07
Jun
2021

#KarebaHumas – Dalam rangka mendorong keterbukaan informasi pada badan publik, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menekan kerja sama dengan Komisioner Komisi Informasi Propinsi (KIP) Sulsel, penandatanganan nota kesepahaman itu bertempat di Aula Serbaguna IAIN Palopo, Jum’at, 04 Juni 2021.

Penandatanganan dilakukan Rektor, diwakili Wakil Rektor III, Dr. Muhaemin, dan Ketua KI Sulsel, Pahir Halim. Hadir pada kesempatan itu Kepala Biro AUAK, Dr. Muhdin, Para Dekan, Kepala UPB, Ketua LP2m dan Kabag Akademik IAIN Palopo. Dari KI Sulsel turut hadir, Andi Taddampali,  Benny Mansyur,  Fawziyah Erwin, dan Dr Haerul Mannan.

Dalam sambutan Warek III, Dr. Muhaemin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para komisioner KIP Sulsel di kampus hijau, ia mengawali pertemuan dengan memberikan selayang pandang tentang IAIN Plaopo dan capaian-capaian yang telah diraihnya.

“Semoga ke depan kerja sama ini saling bersinergi pada program yang disetujuai, utamanya dalam keterbukaan informasi”, ucap Dr. Muhaemin.

Kesepakatan bersama yang tertuang pada Memorandum of Understanding itu, meliputi:
1.    Sosialisasi dan kuliah umum tentang regulasi keterbukaan informasi publik.
2.    Pengembangan literasi keterbukaan informasi publik melalui seminar, stadium generale, diskusi, workshop/lokakarya.
3.    Monitoring dan evaluasi layanan informasi.
4.    Bimbingan teknis layanan informasi publik dan penyelesaian sengketa informasi.
5.    Pemagangan dan praktik kerja lapangan.
6.    Pelaksanaan penelitian.
7.    Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia.
 
Usai penandatanganan kerja sama yang juga dilakukan antara Fakultas Syariah IAIN Palopo dengan KI Sulsel, Fahir Halim, menyampaikan sambutannya sekaligus mensosialisasikan berbagai regulasi tentang keterbukaan informasi publik. Salah satunya tentang implementasi undang-undang No 14 tahun 2008 tentang pelayanan informasi publik oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Pahir Halim melanjutkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu amanat reformasi, dengan berkembangnya paradigma keterbukaan sebagai buah dari demokrasi, maka negara hadir untuk mengatur perihal keterbukaan informasi yang terdapat pada badan publik.

“Perubahan paradigma tentang keterbukaan nafasnya ada pada badan publik, baik badan publik negara maupun non-negara, karena merekalah yang menguasai informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, itulah salah satu urgensi hadirnya PPID” pungkasnya. (jn)

07
Jun
2021

#KarebaHumas – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag mengukuhkan sebanyak 491 wisudawan pada wisuda periode I tahun 2021 di gedung auditorium Phinisi IAIN Palopo, Rabu (02/05/21).

Wisuda kali ini digelar secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di samping itu, dilaksanakan dengan 4 sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 – 11.30 Wita dan sesi kedua pada pukul 13.00 – 16.00 Wita.

Dalam sambutan al-jami’ah Rektor, ia menekankan bahwa wisudawan saat ini menjumpai era di mana perubahan adalah satu kemestian “Ini adalah perpindahan abadi yang menentukan masa depan. Berubah atau punah,” ujarnya.

“Tidak ada pilihan kecuali kemampuan adaptif dengan zaman, menjadikam diri tetap relefan dengan perkembangan teknologi yang sedang dan yang akan terjadi,” sambungnya.

Senada dengan itu, dalam kesempatan yang sama, Prof, Dr. Mansyur Ramly, SE, M.Si dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, perlunya sarjana menempa diri agar menjadi ahli yang berkelas internasional. “Untuk IAIN Palopo, Sumber daya manusianya atau sarjananya harus menjadi ahli berkelas internasional agar bisa bersaing di zaman ini,” ujarnya.

