23
Jan
2020



Humas- Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, mengisi libur semester dengan pelatihan baca kitab Amtsilaty.

Pelatihan itu telah berlangsung sejak 22 Januari hingga 2 Februari 2020 yang berlokasi jl dr Ratulangi Balandai, tepatnya di sekretariat sementara Yayasan Bait Fitrah Al-Insani, yang merupakan yayasan hasil dari inisiasi Ikatan Alumni Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palopo.

Pelatihan baca kitab itu diampuh oleh Ustad Sopian Hadi SPd. Ada pun peserta pada pelatihan itu sekitar 30 mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang difasilitatori Tegu Atafah, STHi, MAg.

Menurut Tegu Arafah, kegiatan yang mengisi libur itu, bertujuan untuk menambah kompetensi mahasiswa IAT dalam memperkuat kajian tafsir yang tak lepas dari kemampuan bahas Arab.

“Kami berharap mahasiswa tetap santai dalam mengikuti pelatihan ini hingga tuntas.” ucap Tegu Arafah yang juga selaku dosen di kampus IAIN Palopo itu.

Sekedar diketahui Yayasan Bait Fitrah Al-Insani yang mewadahi kegiatan tersebut diketuai Dr. Muhaemin, MA, yang juga selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.

Saat ini yayasan itu mempunyai beberapa program kajian kitab yang dibuka untuk umum, diantaranya kajian kitab Ta’liimul Muta’allim  diampuh Dr. Muhaemin, MA sendiri, kitab Riyaadhush Shaalihiin oleh Mustafa, SPdI, MPdI, kitab Fathul oleh Dr. Kartini, MPd, kitab Shahih Bukhari Dr. H.M. Zuhri Abu Nawas, Lc MA, Kitab Fiqhi Maqaariin dan Tafsir Maudhu’i Dr. H. Haris Kulle, Lc MAg, dan kajian kitab Ihya’ ‘Uluumuddiin olehH. Muhammad Alfan Putra, Lc MA. (jn)



20
Jan
2020



Humas- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, menyerahkan bantuan pendidikan Rumah Zakat pada mahasiswa IAIN Palopo dan penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU) oleh Rektor, Dr. Abdul Pirol, selaku pihak IAIN Palopo, dengan Asgar Marzuki, SPdI, MPdI, selaku pihak Rumah Zakat Indonesia Corner Palopo.

Penandatanganan berlangsung di Aula Rektorat IAIN Palopo, Senin (20/1/2020) disaksikan para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, sejumlah pimpinan Fakultas, dosen dan tenaga kependidikan serta mahasiswa.

Kegiatan itu juga, dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada dosen sertifikasi dan sosialisasi program doktoral UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutan Rektor, Dr. Abdul Pirol, mengucapkan terima kasih pada Rumah Zakat Palopo atas bantuan yang telah diberikan kepada keempat mahasiswa FTIK. Diungkapkannya, bahwa saat ini sangat mudah mendapatkan bantuan semisal besiswa, salah satu contoh bantuan besiswa pemerintah.

Rektor mengingatkan, mahasiswa saat ini layaknya unjuk karya atau unjuk pikir. Ada pun penyerahan sertifikasi dosen yang diserahkan langsung olehnya, Rektor berpesan pada dosen kulifikasi magister agar tidak puas pada strata II (S2).

“Selaku dosen yang telah tersertifikasi maupun yang belum dilingkup IAIN Palopo harus memiliki book keilmuan PTKIN. Memahami betul book kelimuan itu. Salah satu contoh, sebagai dosen tidak terpengaruh dengan berita hoax, ia harus memiliki literasi media dengan kemajuan zaman saat ini.” harap Rektor.

Asgar Marzuki, salah satu dosen yang menerima sertifikasi tersebut, mewakili dosen lainnya, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Diungkapkannya pula, atas arahan Rektor, untuk melanjutkan pendidkan doktoral.

Hal ini telah ia lakukan dan bebrapa waktu lalu dan lulus dibeberapa perguruan tinggi namun ada yang terkendala dengan perengkingan.
“Alhamdulillah, dengan dukungan, saat ini kami telah lulus di International Islamic University Islamabad, sekaligus menjadi duta doctoral Indonesia di Islamabad.” ungkapnya.

