13
Jan
2020






Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)







Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)







Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)







Humas- Program Sudi (Prodi) Matematika IAIN Palopo menawarkan prodak matematika lewat pameran kewirausahaan yang di gelar di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (13/1/2020)

Pada pameran tersebt, dimulai dengan menampilkan tarian paduppa oleh mahasiswa matematika semester lima. Nur Rahma, SPdI MPdI, selaku dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan menyebutkan, bahwa pameran kewirausahaan ini sekaligus pengambilan nilai akhir semester.

Dikatakannya, bahwa mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah pilihan, dimana setiap mahasiswa dilatih untuk berwirausaha.

“Walau pun kewirausahaan ini tidak menjual pada umumnya, namun pada prodak ini dapat ditawarkan pada peserta didik. Semoga prodak-prodak yang ditawarkan ini terbaik untuk dimuat pada sasaran mengajar pada peserta didik SMP maupun SMA.” Harapnya.

Ketua Prodi Tadris Matematika, Muh. Hajarul Aswat, SPd, MSi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa prodi matematika sangat mengapresisi kegiatan ini, produk yang dihasilkan sangat berkesempatan di prodi matematika pada tahun ini.

Ia berharap prodi dan mahasiswa selalu sinergitas untuk saling menunjang pada hasil yang terbaik. Melalui pameran prodak ini, kata Muh. Hajarul Aswat, nantinya akan dipilih salah satu prodak yang terbaik untuk diusulkan hak kekayaan intelektualnya.

Ia juga meminta, pada semua prodak dimuatkan naskah kemuadian disatukan dalam satu file, untuk sewaktu-waktu dibuat oleh mahasiswa selanjutnya. (jn)



03
Jan
2020



Humas- Melalui upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-74, Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, mengajak seluruh civitas akademika IAIN Palopo pada tahun ini memfokuskan kemanan dan kebersihan kampus, Jum’at (3/1/2019)

Upacara dengan tema “Umat Rukun, Indonesia Maju” itu dilaksanakan di Palataran Aula Serba Guna IAIN Palopo. Selain civitas akademika IAIN Palopo diikuti pula sejumlah pramubakti STAIN/IAIN dan mahasiswa IAIN Palopo.

Rektor mengawali amanatnya dengan menyampaikan amanat Menteri Agama RI pada Peringatan Hari Amal Bakti ke-74 ini, yaitu mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan Daerah agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional.

Usai menyampaikan amanat Menteri Agama, Rektor mengajak dan mengingatkan kembali fokus IAIN Palopo kedepan, dimana tahun 2020 ini memfokuskan keamanan, kebersihan kampus dan mengupayakan cita-cita transformasi kampus ke UIN.

“Karena itu kita harapkan dengan program kebersihan dan keamanan dan tanggung jawab masing-masing pada unit kerja dapat menampakkan kampus kita layak menjadi UIN.” jelas Rektor.

Rektor menambahkan, bahwa dalam urusan administrasi, berprinsip zero keliru. Menurut Rektor tidak ada lagi toleransi kesalahan baik satu huruf dalam administrasi, baik surat maupun lainnya.

“Jadi mohon maaf jika ada urusan administrasi saya tidak tandatangani, ini juga sebagai sikap bagaimana dalam mencintai pekerjaan kita dengan kehati-hatian itu. Apa lagi dalam melihat masa kerja kita yang sudah bertahun-tahun.” tegasnya.

Kata Rektor, kita dapat meniru prinsip Menteri Keuangangan, yakni kesempurnaan. Apapun yang dikerjakan mengupayakan sempurna paling tidak mendekati kesempurnaan itu.

Upacara HAB kali ini juga disertai dengan Penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada dosen/pegawai yang telah mengabdikan diri selama 10 dan 20 tahun. (jn)



03
Jan
2020



Humas- Dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama RI, keluarga besar Institut Agama Islam (IAIN) Palopo menggelar zikir dan do’a bersama di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Jum’at (3/1/2020)

Zikir dipimpin Ketua Ma’had al-Jami’ah IAIN Palopo, Dr. Mardi Tawim dilanjutkan do’a oleh Prof. Dr. H. M. Zaid Mahmud. Kesempatan itu juga Rektor, Dr. Abdul Pirol, menyerahkan sejumlah cindera mata pada sejumlah pramubakti STAIN/IAIN Palopo.

