07
Jul
2020


Humas- Untuk meningkatkan mutu pendidikan mahasiswa, Unit Pengembangan Bahasa IAIN Palopo gelar tes TOEFL dan TOAFL secara online dengan bekerja sama UIN Malang.

Pelaksanaan tes dilakukan secara online ditempat masing-masing. Sebanyak 132 peserta mengikuti tes tersebut terdiri sebagian besar mahasiswa IAIN Palopo dan mahasiswa dari Makassar. Selasa 7 Juli 2020.

Menurut Kepala Unit Pengembangan Bahasa IAIN Palopo, Dr. Syahraeni, M.Hum, tes TOEFL dan TOAFL ini bekerja sama dengan Pusat Bahasa UIN Malang, dimana pendaftaran dimulai sejak 16 – 30 Juni 2020 dan pelaksanaan tesnya pada 7 Juli 2020.

“Sebelum pelaksanaan ujian serentak pada pukul 09.00, sebelumnya telah dilakukan simulasi agar dipastikan tes para peserta berjalan lancar dan tes ini merupakan langkah awal kerja sama UIN Malang.” tutur Dr. Syahraeni. (Humas IAIN Palopo)



04
Jul
2020



Humas- Wujud simpati atas musibah lonsor di kelurahan Battang Barat Kota Palopo, Keluarga Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo inisiasi menyalurkan bantuan sejumlah paket sembako dan pakaian layak pakai, Jum’at, 3 Juli 2020.

Bantuan itu diterima langsung Ketua RT 3 RW 2, Petrus, Battang Barat lokasi longsor. Disampaikannya ucapan terima kasih pada kampus IAIN Palopo atas bantuan yang disalurkan, bahwa apa yang telah diberikan sangat dibutuhkan pada warga yang terdampak bencana longsor sekitar 60 KK.

“Terima kasih pada keluarga besar IAIN Palopo atas bantuannya, tanpa bantuan-bantuan yang diberikan kami tidak bisa berbuat apa-apa pada warga kami.” ucap Petrus.

Ada pun bantuan yang diserahkan dari pihak kampus diinisasi Lasiz IAIN Palopo dan sejumlah sumbangan dari dosen dan tenaga pendidik berupa uang dan pakain layak pakai sekitar 4 karton.

“Alhamdulilah bantuan ini telah tersalurkan sesuai arahan Rektor IAIN Palopo, tentunya kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan duka bagi warga yang terkena langsung bencana ini.” kata Warek Bidang Keuangan dan

Perencanaan, Dr. Ahmad Syarief Iskandar.

Ia juga mengajak pada masyarakat yang mempunyai bahan pangan dan pakaian yang berlebih dapat juga memberikan pada korban bencana longsor.

Sementara itu apresiasi disampaikan Warek Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat dan Warek Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin atas partisipasi tenaga pendidik dan kependidikan IAIN Palopo, yang pada kesempatan itu turut menyalurkan bantuan didampingi Kabag Keuangan dan Kabag Umum serta Ketua BEM IAIN Palopo. (Humas IAIN Palopo).



04
Jul
2020



Humas- Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah menggelar webinar nasional  dengan narasumber Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) 28 Februari 2018 – 8 Juni 2018. Prof. Yudi Latif, MA., PhD.

Webinar mengusung tema “RUU-HIP dan Prospek Politik dan Ketatanegaraan Islam dalam Bingkai Pancasila dan UUD 1445” dihadiri sekitar 250 partisipan atau sekitar 64 perguruan tinggi se Indonesia.

Webinar yang berdurasi sekitar dua jam itu cukup berjalan lancar, awalannya Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, menyampaikan sambutan, apresiasi disampaikannya pada Prodi HTN bahwa apa yang telah berlangsung ini merupakan kejutan karena Prof. Yudi Latif sendiri merupakan salah satu dosen pembimbing tesisnya.

Mengacu pada tema yang diangkat, mengingatkan gagasan-gagasan Cak Nur, bagaimana gagasan politik dalam ketatanegaraan dalam beragama. Untuk itu melalui webinar ini, seyogyanya mampu mengendalikan dan mengembalikan semangat nilai-nilai utama yang digagas oleh bapak bangsa kita.