Tak hanya untuk wisudawan, mantan Rektor UMI itu juga menekankan pentingnya para dosen dan segenap tenaga kependidikan meningkatkan kapasitas akademik terus menerus.

“Tenaga pendidik juga harus merubah paradigma, apakah dosen sudah mengecek baik-baik apakah ilmu yang diajarkan kepada mahasiswa sudah benar-benar diverifikasi bahwa itu adalah informasi ilmiah dan tidak ada keberhasilan jika sendirian, zaman ini menuntut kita harus kolaborasi dengan berbagai pihak,” sambungnya.

Tema wisuda kali ini adalah, “Refocusing dan Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi Islam Di Era Disrupsi dalam Tatanan Kehidupan Baru (New Normal Life)”.

28
May
2021

#KarebaHumas – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, melalui Unit Pengembangan Bahasa (UPB) menggelar workshop International Journal Writing and Publication bertempat di Aula Serbaguna IAIN Palopo, Jum’at, 28 Mei 2021.

Kegiatan ini selain dihadiri sejumlah dosen dan CPNS dosen IAIN Palopo juga diikuti sejumlah dosen perguruan tinggi di Kota Palopo, diantaranya, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Andi Djemma, Universitas Mega Buana Palopo dan Universitas Muhammadiyah Palopo.

Kepala UPB IAIN Palopo, Dr. Syahraeni, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan upaya fokus jurnal, seperti penulisan dan publikasi. Dimana narasumber dari UIN Malang, Dr. Muassomah, M.Si, M.Pd, selaku dosen Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang.

Dari pantauan humas, acara berjalan lancar dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19, diakhiri dengan sesi tanya jawab. (Ucok/jn)

27
May
2021

#KarebaHumas – Wisuda Sarjana & Magister Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Periode I Tahun 2021 yang akan dilaksanakan pada 02 – 03 Juni 2021 dibagi empat sesi dari 470 peserta, hal tersebut untuk mewaspadai penularan Covid-19, meskipun Kota Palopo sudah zona hijau per tanggal 20 Mei 2021 berdasarkan paparan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Palopo, Dr. dr. H.M. Ishaq Iskandar, dilansir media Palopo Pos.

Ketua Panitia Wisuda IAIN Palopo Per. I Tahun 2021, Dr. Munir Yusuf, mengatakan pelaksanaan wisuda kali ini secara offline dengan protokol kesehatan secara ketat, dengan pelaksanaan teknis yang diwajibkan pemerintah.

“Misalnya, adanya rasionalisasi jumlah peserta dengan daya tampung gedung. Jumlah wisudawan 470 maka panitia membagi pelaksanaan wisuda menjadi 4 sesi dalam 2 hari. Pada setiap sesi hanya ada sekitar 120 orang peserta, sementara kapasitas Auditorium Phinisi IAIN Palopo yang digunakan mencapai 670 orang. Artinya hanya 18% dari daya tampung gedung yang dipergunakan. Batasan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah melalui protokol kesehatan, yaitu 40%”, paparnya pada Humas, 27 Mei 2021.

Protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tes suhu badan dan sterilisasi lokasi dilakukan sangat ketat oleh panitia. Para wisudawan harus mematuhi peraturan tersebut sebelum dan pada saat berada dalam gedung.

“Hanya wisudawan, pimpinan dan panitia yang bersangkutan yang diperbolehkan memasuki ruangan. Selain itu, termasuk orangtua atau keluarga wisudawan mengikuti secara online dengan platform zoom meeting dan live streaming youtube,” lanjut Munir Yusuf.

Menurutnya, susunan acara wisuda pun akan dipersingkat dari biasanya. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu Rabu-Kamis, 02-03 Juni 2021 dengan 4 sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 – 11.30 Wita dan sesi kedua pada pukul 13.00 – 16.00 Wita.