Dalam sambutan Rektor, menyampaikan sebagai keluarga besar IAIN Palopo, bagaimana dapat membawa IAIN Palopo menuju UIN. Untuk itu Rektor meminta kerja sama pada seluruh elemen yang ada di IAIN Palopo untuk mewujudkan cita-cita bersama menuju universitas.

Diantara yang dapat dilakukan, kata Rektor, ialah menjaga kebersihan dan keindahan kampus. Ia berharap di tahun 2020 IAIN Palopo semakin maju dengan kurun waktu 4 tahun terakhir pembangunan kampus yang telah mencapai 100 M.

“Karena itu, dalam mewujudkan kampus kita lebih baik, mari kita saling mendukung, setiap tugas dan fungsi dapat berjalan masing-masing baik yang ada di fakultas maupun yang ada di prodi.” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa setiap mahasiswa harus memiliki penasehat akademik dan penasehat akademik itu harus aktif mendampingi mahasiswanya, mendengar keluh kesah maupun membantu mahasiswa kita hingga sukses.

“Mahasiswa kita diayomi dan diberikan pelayanan yang terbaik. Kita berharap pelayanan kita kedepan lebih baik lagi.” tutup rektor.

Diketahui dari laporan Ketua Panitia HAB ke-74, Dr. Baderiah, kegiatan zikir dan do’a ini adalah kegiatan terakhir acara HAB setelah didahului dengan beberapa rangkaian acara sebelumnya.

“Acara ini berjalan dengan baik, tak lain dari kepercayaan dan dukungan keluarga besar IAIN Palopo dan bantuan para sponsor.” Imbuh ketua DWP IAIN Palopo itu. (jn)



31
Dec
2019

Humas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo mengukuhkan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan PAI tahun 2019, pengukuhan oleh Rektor IAIN Palopo yang diwakili Dekan FTIK, Selasa (31/12/2019)

Pengukuhan ini berlangsung di Aula Rektorat IAIN Palopo, dihadiri Kepala Biro AUAK, Dr. H. Muhdin, sejumlah pejabat Fakultas, dosen dan tenaga kependidikan IAIN Palopo.

Usai mengukuhkan ke 31 mahasiswa PPG, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Nurdin K, menyampaikan sambutannya, bahwa mahasiswa kali ini yang dikukuhkan patut bersyukur.

Kata Dr. Nurdin, kelulusan ini merupakan salah satu rezeki. Ada pun mahasiswa yang belum lulus itu mungkin memiliki rezeki lain diluar sana dan semoga dapat lulus pada ujian selanjutnya.

Melalui itu juga, ia menyampaikan rasa syukur pada tim kerja PPG dapat mensukseskan PPG yang pertama kali ini dilaksanakan di IAIN Palopo.

Ia menilai, PPG di IAIN Palopo cukup sekses melihat persentase kelulusan lebih banyak dari yang belum lulus, kata dia, di tempat lain banyak yang memiliki persentase ketidak lolosan lebih banyak dari yang lulus.

Kesempatan itu juga, Rektor, Dr. Abdul Pirol, menyampaikan sambutannya via video, agar peserta yang telah lulus terus belajar dan belajar, menjadi guru yang profisional yang sesuai dengan disiplin ilmu.

“Semoga mampu menjadi pionir di tengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi.” harap Rektor.

Diketahui dari laporan Ketua PPG LPTK IAIN Palopo, Munir Yusuf, SPd, MPd dari total 55 peserta, 2 diantaranya tidak mengikuti lokakarya. “Sebanyak 53 peserta mengikuti kegiatan PPG hingga akhir, 31 yang lulus lebihnya belum lulus, sebanyak 22 orang.” bebernya.

Munir Yusuf mengatakan, yang belum lulus itu menjadi catatan bagi pelaksana PPG yang selanjutnya akan dimaksimalkan lagi.

Dalam pelaksanaan PPG tersebut, lokakarya yang diikuti selama 5 minggu, dilanjutkan PPL di sekolah yang telah bekerja sama dengan FTIK, “kami menyampaikan terima kasih pada dosen pembimbing yang telah sedia mendampinggi hingga selesai.” imbuh Munir.

Ada pun kesan dan pesan peserta PPG yang diwakili, Muh. Hadir, bahwa selama mengikuti PPG ini, semuanya berkesan. Menurutnya seluruh peserta layaknya saudara, bercanda bersama. Ia berharap persaudaraan tetap terjalin meskipun nantinya akan kembali ke lokasi masing-masing.