Kelulusan dan apresiasi tersebut, dipersembahkan pada kampus tercinta IAIN Palopo, kata Asgar. (jn)



13
Jan
2020






Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)







Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)







Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)







Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)



23
Dec
2019



Humas- Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Palopo kembali melaunching satu judul buku yang berjudul “Cerita Anak Dari Sulawesi Selatan” yang di launching secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh WR Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (23/12/2019)

Dari laporan panitia, launching buku ini merupakan pentas seni anak usia dini diakhir tahun dengan rangkaian kegiatan, tari kreasi anak, fashion show, gerak dan lagu yang diikuti peserta PIAUD se-Kota Palopo.

“Ada pun launching buku merupakan karya mahasiswa PIAUD semester 5, dan alhamdulilillah acara ini dapat terselenggara yang tak lain didukung dengan berbagai pihak.” sebut Ketua Panitia.

WR Bidang Akademik Dr. H. Muammar Arafat, memulai sambutannya menyampaikan ucapan selamat hari ibu pada seluruh peserta yang hadir, bahwa hari ibu yang baru saja diperingati pada tanggal 22 kemarin.

Ia juga menyampaikan selamat kepada Prodi PIAUD, berdasarkan SK BANPT program studi PIAUD IAIN Palopo telah terakreditasi. “ini kabar baik, menuju PIAUD yang unggul. Apresiasi kami sampaikan pada acara ini, dimana salah satu acara dapat terselenggara diakhir tahun ini, karena kita ketahui banyak yang telah berpikir untuk mencari tempat berlibur saat ini.” sambutnya.

IAIN Palopo terkemuka dalam integrasi keilmuan berciri kearifan lokal, sesuai dengan tema buku yang yang telah dilaunching yang sejalan dengan kearifan lokal di Silawesi Selatan, sebut WR.

Kesempatan itu juga, ia mengingatkan pada seluruh peserta yang hadir, untuk membatasi penggunaan gadget pada anak usia dini, menurutnya penggunaan gadget yang tak terkontrol mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kalaupun dalam tahap pemakaian juga diawasai. Kata WR sembari membuka pentas seni itu. (Humas/jn)



20
Dec
2019

Dr. Muhaemin MA
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
(Opini)

Ajaran Islam memberikan perhatian yang besar terhadap budaya literasi yaitu budaya membaca, menulis, menghitung, memecahkan masalah dan merespon informasi. Al-Qur’an telah mengetengahkan pentingnya literasi sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. al-‘Alaq [96]: 1-5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)”

Perintah Iqra’ harus dimaknai secara mendalam bahwa kita diperintahkan membaca, meneliti, mengkaji, menghitung dan menulis. Al-Qur’an juga menyebut seperangkat peralatan kegiatan baca-tulis, seperti, kata midad (tinta), qalam (pena), qirthas (kertas), lauh (batu tulis), raqq (lembaran) dan shuhuf (helai kertas). Kesimpulannnya, itu semua menandakan bahwa al-Qur’an ingin menekankan terhadap budaya baca tulis agar betul-betul terbumikan dalam masyarakat.

Menurut ulama tafsir, kata iqra’ pada ayat  tersebut bermakna luas, perintah membaca bukan hanya bagi Nabi Muhammad Saw tetapi seluruh individu, kelompok dan masyarakat. Ayat  ini memiliki pesan bahwa iqra’ adalah salahsatu pintu untuk meraih ilmu pengetahuan, pengalaman dan informasi. Dengan bekal iman dan ilmu maka manusia akan menuju derajat taqwa.

