnya.

Menurut Rektor, ketika melayani orang tidak melihat apakah dia pejabat, atasan atau seorang istimewa, namun bagaimana melayani manusia karena kita sesama manusia tidak ada yang dibeda-bedakan.

“Begitu pula prinsip Sipakatau siapa pun dilayani harus dilayani dengan baik dan ketika melayani harus tuntas. Sesuai prinsip ajaran agama ketika melayani tidak mempersulit tapi memudahkan.” tambah Rektor.

Rektor berharap, nilai-nilai yang ada di Sipakatau ditulari, dalam melayani setiap orang tidak memandang siapa dia tapi melayani sesuai tusi atau tanggung jawab. Menutup sambuatannya Ia mendukung proyek perubahan ini dan terus melengkapi dan menyempurnakan SOP yang ada. (Humas/jn)

29
Nov
2019

Humas- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, melepas secara resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Ruang Rapat LP2M IAIN Palopo, Jum’at (29/11/2019)

Pelepasan ditandai dengan pemasangan jaket yang dipasangkan oleh Rektor IAIN Palopo. Dalam arahan Rektor pada mahasiswa yang akan KKN di Sarawak Malaysia selama 30 hari tersebut. Rektor berpesan dalam pemberangkatan untuk menyiapkan segala sesuatunya, terkhusus kesehatan fisik maupun kelengkapan yang dibutuhkan.

“Persiapkan laporan hal-hal yang dilakukan di sana, tentu banyak hal-hal yang menarik dan unik yang akan dijumpai itu dapat ditulis dan dapat dibukukan.” ucap Rektor.

Dalam membuat buku perjalanan itu bisa dilakukan dengan mudah. Rektor memberikan tips, dengan menulis minimal 1 jam setiap mau tidur.

“Sukses, harus semangat, inisiatif yang tinggi serta menjaga keselamatan dan almamater kampus kita.” hemat Rektor.

Ketua LP2M, Dr. Kaharuddin melaporkan pemberangkatan mahasiswa KKN internasional kali ini akan bergabung bersama 6 perguruan tinggi lainnya. Diantaranya IAIN Palangkaraya, UIN Antasari Banjarmasin, STIT Al-Marhalan Al-Ulya Bekasi, IAIN Kerinci, STAIN Bangkalis Riau dan IAIN Samarinda.

Ia jua menyampaikan mahasiswa KKN internasional kali ini diwakili oleh Nur Azizah Ahmad mahasiswi semester 7 Prodi Bahasa Inggris. Dr. Kaharuddin mengatakan sebelumnya ada 5 mahasiswa yang telah mendaftar, namun hanya satu yang siap diberangkatkan, yang lainnya terkendala pada pengurusan paspor.

“Informasi KKN internasional ini sangat mepet, pemberangkatan sudah sangat dekat sehingga mahasiswa kita yang tadinya telah mendaftar tidak sempat lagi mengurus paspor.” kata Dr. Kaharuddin. (Humas/jn)

28
Nov
2019

Humas- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, dengan Walikota Palopo, Drs. HM Judas Amir, dan Direktur PKP2 Trans yang diwakili Kasubdit Fasilitasi Penetapan Kawasan Kementerian Desa, PDT dan Transmigran  menandatangani Memorandum of Undertanding (MoU) Penerapan Kawasan Transmigran Wara Palopo

Penandatanganan berlansung di Kantor Walikota Palopo, hadir Kepala Kejaksaan, Ketua DPRD dan sejumlah unsur pimpinan Kota Palopo, Kamis (28/11/2019)

Sambutan Walikota Palopo, Drs HM Judas Amir, menyampaikan dalam penandatanganan penerapan kawasan transmigrasi tersebut agar bagaimana dapat mempercepat lagi pemberdayaan perumahan dan masyarakat transmigrasi dapat membuka lapangan kerja.

“Kita saling bahu membahu mengingatkan pada seuruh masyarakat kita yang belum punya rumah dan pekerjaan dapat kita arahkan.” Tambah Judas Amir.

Menutup sambutannya Ia menyampaikan terima kasih pada IAIN Palopo yang berpartisipasi pada pengembangan masyarakat, Judas Amir berharap melalui kerja sama ini dapat bermanfaat bagi masyakatar Tana Luwu.

Kasubdit Fasilitasi Penetapan Kawasan Kementerian Desa, PDT dan Transmigran, Hidanafie Ashriyati, mengungkapkan dalam kawasan transmigran saat ini terus mencari trobosan dan terus mendorong transmigrasi pada Kabupaten.

“Karenanya dalam pengembangan dan pembangunan transmigran semua turun tangan. Kami berharap pengembangan daerah dapat mandiri dan secara cepat.” hematya.

Kesempatan itu juga Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, bahwa kerja sama ini juga peluang bagi IAIN Palopo dalam pengembangan menjadi UIN. “otomatis visi integrasi keilmuan lebih komprehensif dan dapat memilih langsung program studi yang diperluakn daerah.” uacp Rektor. (Humas/jn)

28
Nov
2019

Humas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo terima penghargaan sebagai satker mitra kerja dengan koordinasi/sinergi terbaik tahun anggaran 2019 wilayah kerja Kantor Playanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Palopo.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, di Ruang Pola Kantor Walikota Palopo pada penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran satuan kerja dan daftar rincian pagu dan fisik dan dana desa pemerintah daerah se-Luwu Raya tahun anggaran 2020, Kamis, (28/11/2019)

Kesempatan itu hadir sejumlah unsur pimpinan Kabupaten/Kota se-Tana Luwu. Rektor Dr. Abdul Pirol, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengelola keuangan di IAIN Palopo. Ia berharap kedepannya agar lebih baik lagi dalam kerja sama tim..