“Mewakil seluruh teman-teman, kami menyampaikan terima kasih pada civitas akademika IAIN Palopo dan terkhusus pada dosen pembimbing.” singkatnya. (jn)

27
Dec
2019

Humas- Dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan tenaga kontrak/honorer, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, evaluasi tenaga kontrak dalam perbaikan penghasilan dan mewujudkan rasa kepemilikan kampus.

Rapat yang dipimpin Kepala Biro AUAK IAIN Palopo, Dr. H. Muhdin, didampingi Kabag Umum, Moh. Kasim, SAg dan Kasubbag Kepegawaian, Muh. Akbar, SH MH di Aula Rektorat itu, menyampaikan hal terkait kinerja perpanjangan kontrak bagi honorer lingkup IAIN Palopo di tahun 2020.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi pimpinan, yakni Rektor IAIN Palopo, bahwa pengaturan honor bagi tenaga kontrak, akan dievalusi dalam perhitungannya. Menurutnya ada lima aspek penilaian yang menjadi tolak ukur insentif honorer.

“Tahun ini ada pertimbangan-pertimbangan, untuk menyesuaikan intensif itu, baik dari segi keterampilan khusus, jenjang pendidikan, segi pengalaman dan berapa lama masa pengabdian maupun tunjangan keluarga seberapa persen tanggungannya. Nantinya juga akan digunakan aplikasi untuk mengukur itu, layaknya aplikasi e-SMS PNS.” ucap Kepala Biro.

Katanya, ini adalah analisis bagiamna mewujudkan kesetaraan dan keadilan yang tidak jauh beda pada PNS. Harapnya, para tenaga honorer ada kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas dan fungsi serta memiliki rasa bangga sebagai keluarga besar IAIN Palopo

Melalui itu juga, Kepala Biro (Kabiro) menyampaikan beberapa poin yang telah disampaikan Asesmen beberapa waktu lalu, bahwa kedepan tidak ada lagi pejabat struktural namun yang ada fungsional. Kabar baiknya pejabat fungsional memiliki penghasilan tambahan.

Sementara arahan Kabag Umum, Moh. Kasim, SAg. Ada pun evaluasi ini, adalah hal yang baru, tenaga kontrak diminta tidak kaku, ia berharap agar menjaga kompetensi dan berusaha meningkatkan kompetensi itu. (Humas/jn)

23
Dec
2019




Humas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dan Balitbang Keagamaan Makassar teken Memorandum of Understanding (MoU) dalam optimaliasai produk ke-LITBANG-an dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinngi.

Penendatanganan itu, dilakukan langsung Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, H. Saprillah, MSi, dan Rektor IAIN Palopo diwakili WR Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat, di Aula Rektorat IAIN Palopo, Senin (23/12/2019)

Pada kesempatan itu, juga dirangkaikan dengan kuliah umum, hadir sejumlah pimpinan fakultas, dosen dan tenaga kependidikan. WR Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat, menyampaikan selamat datang kepada Kepala Balitbang di kampus IAIN Palopo yang mempunyai visi terkemuka dalam integrasi keilmuan berciri kearifan lokal.

Disampaikannya, publikasi dan penelitian IAIN Palopo beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan, dari 58 PTKIN di Indonesia kampus ini menempati urutan ke lima dalam publikasi karya ilmiah.

WR berharap, dengan kehadiran Balitbang dapat memberi motivasi teman-teman dosen terkait penelitian dan menjadi trigger untuk melakukan publikasi.

“Ditahun 2020 kami berharap publikasi meningkat, dengan 40-50 judul penelitian tahun ini, semoga kemudian melahirkan karya ilmiah bereputasi serta membangun sebuah riset yang kalaboratif sesuai agenda riset geagamaan.” imbuhnya.

Sementara kuliah umum yang disampaikan Kepala Balitbang Keagamaan Makassar, H. Saprillah, MSi, mengungkapkan, bahwa saat ini Balitbang telah memiliki jurnal sinta 2 dan telah melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Harapnya, IAIN Palopo dapat ikut meramaikan hal ini dapat saling berkalaborasi sesuai yang diharapkan.

Disampaikannya, perkembangan penelitian hari ini tidak hanya melihat dua titik, kualitatif dan kuantitatif, meneurutnya kedua penelitian itu berlaku umum. Penelitian saat ini bagaimana berpikir berbeda dari sebelumnya.