Diketahui tema pada wisuda kali ini, “Refocusing dan Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi Islam Di Era Disrupsi dalam Tatanan Kehidupan Baru (New Normal Life)”. (Humas)

24
May
2021

#KarebaHumas – Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo memantau langsung pelksanaan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) secara daring, Senin (24/05/2021)

Pelaksanaan ujian ini dipantau Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, Wakil Rektor I dan II, Kepala Biro AUAK dan sekaligus menjadi pengawas langsung Kepala TIPD di Ruang Pengawas ujian SSE UM-PTKIN yang dilakukan serempak di seluruh PTKIN di Indonesia.

Rektor IAIN Palopo, melalui Wakil Rektor I, Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Muammar Arafat, mengatakan Ujian secara daring ini dilakukan peserta baik di rumah atau tempat yang memiliki akses internet. Pelaksanaan ujian berlangsung selama 100 menit yang dibagi dalam tiga sesi yang akan dipantau oleh 7 pengawas per sesinya.

Dalam pelaksanaan ujian ini peserta akan dipantau dari awal ujian hingga akhir yang berlangsung selama tiga hari, “jumlah peserta SSE UM-PTKIN IAIN Palopo tahun ini sebanyak 1.200 orang.” ucap Dr. H. Muammar pada Humas.

Selaku panitia dirinya berharap, pelaksanaan ujian ini berjalan lancar hingga akhir, “melihat usaha dan antusiasme panita kami harapkan pelaksanaan ujian ini sesuai yang diharapkan, berjalan lancar dan para paserta ujian agar menyiapkan segala sesuatunya selama pelaksanaan, baik akses dan ketersediaan kuota internet” harapnya. (jn)

21
May
2021

#KarebaHumas – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Prof Dr Abdul Pirol, mendampingi Wali Kota Palopo, Drs. H. M. Judas Amir, pada Peletakkan batu pertama pembangunan gedung di lokasi baru SMPN 8 Palopo, Balandai, Palopo, 21 Mei 2021.

Pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Palopo di atas lahan 1,4 hektar terletak di jl Bakau, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo berdampingan SMAN 4 Palopo.

Dalam sambutan Wali Kota Palopo Drs. H. Muh. Judas Amir, menyampaikan bahwa, lokasi SMPN 8 yang telah dihibahkan itu sudah ditanda tangani penyerahan sesuai dengan kekuasaan dan ketentuan perundangan. “Diri saya ini melekat aturan, aturan itu saya manfaatkan untuk kepentingan umum yang lebih besar, sehingga insyaallah lokasi SMPN 8 saat ini yang ada di sebelah berganti dengan IAIN, itu bukan aset pemerintah kota lagi itu berdasarkan aturan” jelasnya.

Menurut Judas Amir, perpindahan SMPN 8 sebagai bukti bahwa pemerintah mendukung adanya IAIN di Kota Palopo dan dukungan untuk menjadi Universitas nantinya.

Peletakan batu itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Setda, Rektor IAIN Palopo, Kepala dinas Kominfo dan kepala Sekolah SMPN 8 Palopo beserta seluruh tenaga pendidik SMPN 8 Palopo dan tamu undangan. 

Diketahui lokasi lama SMPN 8 di jl. Agatis Balandai yang bersebelahan dengan kampus I IAIN Palopo telah dihibahkan pada IAIN Palopo pada tahun 2017 lalu. Bangunan SMPN 8 Kota Palopo yang terdiri atas 24 ruang kelas dan perkantoran nantinya akan digunakan sebagai ruang kuliah oleh mahasiswa IAIN Palopo. (Humas)

18
May
2021

#KarebaHumas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo rutin melaksanakan Upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dipreringati setiap tanggal 17 di setiap bulannya.