Rektor juga mengutip salah satu tulisan Prof. Yudian Wahyudi, Ketua BPIP saat ini, jangan sampai prubahan yang terjadi tidak membawa kita pada perubahan mana pun, atau jangan pandai memulai namun tak pandai mengakhiri.

Senada Prof. Yudi Latif, menyampaikan apresiasi pada Prodi HTN yang di bawah pimpinan Dr. Anita Marwing selaku Kaprodi. Dalam mengupas tema webinar itu ia mengatakan bahwa sistem RUU seharusnya fokus pada sosialisasi pancasila itu sendiri.

“Pancasila sebagai dasar filosofi Negara memiliki cakupan yang luas untuk itu RUU seharusnya fokus pada pengaplikasian pancasila, karena pancasila telah disepakati bersama sebagai dasar Negara RI, bukan malah memperentasikan dirinya yang tidak sejalan dengan pancasila” kata Prof. Yudi.

Menurut Prof, pancasila mengatur hubungan horizontal yang dimaknai kegotongroyongan, dalam artian saling  menghormati, saling mencintai dan membantu satu sama lain. Pancasila sebagai moral publik, mengandung nilai-nilai moral sebagai pandangan hidup juga sebagai sumber dari hukum Negara. “Jadi luas demensi pancasila itu, namun jika dikatakan ideologi itu artinya sempit” terangnya. (Humas)



01
Jul
2020



Humas- Sebanyak 142 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) diyudisium secara virtual, 1 Juli 2020. Merupakan yudisium gelombang pertama tahun 2020 dengan menghadirkan 7 peserta yudisium terdiri dari masing-masing Program Studi.

Dari laporan Wikil Dekan (Wadek) Bidang Akademik FTIK, Dr. Munir Yusuf, jumlah mahasiswa diyudisium sebanyak 142 orang itu tersebar 7 Prodi yang ada di fakultas.

Terdiri 29 orang Prodi Manajemen Pendidikan Islam, 36 orang Pendidikan Agama Islam, 5 orang PIAUD, 28 orang Tadris Matematika, 24 orang Pendidikan Bahasa Inggris, 11 orang PGMI dan 9 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, dalam sambutannya menyampaikan selamat pada seluruh lulusan. Dimana kelulusan itu merupakan subuah proses yang telah dilalui dengan sungguh-sungguh dan tak lupa dorongan dari berbagai pihak utamanya orang tua.

Untuk itu Rektor mengingatkan agar para lulusan kembali memaknai tahapan pendidikan selama di kampus dengan suatu prinsip sarjana memiliki Keterampilan/pengetahuan, Kemandirian dan Karakter.

Sebagai sarjana, sejatinya pandai menempatkan diri di tengah masyarakat, “saling menasehati karena saat ini banyak yang saling nyinyir di social media, menggunakan platform media yang tidak positif, menyinyir kelemahan-kelemahan orang lain atau pemerintah, untuk itu sebagai sarjana kita dituntut memperkuat literasi media” ucap Rektor.

Menurutnya, sarjana dimaknai sebagai suri tauladan di tengah masyarakat dengan menggunakan media yang benar dan selalu memberikan solusi setiap permasalahan.

Sementara itu arahan Dekan FTIK, Dr. Nurdin K, menyampaikan selamat kepada sarjana pendidikan milenial, diingatkannya bahwa setiap zaman memiliki tantangan karena itu tantangan saat ini adalah kecanggihan teknologi.

Diyakini sarjana IAIN Palopo dapat memanfaatkan teknologi secara sehat seperti menjadikan teknologi itu mengajar via daring (dalam jaringan) di tengah pandemi. Namun ada pula sebagian larut dengan kelalaian teknologi.

“Sarjana pendidikan milenial yang keluar dari kampus IAIN Palopo tentu berbeda, karena sarjana yang keluar dari kampus ini adalah orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah dan selalu beristiqomah.” kata Nurdin.

Yudisium virtual yang digelar di lantai II FTIK itu, dihadiri para Wadek, Kaprodi, Kabag FTIK dan sejumlah tenaga pendidik serta orang tua wali peserta yudisium di kediaman masing-masing. (Humas IAIN Palopo)



25
Jun
2020



Humas- Pada acara Yudisium virtual Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, meminta pada mahasiswa yang telah menyandang sarjana agar tetap tawadhu’. Kamis, 25 Juni 2020

Dalam mengawali sambutannya, Rektor menyampaikan selamat pada seluruh lulusan. Sebagai seorang sarjana yang memiliki beckground islami tidak pantas jika keserjanaanya menjadikan dia sombong atau cepat puas dengan apa ia raih. Lulusan harus memahami hakikat rangkaian tahapan pendidikan selama di kampus IAIN Palopo.

