08
Sep
2022

IAIN Palopo – “Jika Sosok Ayah saya sebagai Inspirasi untuk melanjutkan studi dalam Program S3, Ibu saya lah yang menjadi alasan kuat untuk saya harus bisa selesai secepat mungkin, saya takut jika seandainya ibu saya tidak ada di samping saya saat sidang promosi” ujar Musdalifa Nihaya (8/9/2022).

Alasan itu menjadi kekuatan besar Musdalifah, saat melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang telah ujian promosi (2/9/2022).

Sosok Musdalifah Nihaya, Kelahiran Ujung Pandang, 30 Agustus 1990, menjadi inspirasi bagi para ibu rumah tangga dan para generasi muda. Dia mampu menunjukkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan Dan Keguruan.

Musdalifah, menyelesaikan studi doktoralnya di kampus UIN Alauddin dengan konsentrasi Ilmu Pendidikan dan Keguruan, dengan judul disertasi “Pengembangan Media Online Ruang Konselingku dalam Layanan Konseling Islami Peserta Didik di SMA Athirah Makassar.

Musdalifah bahkan lulus dengan menyabet Predikat Cumlaude (IPK 3,94) dengan waktu yang ditempuh dalam penyelesaian studi hanya 2 tahun 6 bulan 2 hari (tergolong sangat cepat) Bahkan menjadi tercepat kedua dari seluruh angkatannya.

Menjadi hal yang tidak biasa karena Musdalifah adalah seorang ibu rumah tangga, mampu melanjutkan studi di tengah kesibukan yang sehari-harinya mengurusi 5 orang anak. Tidak mudah bagi Ibu 5 orang anak ini dalam menyelesaikan studinya, berbagai dinamika kehidupan berderet-deret datang disela sela fokusnya dalam menyusun dan menyelesaikan disertasinya.

Bahkan selama proses penyelesaian studi ia sempat melahirkan sebanyak dua kali. selain mengurus suami yang dalam proses pemulihan ia juga mengurus anak-anaknya sendiri tanpa ART (Asisten Rumah Tangga) empat di antaranya masih balita.

“Awal semester saya harus kehilangan sosok ayah tercinta untuk selama lamanya yang menjadi inspirasi dalam melanjutkan pendidikan. Selang beberapa bulan saat ayah meninggal suaminya harus menjalani operasi besar sebanyak 3 kali dikarenakan retina pada matanya terlepas, butuh waktu berbulan-bulan untuk mengurusi dan mendampingi dalam pemulihannya” ucap Ifah, sapaan akrabnya.

Anak kelima dari Prof. Dr. H. Nihaya M., M.Hum, (Ketua STAIN Palopo 2010-2014) itu sempat merintis dan menjalani usaha jualan kue kering dan Frozen food secara online di sela-sela waktunya pada masa melonjaknya pandemic.

Kesuksesan Musdalifah di bidang akademik tidak lepas dari peran orang-orang terdekatnya seperti suami, keluarga, saudara dan sahabat-sahabatnya. Terutama Ibunda tercinta yang menjadi alasan kuat untuk sesegera mungkin menyelesaikan studi dan meraih gelar doktornya.

Musdalifah berpesan dalam mengejar mimpi atau cita-cita dimulai dengan niat yang ikhlas bahwa memulai sesuatu itu bukan hanya untuk diri sendiri tapi dapat bermanfaat bagi keluarga dan orang-orang sekitar. Kata Ifah, tantangan saat ini bukan menjadi alasan kita untuk berhenti meraih cita-cita. Teruslah berproses, fokus hingga kelak tanpa sadar kita sudah meraih apa yang kita impikan. (rls)

Leave a Reply

Works with AZEXO page builder