Perintah membaca dan menulis bukan hanya terdapat dapat surah al-Alaq. Pada sejumlah ayat lain terdapat kalimat yang mendorong manusia untuk selalu berpikir. Seperti ungkapan, afala ta’qilun (apakah kalian tidak berpikir), afala tatafakkarun? (apakah kalian tidak berpikir), afala tatadabbarun? (apakah kalian tidak mengambil hikmah), serta beberapa ungkapan lain yang mirip dengan makna ayat-ayat tersebut.
  1. Literasi al-Qur’an
    Spirit literasi sebagai pondasi menuju taqwa adalah literasi al-Qur’an. Seorang ulama pernah menggugah kesadaran jamaah dengan mengajak umat Islam agar lebih banyak membaca kalamullah selain kalamunnas. Hal ini dapat dipahami karena membaca al-Qur’an selain memberikan pahala juga dapat menambah pengetahuan dan ketenangan pikiran dan jiwa. Allah SWT berfirman yang artinya
    “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30). Rasulullah saw dalam berbagai hadis memberikan motivasi dalam literasi al-Qur’an. Sebagaimana contoh dalam hadis yang artinya :
    “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim). Literasi al-Qur’an harus dimulai dari keluarga. Pembiasaan membaca al-Quran sejak dini menjadi kegiatan penting yang harus menjadi perhatian para orangtua. Literasi al-Qur’an juga harus dibiasakan di lingkungan Pendidikan.
  2. Literasi hadis
    Selain literasi al-Qur’an, maka diharapkan kaum Muslimin mengajak putra-putrinya untuk banyak membaca hadis-hadis Nabi. Selain itu perlu memperkenalkan kitab-kitab hadis seperti sahih Bukhari, Sahih Muslim, sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, Sunan at-Tirmidzi, sunan an-Nasa’i, maupun kitab-kitab hadis lainnya.
    Dengan kemajuan teknologi saat ini, maka akses informasi terhadap kitab hadis ini juga dapat diakses secara online. Diharapkan dengan dengan membaca hadis akan mempertebal rasa keimanan, menambah wawasan keislaman akhirnya lahirnya pengamalan ajaran Islam yang berbasis ilmu. Tentu saja agar hasil yang dicapai lebih maksimal, maka pada saat membaca kitab hadis perlu didampingi guru, pembimbing atau orangtua.
  3. Meraih taqwa dengan tradisi Literasi
    Membudayakan literasi bukanlah perkara mudah di era modern saat ini. Banyak godaan yang muncul seiring dengan semakin canggihnya aplikasi atau program yang tersedia dalam HP/Ponsel. Namun orang yang bertaqwa akan mampu mengatur waktu dengan baik sehingga kebiasaan membaca terus terjaga. Ada yang membuat program membaca setiap selesai shalat fardhu, ada yang membuat program dengan membaca sebelum tidur dan adajuga yang membuat program ODOJ one day one juz ( satu hari satu juz).
    Masyarakat Muslim yang memiliki tradisi literasi yang kuat pada akhirnya akan memiliki spirit ibadah dan spirit bekerja yang lebih baik ketimbang mereka yang malas membaca. Orang yang memiliki kebiasaan membaca biasanya akan lebih arif dan dewasa serta mampu menahan diri dalam berbagai situasi. Hal ini merupakan sikap orang yang bertaqwa.
    Para Sahabat dan alim ulama memberikan uswah hasanah dalam budaya literasi. Mereka banyak membaca dan melahirkan Karya karya yang dapat dibaca hingga hari ini.
    Mari kita membiasakan diri kita untuk banyak membaca al-Qur’an, hadis dan ilmu lainnya sehingga kita mampu menjadi insan muttaqin. Semoga Allah SWT meridhai kita semua. Aamiin.

16
Dec
2019






Humas- Seminar nasional yang degelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah IAIN Palopo hadirkan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) M. Azrul Tanjung bertempat di Auditorium Phinisi IAIN Palopo, Senin (16/12/2019)

Seminar yang mengusung tema “Peran Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif Sebagai Fondasi Perekonomian di Era 4.0” hadirkan beberapa ahli dibidangnya diantaranya, Dr Fasiha Kamal, SEI MEI, Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Mujahidin, LC MA, Ketua IAIE Komsat IAIN Palopo, Ketua IKA FEBI IAIN Palopo, M Iksan Purnama SESy ME.

Dihadiri sejumlah sponsor kegiatan, pejabat Fakultas, dosen dan peseta yang terdiri dari mahasiswa perguruan tinggi se-Kota Palopo. Berdasarkan laporan panitia, seminar ini ialah puncak kegiatan sharia economic fest yang telah berlangsung sejak dua hari kemarin dengan berbagai item kegiatan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin saat membuka acara menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan ini sangat direspon itu menunjang akreditasi. Ia mengingatkan setiap kegiatan baiknya selain mendapatkan output yang maksimal juga dapat menunjuang kenaikan akreditasi program studi.

Menurutnya tema yang telah diangkat pada seminar ini sangat menarik hal ini sesuai dengan perkembangan zaman, era 4.0 merupakan era kalaboratif dan inovatif yang tidak lagi mengandalkan pikiran individu saja.

Ia juga meminta untuk setiap kegiatan agar dapat direkam karena ini juga merupakan ciri belajar abad ke-21 dimana mahasiswa yang tidak sempat hadir pada acara tersebut dapat juga melihat kegiatan itu.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Dr. Hj. Ramlah M, mengatakan bahwa kegiatan FEBI tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya setiap kegiatan terus didukung dimana sinergitas terus dimaksimalkan. Ia berharap dari kegiatan yang telah terlaksana dapat lagi memajukan FEBI yang kini telah berusia tahun ke-5.