Namun dari pada itu, berprinsip memiliki nilai 3K, yaitu: Keterampilan/pengetahuan, Kemandirian dan Karakter. Sebagai sarjana FUAD, sejatinya pandai menempatkan diri di tengah masyarakat, lulusan yang Islami dirindukan keberadaannya.

Sesuai dengan sabda Rasulullah Saw, bahwa sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain, “Kherunnas anfa’uhum linnas”. Karena itu kata Rektor, berilah manfaat sebanyak-banyaknya utamanya di masa pandemi ini.

Dekan FUAD, Dr. Masmuddin, yang mengukuhkan 34 mahasiswanya yang terdiri, Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam 16 orang, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam 11 orang, Prodi Sosiologi Agama sebanyak 6 orang dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 1 orang.

Ia juga berpesan agar para lulusan dapat mengaplikasikan ilmunya dengan sebaik-bainya pada masyarakat luas dan menjaga nama baik almamater.

Ada pun kesan dan pesan disampaikan oleh Nurul Amirah lulusan terbaik dari Prodi BKI dengan IPK 3,67. (Humas IAIN Palopo)



24
Jun
2020
22
Jun
2020




Humas- Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Palopo menyudisium 42 mahasiswanya, itu disaksikan para Wakil Dekan (Wadek) FEBI, Ketua Prodi dan sejumlah dosen.

Acara berlangsung di Aula Rapat FEBI lantai I, dengan menghadirkan dua perwakilan peserta yudisium merupakan lulusan terbaik dari Program Studinya, Rama dari Perbankan Syariah dengan IPK 3.82 dan Verra Asis Andi, Ekonomi Syariah. 3.80.

Prosesi yudisium diawali dengan pembacaan surat keputusan Dekan tentang nama-nama peserta yudisium 21 Juni 2020 yang dibacakan oleh Wadek Bidang Akademik FEBI, Dr. Ruslan.

Dilanjutkan pengukuhan, pembacaan naskah yudisium oleh Dekan FEBI, Dr. H. Ramlah. Melalui itu ia melaporkan jumlah peserta yudisium kali ini sebanyak 42 orang terdiri dari Prodi Ekonomi Syariah sebanyak 17 orang dan Perbankan Syariah 25 orang.

Puji syukur dan selamat disampaikannya pada seluruh peserta yudisium dimana pada hari ini menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE). selaku pimpinan Fakultas ia berharap agar para lulusan dapat menjaga nama baik almamater.

Diungkapkannya, berdasarkan arahan Rektor, bahwa semua kegiatan akademik tetap berjalan dimasa pandemi, karena itu yudisium ini merupakan kali pertama dari yudisium sebelumnya.

“Walau begitu, yudisium ini meruakan tanda saudara berhak mendapatkan gelar sarjana dengan harapan ilmu yang telah didapatkan diaplikasikan secara luas, baik itu pada keluarga maupun pada bangsa.” ucap Ramlah.

Mengakhiri arahannya, ia berpesan agar para lulusan agar selalu bersyukur dan menjaga sikap pada kedua orang tua, karena dorongan dan dukungan kedua orang tualah hingga dapat seperti sekarang ini.

Melalui itu juga, Rama, Prodi Perbankan Syariah, sebagai perwakilan menyampaikan kesan dan pesan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh dosen, tenaga pendidik dan teman saling bahu membahu hingga dapat meraih gelar sarjana di kampus tercinta.

“Walau banyak rintangan kami hadapi, baik dari pembelajaran, penelitian dan pengabdian itu untuk menjadikan kita lebih baik.” terangnya.

Karenanya, para teman seperjuangan yang masih pada proses penelitian untuk tidak pantang menyerah meski pun di masa pandemi, dan untuk para junior agar tetap semangat menjalankan proses pembelajaran.