Upacara HKN kali ini, 17 Mei 2021, dilaksanakan secara offline dan online, secara offline di laksanakan di Aula Rektorat lantai III yang dihadiri hanya beberapa petugas pelaksana upacara, seperti Pembina Upacara, Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, Korps Pegawai, pembacaan do’a dan MC. Sementara peserta upacara diikuti secara online.

Kali ini Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palopo, Dr. Nurdin K, bertugas sebagai pembina upacara, dirinya mengawali amanatnya dengan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah dimana peringatan KHN ini bertepatan hari Senin, hari pertama masuk kantor. Ia mengajak untuk mendoakan saudara-saudara Muslim yang ada di Palestina yang saat ini masih dalam agresi militer yang telah menelan ratusan korban jiwa baik anak-anak dan wanita.

Untuk memupuk kesadaran nasional, Dekan FTIK mengungkapkan 4 poin penting, yang pertama kesadaran terhadap Niat, poin pertama ini kata dia sangat penting dimana sebagai dasar pada hasil yang akan diperoleh.

“Ketika kita berniat dengan ikhlas ke kantor bekerja karena Allah swt. Maka tidak hanya bernilai materil tapi juga memperoleh pahala yang besar dari Allah.” tambah Nurdin.

Yang kedua, Keikhlasan, apapun tupoksi, pekerjaan masing-masing hendaknya dijalani dengan penuh keikhlasan, apakah tupoksi itu besar atau kecil

Ketiga, Sabar, poin ketiga ini menurut Nurdin K, tidak kalah penting. Sabar dalam arti luas, sabar terhadap tugas dan tanggungjawab masing-masing, “karena kita dalam organisasi pendidikan, tugas pokok adalah pelayanan. Dalam menjalankan tugas kita harus memiliki sifat keramahan dalam melayani, selalu menebarkan senyum dan berkata yang baik yang disenagi orang.” lanjutnya.

Dan poin keempat, adalah kesadaran sifat Tawakkal, adalah berserah diri sepenuhnya pada Allah swt, atas urusan dan pekerjaan itu.

HKN ini berjalan lancar diikuti para pimpinan kampus, dosen dan Tenaga Pendidik, ditutup dengan pembacaan doa serta saling sapa atau halal bihalal secara virtual. (Humas)

11
May
2021

#KarebaHumas- Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr Nurdin K, meyudisium 232 mahasiswa secara virtual, hadir secara offline satu orang perwakilan dari masing-masing Prodi di Aula Lantai II FTIK, Senin, 10 Mei 2021

Hadir para Wakil Dekan FTIK, Kabag FTIK, para Ketua Prodi dan sejumlah Tenaga pendidik. Dari laporan Wakil Dekan (Wadek) Bidang Akademik FTIK, Dr. Munir Yusuf, jumlah mahasiswa diyudisium sebanyak 232 orang itu tersebar 7 Prodi yang ada di FTIK:

Prodi Pendidikan Agama Islam 44 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 71 orang, Prodi Manajemen Pendidikan Islam 43 orang, PIAUD 5 orang, Tadris Matematika 40 orang, PGMI 11 orang dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab sebanyak 18 orang.

Dekan FTIK, Dr. Nurdin K, pada sambutannya menyampaikan 3 hal pada yudisium kali ini, 1. Menyampaikan terima kasih pada seluruh dosen dan tenaga pendidik 2. Menyampaikan selamat kepada 232 mahasiswa yang telah diyudisium hari ini dan 3. Jadilah sarjana yang tau berterima kasih, “kenapa harus berterima kasih, karena apa yang telah didapatkan hari ini tidak lepas dari kontribusi orang lain, khususnya orang tua.” ucap Dr Nurdin.

Menurutnya capain yang telah didapat hari ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras namun tantangan ke depan jauh lebih berat dibandingkan dengan hari-hari yang telah lalu. “gelar sarjana sudah ada di pundak ananda masing-masing dan secara moril harus dipertanggungjawabkan” imbuhnya.