Ada pun seminar yang disampaikan oleh Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) M. Azrul Tanjung selaku narasumber pertama dengan bahasan “Koprasi dan UMKM Sebagai Fondasi Perekonomian Indonesia” ia memulai dengan pertanyaan, “mengapa koprasi di Indonesia tidak maju?” tapi dinegara-negara maju lainnya sangat berkembang.

95 persen petani di Jepang itu anggotanya koprasi, sementara di Indonesia sangat sedikit ini tentu memiliki masalah mengapa koprasi di Indonesia tidak maju. “permasalahnnya koprasi di Indonesia tidak berkembang karena pelaku koprasi itu ingkar sunnah, tidak menjalankan koprasinya dengan baik yaitu tidak mensejahterakan anggotanya.” sebut Direktur Inkubasi Bisnis (PINBAS) MUI Pusat itu.

Kata dia, tujuan koperasi itu sendiri ialah mensejahterakan anggotanya, koprasi di Swis misalnya para pelaku koprasi menganggap bahwa yang memiliki perusahaan dari hasil koprasi itu adalah masyarakat yang selaku anggota koprasi itu. (Humas/jn) 



15
Dec
2019





Humas-  Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo sabet juara 2 pada pemilihan Duta Anti Narkoba Tana Luwu 2019 yang digelar oleh Dewan Pemilihan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila bekerja sama dengan BNN dan I La Galigo Organizer.

Acara yang bertempat di Merdekan Convention Halt Jl. Andi Kambo, Kota Palopo, Sabtu (14/12/2019) malam itu diikuti 32 finalis se-Tana Luwu.

Mewakili IAIN Palopo, Anita Sari mahasiswi semester 5 Prodi Bahasa Inggris berhasil meraih juara 2 pada grand final, selain itu, Ikmal mahasiswa semester 2 Prodi Manajemen Pendidikan Islam  (MPI) juga meraih juara 3.

Menurut Tasdim Tahrim selaku pembimbing, apresiasi disampaikan pada kedua mahasiswa itu, bahwa apa yang diraih tidaklah mudah yakni melalui beberapa tahapan, pembekalan interview hingga grand final.

Dari informasi yang dihimpun, tujuan kegiatan ini ialah sebagai sarana mengajak generasi muda untuk menghindari narkoba juga sebagai ajang kreativitas pemuda. (Humas/jn) 



11
Dec
2019



Humas- Mewujudkan milenial yang sadar dalam penggunaan obat dan produk kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palopo dan IAIN Palopo bekerja sama dalam seminar “Generasi Milenial Palopo Sadar Obat dan Kosmetik” di Audithorium Phinisi IAIN Palopo, Rabu (11/12/2019)

Seremonial acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Muhaemin. Mengawali sambutannya ia menyampaikan apresiasi pada BPOM yang telah memilih IAIN Palopo dalam menggelar seminar tersebut.

Kegiatan ini diharapkan berjalan dengan baik dan kedepannya lebih baik lagi serta lebih banyak kerja sama antara IAIN Palopo dan BPOM Palopo. Diinformasikan bahwa dalam edukasi ini hadir perwakilan dari 17 program studi yang ada di IAIN Palopo, setiap perwakilan program studi dapat menjadi duta-duta jurusan masing-masing.

“Terkait dalam penggunaan obat dan kosmetik, tentu kita tidak dilarang menggunakannya asalkan aman yakni mengikuti aturan produk tersebut, oleh karenanya kegiatan ini diikuti dengan tuntas karena kegiatan ini sangat bermanfaat terkait edukasi produk yang hampir dijumpai dan digunakan tiap harinya.” imbuh Dr. Muhaemin pada peserta kurang lebih 300 orang terdiri mahasiswa dan dosen.

Usai menutup sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palopo dan Kepala Kantor BPOM Kota Palopo, Dra Nurtati Rahman Apt MKes menandatangani komitmen bersama “Menolak Penyalahgunaan Obat dan Kosmetik Ilegal” Generasi Milenial Palopo: Sadar Obat dan Kosmetik Aman.

Sebelum memaparkan materi, pihak BPOM mengajak seluruh peserta senam Ceklik untuk merefleks otak. Peserta nampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh BPOM.

Ada pun edukasi farmasi yang disampaikan Kepala Kantor BPOM Kota Palopo, Dra Nurtati Rahman Apt MKes, menyampaikan terlebih dahulu bahwa kantor BOPM hanya ada dua di Sulawesi Selatan yakni kota Makassar dan Kota Palopo. Kota Palopo sendiri memiliki wilayah pengawasan 7 Kabupaten/Kota termasuk se Tana Luwu.