Pesannya, selama masa pembelajaran agar tetap menghormati dosen-dosen, karena tanpa ridonya ilmu tidak berberkah. “untuk itu para dosen agar memaafkan kami pula jika selama perkuliahan ada hal yang menjadi kesalahan.” tutup Rama. (Humas IAIN Palopo)



12
Jun
2020

Humas–Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo saat ini tengah menerima mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang telah dibuka sejak 1 Mei hingga 30 Juni 2020.

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, M.Ag, Kamis 9 Juni 2020 kemarin menyebutkan untuk penerimaan MABA pihaknya membuka tiga jalur, yakni melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan islam Negeri (SPAN-PTKIN). Kemudian ada juga Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) serta jalur mandiri.

“Tahun ini, kami menyediakan sekitar 2.000-an kursi dari tiga jalur yang disediakan,” sebutnya.

Untuk jalur SPAN kata dia, telah dilaksanakan April lalu dimana menerima mahasiswa berprestasi sebanyak 347 orang. Sementara jalur UM-PTKIN saat ini tengah berlangsung sejak 1 Mei yang rencananya akan ditutup 30 Juni 2020 mendatang. Jalur UM-PTKIN sendiri, menyediakan kuota sebanyak 1920 kursi.

“Sementara untuk jalur mandiri nantinya untuk memenuhi kursi yang kosong dari jalur penerimaan SPAN dan UM-PTKIN, rencananya dibuka akhir Juni mendatang,” ungkapnya.

Dijelaskan Pirol, secara kelembagaan IAIN Palopo merupakan transformasi atau alih status dari STAIN Palopo yang pada awal pendiriannya merupakan fakultas cabang dari IAIN Alauddin Makassar (sekarang UIN Alauddin). IAIN Palopo bertransformasi menjadi institut dari sekolah tinggi yang digelar tahun 2014 lalu. Hal tersebut berdasarkan Perpres nomor 141 tahun 2014. “Bahkan saat ini kita juga telah memasukkan proposal perubahan status dari Institut menjadi universitas pada akhir desember 2019,” terangnya.

IAIN Palopo sendiri, kata dia, memiliki visi “Terkemuka dalam integrasi keilmuan berciri kearifan lokal”. Dalam visi ini terkandung harapan yang sangat relevan dengan jati diri sebagai manusia Indonesia. Kenyataannya, orang Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Sehingga orang Indonesia seharusnya dapat mengintegrasikan elemen-elemen tersebut menjadi jati diri khas Indonesia sekarang ini.

Dengan begitu, seharusnya orang Indonesia sangat sadar bahwa kesukuan, agama yang dianut, dan profesinya menyatu menjadi jati dirinya. Jelasnya, terintegrasi keislaman, keilmuan atau peradaban, dan keindonesiaan dalam satu nafas yang harmoni sebagai jati diri manusia Indonesia.

Untuk peningkatan akademik kampus, pihaknya melakukan berbagai inovasi dengan sejumlah program, seperti mengintegrasikan kepesantrenan dalam tradisi akademik kampus. Dimana Para mahasiswa melalui Ma’had al-Jami’ah atau Pesantren Kampus yang memperoleh pelajaran kepesantrenan, seperti penguatan Metode Baca Tulis al-Quran dan Bahasa Arab serta ilmu-ilmu keislaman dasar lainnya.

“Bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman luar negeri, terdapat program KKN internasional. Tentunya bekerjasama dengan beberapa lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Selain itu lanjut Pirol, untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas dosen, jumlah dosen ditingkatkan melalui penerimaan dosen tetap PNS dan Bukan PNS. Untuk peningkatan kualitas, pihaknya memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar, untuk kegiatan penelitian serta presentasi dan publikasi ilmiah nasional-internasional. Mereka ini didorong untuk studi lanjut S3 dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, saat ini sekitar enam orang dosen kita lanjut studi S3 di luar negeri, seperti Inggris, Canada, New Zealand dan Australia,” tukasnya.(ich)

12
Jun
2020

Humas- Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo kembali membuka penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung sejak 2 Juni hingga 15 Agustus 2020 mendatang.

Direktur Pascasasarjana IAIN Palopo, Dr. Zuhri Abu Nawas, Lc.,MA kepada Palopo Pos, Selasa 9 Juni 2020 kemarin menyebutkan bahwa adapun keberadaan program Pascasarjana IAIN Palopo salah satu bentuk tanggung jawab IAIN Palopo dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Program pascasarjana ini diharapkan melahirkan pakar di bidangnya masing-masing,” sebutnya.