“Abdul Rahman seorang ahli penelitian mengatakan, sebagai seorang peneliti hendaknya berpikir sebegai intelektual organic, bagaimana berpikir menyelamatkan personality kita. Saat ini ada dua area pada ruang kerja penelitian, yaitu ruang perubahan sosial dengan dihadapkan pada fenomena matinya sang pakar.” ucapnya.

Saat ini dihadapkan deangan pengetahuan yang klir dengan tidak lagi mengambil landasan dari teori atau sang pakar tadi. Seorang dapat percaya apa yang diangga benar tanpa mengetahuai secara rill, secara langsung ia hanya mempercayai dengan data-data dari digital dengan isu-isu yang banyak.

“Sebagai akademisi, sebagai intelektual yang sesuai dalam Al-Qur’an yakni bagaimana keberpihakan adil meskipun dengan keluarga, dunia intelektual harus bergerak dengan berpikir pada level yang adil dengan kesadaran organic dengan intelektualitas dengan cara berpikir menyelesaikan masalah secara bersama.” imbuh H. Saprillah. (Humas/jn)



23
Dec
2019




Humas- Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Palopo kembali melaunching satu judul buku yang berjudul “Cerita Anak Dari Sulawesi Selatan” yang di launching secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh WR Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat di Aula Serba Guna IAIN Palopo, Senin (23/12/2019)

Dari laporan panitia, launching buku ini merupakan pentas seni anak usia dini diakhir tahun dengan rangkaian kegiatan, tari kreasi anak, fashion show, gerak dan lagu yang diikuti peserta PIAUD se-Kota Palopo.

“Ada pun launching buku merupakan karya mahasiswa PIAUD semester 5, dan alhamdulilillah acara ini dapat terselenggara yang tak lain didukung dengan berbagai pihak.” sebut Ketua Panitia.

WR Bidang Akademik Dr. H. Muammar Arafat, memulai sambutannya menyampaikan ucapan selamat hari ibu pada seluruh peserta yang hadir, bahwa hari ibu yang baru saja diperingati pada tanggal 22 kemarin.

Ia juga menyampaikan selamat kepada Prodi PIAUD, berdasarkan SK BANPT program studi PIAUD IAIN Palopo telah terakreditasi. “ini kabar baik, menuju PIAUD yang unggul. Apresiasi kami sampaikan pada acara ini, dimana salah satu acara dapat terselenggara diakhir tahun ini, karena kita ketahui banyak yang telah berpikir untuk mencari tempat berlibur saat ini.” sambutnya.

IAIN Palopo terkemuka dalam integrasi keilmuan berciri kearifan lokal, sesuai dengan tema buku yang yang telah dilaunching yang sejalan dengan kearifan lokal di Silawesi Selatan, sebut WR.

Kesempatan itu juga, ia mengingatkan pada seluruh peserta yang hadir, untuk membatasi penggunaan gadget pada anak usia dini, menurutnya penggunaan gadget yang tak terkontrol mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kalaupun dalam tahap pemakaian juga diawasai. Kata WR sembari membuka pentas seni itu. (Humas/jn)



21
Dec
2019





Humas- Pemeritah Kota Palopo dan berbagai pihak mendukung Isntitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo beralih status menuju Unversitas Islam Negeri (UIN), sebagaimana dalam pembinaan tata kelola organisasi menuju UIN di Aula Rektorat, Sabtu (21/12/2019)

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Transmigrasi Kota Palopo, Dr. Ilham Tahar, menyampaikan hal terkait dukungan pemerintah Kota Palopo kepada IAIN Palopo menuju UIN, yang tertuang dalam paparannya, sinergitas pentahelix dalam pembangunan transpolitan yang maju dan sejahtera guna terwujudnya IAIN Palopo menuju UIN.

Dijelaskannya, bahwa pemerintah kota mendukung penuh IAIN Palopo ke universitas, yang tak lain jika beralih status akan terbuka program-program studi baru, misalnya program studi peternakan yang sangat dibutuhkan dan berpotensi di Tana Luwu.

Sementara Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama, Drs. H. Afrizal Zen, kesempatan itu menyampaikan beberapa potensi IAIN menuju UIN, yang dimulai dari dasar hukum PP Nomor 46 Tahun 2019 Tentang Pendidikan Tinggi hingga PMA Nomor 15 tahun 2014 Tentang perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan.