Melalui itu, Walikota Palopo, Drs. HM Judas Amir, menyampaikan sambutannya, menghimbau pada setiap stakeholder Tana Luwu maupun masyarakat agar tidak terpapar dengan radikalisme dan terorisme.

“Ada pun penyerahan anggaran kali ini, tidak ada gunanya jika masih ada masyarakat kita yang masih terpapar radikalisme dan terorisme. Untuk itu mari kita berprinsip sipakatau sipakainge dan sipakalebbi sesuai yang disampaikan Kepala KPPN Palopo tadi.” kata Judas Amir. (Humas/jn)

26
Nov
2019

Humas- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Palopo menggelar Internasional Short Course, “Celebrates the Moderation Understanding Tana Luwu Sharia Ekonomic and Local Culture” yang bertempat di Aula Fakultas FEBI IAIN Palopo, Selasa (26/11/2019)

Forum yang melibatkan praktisi, Dra Nasmilah, Dip TESL MHum PhD dan peserta dari dua negara yakni Sudan dan Bagladesh. Acara dimulai dengan tarian Ana’ Dara oleh mahasiswa Prodi Bahasa Inggris.

Rektor  IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi pada FEBI atas terselenggaranya acara tersebut. Rektor mengatakan bahwa IAIN Palopo saat ini sedang berusaha menuju universitas.

Karenanya, internasionalisasi kampus hendaknya terus dilakukan dengan potensi kemampuan bahasa asing yang dimiliki. Menurutnya, ini mudah diwujudkan dengan melihat beberapa potensi lulusan yang melanjutkan studi di luar negeri serta dosen-dosen IAIN Palopo yang banyak berkualifikasi luar negeri.

“IAIN Palopo tentunya terus berusaha menuju kampus internasionalisasi dengan integrasi keilmuan yang tetap merekatkan kerifan lokal.” hemat Rektor.

Ada pun narasumber, Dra Nasmilah, Dip TESL MHum PhD. Mengungkapkan bahwa saat banyak universitas luar negeri maupun dalam negeri berusaha menarik mahasiswa asing, itu dilakukan dengan cara mendapatkan beasiswa.

“Kunci mendapatkan beasiswa itu ialah menguasai bahasa asing, syarat utamanya harus menguasai bahasa asing karena itu menjadi akses kita” ucap peraih beasiswa doktor di Australia itu.

Dikatakanyya, saat ini kampus terus menuju internasionalisasi. Dengan meraih itu universitas harus mempunyai 4 pilar, yaitu kualitas pengajar yang baik, research quality, alumni yang terpakai dan kerja sama antar universitas maupun lembaga lain.

 “Universitas yang berkarakter internasional harus mempunyai input, proses dan autput. Input bagaimana mendapatkan dan mempertahankan staff yang terbaik, merekrut staff/mahasiswa dari pasar internasional atau mendapatkan banyak mahasiswa dari luar negeri.” tambahnya.

Proses, ialah memiliki standarisasi PBM yang diakreditasi nasional/internasional, membentuk kelompok-kelompok riset yang fokus, mendorong dan memfasilitasi keterlibatan mahasiswa maupun membentuk badan pendayagunaan potensi.

Sementara autputnya, bagaimana perguruan tinggi harus mendapatkan akreditasi yang terbaik dengan tingkat lulusan yang tinggi dan banyak bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain. (Humas/jn)

21
Nov
2019

Humas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo terus melakukan peningkatan SDM, salah satunya dalam pengelolaan administrasi yakni melalui “Pendampingan Pelaporan Pertanggung Jawaban Keuangan”

Sebagaimana yang dibuka oleh Rektor, Dr. Abdul Pirol, di Aula Rektorat lantai III, dengan rangkaian sosialisasi penilaian kinerja PNS yang dihadiri sejumlah Wakil Rektor, Kabag, Kasubbag dan sejumlah tenaga kependidikan, Kamis (21/11/2019)

Rektor, Dr. Abdul Pirol, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan proses dalam menyesuaikan aturan dan ketentuan yang ada. Ia sangat merespon positif, hal ini sangat menyangkut pengelolaan adminstrasi yang lebih baik dan secara otomatis memperbaik performance institusi.

Disampaikannya pada Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI, Jufri selaku narasumber, bahwa IAIN Palopo terus melakukan pembenahan, termasuk dalam proses adminstrasi maupun tata kelola lainnya. Harapnya bahwa semua Kabag dan Kasubbag yang ada nantinya dapat memperhatikan lagi dengan baik proses administrasi termasuk pada persuratan. Agar surat yang ada dicek secara baik, hal ini memungkinkan tidak ada huruf yang salah.

“Disinilah proses pengembangan kecerdasan administrasi, tiap konsep perlu keyakinan ketika diserahkan pada pimpinan. Memperhatikan dan mengenal dokumen-dokumen yang ada.” imbuh Rektor.

Ada pun Itjen Kemenag RI, Jufri  memulai paparannya mengenai pembinaan dan konsultasi pengelolaan laporan keuangan. Tujuannya membantu terlaksananya penyelenggaraan akuntansi dan perjanjian LK Kementerian Agama.

“Disisni juga memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi, keandalan dan keabsahan informasi LK Kementerian serta pengakuan, pengukuran dan pelaporan transaksi sesuai dengan SAP.” tambah Jufri.

Selain itu juga melakukan pembinaan pengeloaan keuangan dan BMN sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memberikan informasi atas kelemahan yang ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan audit kepeda pihak yang berwenang.

Kesempatan itu juga Kepala Biro AUAK, DR. H. Muhdin, menyampaikan sosialisasi penilaian kinerja PNS berdasarkan PP 30 dan perbedaan antara PP 46 tahun 2011. (Humas/jn)