Dikatakannya, untuk program Pascasarjana IAIN Palopo sendiri, itu membuka tiga program studi. Yakni, Program Studi Pendidikan Agama Islam, program studi Hukum Islam, serta program Studi Manajemen Pendidikan Islam.

Menariknya, kata dia, gelar yang didapatkan sama dengan jurusan umum lainnya hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 33 Tahun 2016, gelar bagi magister alumni Pascasarjana IAIN Palopo adalah M.Pd untuk Program Studi Pendidikan Islam, Magister Hukum (MH) bagi program studi Hukum Islam (Ahwal Syakshiyah).

“Untuk program Studi Manajemen Pendidikan Islam bergelar M.Pd,” ungkapnya.

Diungkapkan Zuhri, untuk tenaga dosen, IAIN Palopo telah memiliki sebanyak lima puluh lebih berkualifikasi Doktor. Dua orang di antaranya berpredikat Guru Besar, yakni Prof. Dr. H.M. Said Mahmud, Lc.,MA, yaitu Guru Besar di bidang Filsafat Islam. Kemudian Prof. Dr. Hamzah K, M.H.I, Guru Besar di bidang hUkum Islam.

Untuk pengembangan akademik, Pascasarjana telah menghadirkan pakar atau guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Agama Ternama, seperti UIN Jakarta, UIN Malang, PTIQ Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri MAkassar, UIN Makassar, dan berbagai perguruan lainnya.

“Setiap tahunnya, frekuensi kuliah dari pakar dan dosen tamu terus ditingkatkan, sehingga setiap buLan akan dihadirkan satu orang pakar dari perguruan-perguruan tinggi ternama di tanah air. Tapi karena Corona, kemungkinan kita jajaki dengan model Webinar,” sebutnya.(ich)

11
Jun
2020




Humas–Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo bekerjasama dengan Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar Web Seminar (Webinar) yang diikuti sivitas akademik IAIN Palopo dengan menggunakan aplikasi zoom dan youtube, Selasa 9 Juni 2020.

Adapun Webinar tersebut menghadirkan pembicara Komisioner KPPU RI, DR M Afif Hasbullah, SH, MH.Hum, Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag serta Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hilman Pujana, SE, MH. Yakni, dengan mengambil tema “Pengawasan Persaingan Usaha dalam Masa Pandemi Covid-19.

Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag yang membuka acara Webinar menyebutkan bahwa, pihaknya merasa bersyukur karena KPPU bekerjasama IAIN Palopo meggelar Webinar secara bersam-sama. Untuk itu, pihaknya melakukan berbagai persiapan, tentunya dapat diikuti oleh sivitas akademika IAIN Palopo.

“Mahasiswa kita ada 8.500 orang, tapi suasana di kampus saat ini dalam keadaan sepi, semuanya berada di rumah masing-masing, seperti kampus-kampus lainnya, perkuliahan pun digelar secara daring,” sebutnya.

Dikatakan Pirol, terkait dengan persaingan usaha, sebagai lembaga pendidikan, pihaknya mengajak agar prodi-prodi yang ada terkait dengan persaingan usaha memberikan edukasi seperti apa ekonomi yang dijalankan Nabi Muhamammad SAW.

“Bagaimana Rosululloh ketika menjalankan usahanya dilakukan secara sehat, mencontohkan sifat tolong-menolong, membantu sesama serta fastabikul khoirot,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner KPPU RI, DR M Afif Hasbullah, SH, MH.Hum mengungkapkan peran dan tugas pemerintah tentunya sangat penting dalam mengatur roda ekonomi agar tidak terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Dapat dilakukan dengan kebijakan-kebijakan yang diatur dalam undang-undang atau regulasi-regulasi yang ada.

Selain itu, pihaknya juga mengajak IAIN Palopo untuk melakukan riset bersama seperti apa hukum dan bagaimana sisi ekonominya. Perguruan Tinggi Agama ini sangat penting keberadaanya, apalagi memiliki Prodi Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, serta Prodi-prodi terakit lainnya.

“Nah keilmuan ini berhubungan dengan persaingan usaha,” ujarnya.(ich)