Menurutnya, dalam perubahan bentuk PTKIN, memiliki dasar yang mencakup kebutuhan masyarakat, kebutuhan pembangunan nasional, pengembangan ilmu pengetahuan dan pertumbuhan jumlah mahasiswa.

Diungkapkan pula persyaratan wajib perubahan bentuk PTKIN, hal ini kebutuhan masyarakat dan rencana pengembangan bidang keilmuan, yang telah ada pada IAIN Palopo berdasarkan dukungan pemerintah daerah, IAIN Palopo menuju UIN dapat dengan mudah terwujud.

“Melalui prosedur yang ada, tim pengembangan mutu menguji kelayakan, baik dari segi geografis, persentasi berdasarkan data yang telah memungkinkan UIN, serta visitasi. Jika telah mengikuti prosedur dan telah menguji visitasi kemampuan, maka IAIN menuju UIN dapat diwujudkan.” imbuh H. Afrizal Zen. (Humas/jn)



20
Dec
2019

Dr. Muhaemin MA
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
(Opini)

Ajaran Islam memberikan perhatian yang besar terhadap budaya literasi yaitu budaya membaca, menulis, menghitung, memecahkan masalah dan merespon informasi. Al-Qur’an telah mengetengahkan pentingnya literasi sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. al-‘Alaq [96]: 1-5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)”

Perintah Iqra’ harus dimaknai secara mendalam bahwa kita diperintahkan membaca, meneliti, mengkaji, menghitung dan menulis. Al-Qur’an juga menyebut seperangkat peralatan kegiatan baca-tulis, seperti, kata midad (tinta), qalam (pena), qirthas (kertas), lauh (batu tulis), raqq (lembaran) dan shuhuf (helai kertas). Kesimpulannnya, itu semua menandakan bahwa al-Qur’an ingin menekankan terhadap budaya baca tulis agar betul-betul terbumikan dalam masyarakat.

Menurut ulama tafsir, kata iqra’ pada ayat  tersebut bermakna luas, perintah membaca bukan hanya bagi Nabi Muhammad Saw tetapi seluruh individu, kelompok dan masyarakat. Ayat  ini memiliki pesan bahwa iqra’ adalah salahsatu pintu untuk meraih ilmu pengetahuan, pengalaman dan informasi. Dengan bekal iman dan ilmu maka manusia akan menuju derajat taqwa.

Perintah membaca dan menulis bukan hanya terdapat dapat surah al-Alaq. Pada sejumlah ayat lain terdapat kalimat yang mendorong manusia untuk selalu berpikir. Seperti ungkapan, afala ta’qilun (apakah kalian tidak berpikir), afala tatafakkarun? (apakah kalian tidak berpikir), afala tatadabbarun? (apakah kalian tidak mengambil hikmah), serta beberapa ungkapan lain yang mirip dengan makna ayat-ayat tersebut.
  1. Literasi al-Qur’an
    Spirit literasi sebagai pondasi menuju taqwa adalah literasi al-Qur’an. Seorang ulama pernah menggugah kesadaran jamaah dengan mengajak umat Islam agar lebih banyak membaca kalamullah selain kalamunnas. Hal ini dapat dipahami karena membaca al-Qur’an selain memberikan pahala juga dapat menambah pengetahuan dan ketenangan pikiran dan jiwa. Allah SWT berfirman yang artinya
    “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30). Rasulullah saw dalam berbagai hadis memberikan motivasi dalam literasi al-Qur’an. Sebagaimana contoh dalam hadis yang artinya :
    “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim). Literasi al-Qur’an harus dimulai dari keluarga. Pembiasaan membaca al-Quran sejak dini menjadi kegiatan penting yang harus menjadi perhatian para orangtua. Literasi al-Qur’an juga harus dibiasakan di lingkungan Pendidikan.
  2. Literasi hadis
    Selain literasi al-Qur’an, maka diharapkan kaum Muslimin mengajak putra-putrinya untuk banyak membaca hadis-hadis Nabi. Selain itu perlu memperkenalkan kitab-kitab hadis seperti sahih Bukhari, Sahih Muslim, sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, Sunan at-Tirmidzi, sunan an-Nasa’i, maupun kitab-kitab hadis lainnya.
    Dengan kemajuan teknologi saat ini, maka akses informasi terhadap kitab hadis ini juga dapat diakses secara online. Diharapkan dengan dengan membaca hadis akan mempertebal rasa keimanan, menambah wawasan keislaman akhirnya lahirnya pengamalan ajaran Islam yang berbasis ilmu. Tentu saja agar hasil yang dicapai lebih maksimal, maka pada saat membaca kitab hadis perlu didampingi guru, pembimbing atau orangtua.
  3. Meraih taqwa dengan tradisi Literasi
    Membudayakan literasi bukanlah perkara mudah di era modern saat ini. Banyak godaan yang muncul seiring dengan semakin canggihnya aplikasi atau program yang tersedia dalam HP/Ponsel. Namun orang yang bertaqwa akan mampu mengatur waktu dengan baik sehingga kebiasaan membaca terus terjaga. Ada yang membuat program membaca setiap selesai shalat fardhu, ada yang membuat program dengan membaca sebelum tidur dan adajuga yang membuat program ODOJ one day one juz ( satu hari satu juz).
    Masyarakat Muslim yang memiliki tradisi literasi yang kuat pada akhirnya akan memiliki spirit ibadah dan spirit bekerja yang lebih baik ketimbang mereka yang malas membaca. Orang yang memiliki kebiasaan membaca biasanya akan lebih arif dan dewasa serta mampu menahan diri dalam berbagai situasi. Hal ini merupakan sikap orang yang bertaqwa.
    Para Sahabat dan alim ulama memberikan uswah hasanah dalam budaya literasi. Mereka banyak membaca dan melahirkan Karya karya yang dapat dibaca hingga hari ini.
    Mari kita membiasakan diri kita untuk banyak membaca al-Qur’an, hadis dan ilmu lainnya sehingga kita mampu menjadi insan muttaqin. Semoga Allah SWT meridhai kita semua. Aamiin.