Ia juga menyampaikan pimpinan BPOM ke deapan berharap dapat bekerja sama pada perguruan tinggi yang tentu bertujuan lebih intens dalam edukasi dan pengawasan pada masyarakat.

Dalam paparannya bahwa dalam pengawasan obat, ada 3 pengawasan itu sendiri, yakni pengawasan pada pemerintah, dalam hal ini termasuk PBOM. Kedua, pelaku usaha dan pengawasan ketiga ialah masyarakat itu sendiri.

“Obat pada prinsipnya adalah racun, namun apabila digunakan saat dibutuhkan dengan jumlah yang tepat, dosis yang sesuai itulah yang dapat menyembuhkan penyakit.” bebernya.

Untuk mengetahui obat yang sehat itu, ialah obat yang legal atau terdaftar. Setiap obat itu memiliki penandaan, jika pada obat memiliki penandaan lingkaran hijau yakni obat yang tergolong bebas, lingkaran biru yakni, bebas terbatas dan lingkaran merah pada obat adalah obat yang tergolong keras.

Menurutnya penandaan obat itu harus diketahui, ia juga menyarankan agar tidak membeli obat di warung. Karena obat diwarung cenderung ilegal/palsu. Demikian karena obat di warung tidak memiliki resep dokter.  (Humas/jn) 



10
Dec
2019

Humas- Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palopo kembali membanggakan setelah berhasil menyabet 3 juara pada ajang temu mahasiswa dakwah se-Nusantara di IAIN Pare Pare.

Diantara juara yang diraih oleh mahasiswa FUAD IAIN Palopo ialah, juara 1 lomba Inspiration Speech diraih oleh Anjel Yana Dewi, Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI), juara 3 Nyanyi Solo diraih, Nikma Prodi BKI dan juara 3 loma Kewirausahaan, oleh kelompok Ilham Andi Malli, Anjelia Yana Dewi dan Ratna Dilla Muing.

“Alhamdulillah bisa mewakili fakultas, semoga pihak fakultas selalu memberikan motivasi pada kami agar bisa terus berkembang baik dalam kampus maupun bisa bersaing diluar kampus.” ringkas Nikma pada Humas, Selasa (10/12/2019)

Diketahuai acara yang berlevel nasional ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa IAIN Palopo, namun juga dihadiri perguruan tinggi PTKIN lainnya, seperti UIN Sumatra Utara, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, UIN Alauddin Makassar, IAIN Samarinda dan IAIN Pontianak. (Humas)

09
Dec
2019

Humas- Dalam mengubah pandangan mahasiswa yang menganggap pramuka hanya pandai bertepuk, bernyanyi dan berkemah, dari itu Racana Sawerigading Simpurusiang Pramuka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar seminar pendidikan dengan tema “Bongkar Pesrpektif Mahasiswa Terhadap Gerakan Pramuka di Era 4.0”, Senin (9/12/2019)

Acara yang berlangsung di Auditorium Phinisi IAIN Palopo, dihadiri dari berbagai pesereta baik SMP, SMA maupun mahasiswa se-Kota Palopo. Hadir Pembina Racana, kaka Abu Bakar SPd dan Pembina Gugus Depan Simpurusiang, Dra. Hj Nur Syamsi.

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin, menyampaikan sambutannya, bahwa di era milenial tidak sebaiknya pemikiran tersekat, dibatasi dengan pemahaman yang sederhana.

“Saat ini memang banyak anggapan parmuka hanya pandai bernyani dan berkemah. Ada juga yang mengatakan sumpah dalam pramuka tidak mengatasnamakan Allah, namun yang sebenarnya itu bukan sumpah tapi janji pramuka.” jelas kaka Majelis Pembimbing Harian (Mabihari) IAIN Palopo itu.

Menurutnya saat ini diperlukan digital thingking bagaimana berpikir kritis sebagaimana cirri abad ke-21 yakni komunikasi, inovasi dan kreativitas. Hal ini harus dimiliki setiap organisasi agar organisasi tersebut tetap tren agar tidak tergilas oleh zaman.

Ada pun seminar ini diisi oleh, Sekertaris Kwartil Cabang Palopo, Mursalim SAg dengan bahasan “Pramuka Pendidikan”, Ketua DKD Sulsel, Marsaha SE, “Pramuka Keseluruhan”, Mabihari Pramuka IAIN Palopo, Dr. Muhaemin “Pramuka dalam pandangan Islam” dan Ketua Dewan Putra Putri Pramuka IAIN Palopo. (Humas/jn)