Sementara itu Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, secara virtual menyempatkan memberi ucapan selamat kepada mahasiswa yang telah diyudisium.

Dirinya  mengingatkan agar para lulusan kembali memaknai tahapan pendidikan selama di kampus dengan suatu prinsip sarjana memiliki Keterampilan/pengetahuan, Kemandirian dan Karakter.

“Sebagai sarjana jangan malu dengan pekerjaan yang kecil-kecil, meskipun itu pekerjaan yang tidak linear dengan keilmuan. Artinya jangan mengurung diri dari apa yang kita miliki, berani out of the box” pesan Rektor.

Lebih lanjut, sebagai sarjana, di era milenial sejatinya pandai menempatkan diri di tengah masyarakat, ungkapan-ungkapan yang dikeluarkan seharusnya mendidik.
“Mari kengembangkan terus skill dan pengalaman. Sebagai alumni nantinya, senantiasalah menjaga marwah almamater.” tutup Rektor.

Esse, lulusan terbaik Prodi Bahasa Arab, menyampaikan rasa syukurnya yang telah mennyelesaikan studinya 3 tahun 8 bulan, “Terima kasih pada seluruh dosen, tenaga pendidik, teman-teman dan senior, khususnya orang tua yang selama ini banyak membantu” ucap Esse. (Jn)

05
May
2021

KarebaHumas – Meraih berkah Ramadan 1442 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar “Berbagi Itu Indah” dalam Program Anjangsana, 05 Mei 2021.

Bertempat di Aula Serbaguna IAIN Palopo, 93 paket sembako dibagikan pada tenaga kontrak pramubakti IAIN Palopo, yang merupakan gelombang kedua menerima paket sembako, setelah yang pertama pada 29 April 2021 yang dibagikan pada Clening Service, Driver dan Security IAIN Palopo sebanyak 41 paket sembako.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka membantu warga kampus dimasa krisis pandemi dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kesempatan itu turut hadir membagikan paket sembako, Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, Wakil Rektor I, Dr. H. Muammar Arafat, Wakil Rektor II, Dr. Ahmad Syarief Iskandar, dan para DWP IAIN Palopo.

Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, menyampaikan, apresiasi pada DWP IAIN Palopo atas kekompakannya, hal tersebut merupakan tindak loyalitas.

“Adanya bantuan seperti ini, dalam pemaknaanya semoga menjadikan kita keluarga besar IAIN Palopo lebih kompak dalam meningkatkan etos kerja, meskipun paket tersebut tidak seberapa,” imbuhnya.

Diungkapkan oleh Dr. Baderiah, selaku Ketua DWP IAIN Palopo, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan, ada pun dana yang dikumpulkan berasal dari pembelian kupon PNS IAIN Palopo dan partisipasi para anggota DWP.

Ia berharap, semoga ke depan terlaksana lagi serta dapat melaksanakan bakti sosial dalam skala yang lebih besar sehingga menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Muharram, S.Pd, salah satu tenaga kontrak pramubakti, menyampaikan rasa syukur dengan adanya program DWP ini, “terima kasih, semoga kedepan program pembagian paket sembako ini dapat berlanjut di setiap bulan Ramadan,” ucap Muharram.

Kegiatan ini dibawahi Pengurus Bidang Sosial Budaya, sasaranya bukan hanya tenaga kontrak kampus IAIN Palopo. Bantuan tersebut juga disalurkan di Panti Asuhan dan masyarakat kurang mampu sekitar. (Humas)

05
May
2021

#KarebaHumas – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, melalui Rumah Moderasi Beragama menggelar webinar Penguatan Moderasi Beragama, hadirkan Menteri Agama RI Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin (LHS) dan Kepala Seksi Pengembangan Penyuluh Agama Islam Ditjen Bimas Islam, H. Amirulla, S.Ag., M.Ag, Selasa, 4 Mei 2021

Acara tersebut dengan tema “Tana Luwu Garda Terdepan dalam Merawat Dinamika Beragama dan Berbangsa”, melalui zoom meeting dan live streaming youtube Humas IAIN Palopo. Partisipasi secara offline dan virtual para pimpinan IAIN Palopo, dosen, Tendik, Mahasiswa, tokoh-tokoh agama dan ormas-ormas Tana Luwu.

Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, dalam sambutannya sekaligus membuka webinar, menyampaikan rasa bahagian dan ucapan terima kasih atas berkenan kedua narasumber dan para peserta. “selamat datang di kampus IAIN Palopo meskipun secara Virtual” sambutnya.

Rektor menyampaikan beberapa dasar nilai utama Tana Luwu yang merupakan nilai sosial budaya Tana Luwu yang relevan dalam upaya menguatkan moderasi beragama, “Moderasi beragama sangat penting bagi Tana Luwu yang merupakan wujud Indonesia mini,  karena keragaman, suku, budaya dan agama”. ucap Rektor.

Untuk itu, kata dia, IAIN Palopo bertekat menjadi garda depan dalam mewujudkan moderasi beragma agar terciptanya harmonisasi sosial khususnya di kawasan Tana Luwu, dengan demikian IAIN Palopo dapat memberi sumbangsi dalam menjaga NKRI.

Sementara itu, Lukman Hakim Saifuddin, selaku narasumber pertama memaparkan meterinya “Moderasi Beragama sebagai Ikhtiar Merawat Dinamika Beragama dan Berbangsa”. Dirinya mengaku sangat mengapresiasi dan bersyukur atas undangan IAIN Palopo dalam kajian moderasi beragama ini, yang tidak hanya melibatkan sivitas akademika IAIN Palopo namun juga menghadirkan tokoh-tokoh agama Tana Luwu dan ormas-ormas lainnya.

Lukman Hakim menerangkan dalam konteks kekinian moderasi beragama makin diperlukan bagi bangsa ini, yang tidak hanya semata menjaga bagaimana cara keagamaan kita tapi bagaimana lebih dari itu, yakni tetap menjaga NKRI.

Menurutnya, ada dua ciri yang menonjol di Indonesia ini, sebagai sebuah bangsa yang amat besar, ciri pertama, Kemajemukannya, keberagaman atau heterogenitas. Dari keberagaman tersebut kata dia, jika ada yang ingin menyeragamkan Indonesia, itu pada hakekatnya mengingkari takdir Tuhan, karena keragaman hakekatnya sunnatullah.

“Ciri yang kedua yang sangat menonjol, keberagamaanya, kita dikenal di dunia sebagai Negara yang agamis, kita tidak menemukan semua masyarakat Indonesia dalam kesehariannya yang tidak terkait pada nilai-nilai agama, baik dalam menjalankan aktivitas dalam bernegara, pemerintahan dan bermasyarakat, semuainya terkait pada nilai agama, agama tidak hanya menjadi pijakan dasar, tapi sekaligus langkah orientasi dimana kita menuju.” ungka LHS..

Lukman Hakim menegaskan, moderasi beragama itu bukanlah hal yang baru, melainkan sesuatu yang menjadi warisan para pendahulu yang berupaya dikontekstualisasi dengan kenyataan zaman hari ini.

Moderasi beragama, bukanlah proses yang berkesudahan, karena untuk senantiasa menjadi moderat yang berprinsipkan keadilan dan keseimbangan, kita harus mengetahui kutub-kutub ekstrim itu dimana dan bagaimana.

“Jadi moderasi beragama itu dinamis, tidak statis dan bukan sesuatu yang given, Tetapi persoalannya adalah bagaimana cara kita memahami agama, cara mengamalkan agama. Jadi keberagaman dimoderasi”. tandas putra Saifuddin Zuhri mantan Menteri Agama Era Presiden Sukarno itu. (Humas)