17
Dec
2019




Humas- Melalui Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Rektor, Dr. Abdul Pirol selaku Pembina upacara sekaligus membuka porseni Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama RI tahun 2020.

Pembukaan porseni HAB ditandani dengan penyerahan bendera porseni HAB yang diserah oleh Rektor kepada Ketua Panitia HAB 2020, dimana selaku kepanitaan HAB tahun ini ialah Dharma Wanita Persatuan (DWP). Melalui itu juga Rektor menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat.

Dalam amanat Rektor, ia berharap di akhir tahun ini LPJ dan administrasi lainnya dapat segera diselesaikan dan dirampungkan dengan kesempurnaan yang berdasarkan kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab sesuai prinsip budaya kerja Kementerian Agama (Kemenag).

Mencermati prinsip budaya kerja Kemenag, bagaimana melihat lagi makna yang tersirat. Yang tidak hanya melihat tugas dan fungsi namun lebih dari itu bagaimana menyelesaikan tanggung jawab yang seharusnya wajib diselesaikan dimanapun dan kapanpun.

“Tanggung jawab juga hubungan batin, bagaimana kita dapat menyelesaikan hal itu ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.” tegas Rektor.

Ia juga mengingatkan ditahun mendatang keamanan dan kebersihan agar lebih dimaksimalkan hal ini juga amanah Inspektoral Jenderal Kementerian Agama. Perlunya memaksimalkan pengamanan melihat jumlah mahasiswa yang hampir mencapai 9.000 orang.

“Perlu mengidentifikasi hal-hal yang mencakup kemananan mulai dari hal yang sepele. Antisipasi yang dimaksud ialah antisipasi kehilangan barang dilingkup kampus, itu dapat mengecek apakah CCTV berfungsi dengan baik, maupun antisipasi jika sewaktu-waktu misalkan ada kebakaran itu dapat diatasi dengan mengecek alat pemadam kebakaran, apakah berfungsi dengan baik pula.” tambah Rektor.

Baiknya semua bagian dari kampus stand by dan mengkoordinir segala kemngkinan-kemungkinan yang ada. Terkait kebersihan diperlukan juga antisipasi pada semua bagian, melihat dan menyelesaikan hal-hal yang memungkinkan diselesaikan tanpa harus menunggu orang lain untuk menyelesaikan itu.

Menutup amanatnya, Rektor mengajak segenap elemen kampus untuk merasa memiliki sembari mengingatkan budaya leluhur orang Luwu, Sipakainge, Sikamali dan Sipakatau. (Humas/jn)