04
Sep
2022

IAIN Palopo – Kepala Seksi Jaminan Mutu Direktorat PTKI Kementerian Agama RI, Dr. H. Abdul Mukti Bisri, sampaikan orasi ilmiah dengan tema “Tantangan Pendidikan Islam Era Digital” pada Pembukaan Kuliah Semester Gasal Tahun Akademik 2022/2023 bertempat di Auditorium Phinisi IAIN Palopo, Jum’at, 2 September 2022.

Pembukaan kuliah digelar secara online dan offline. Diikuti sekira 700 orang secara offline dari unsur Pimpinan, tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa IAIN Palopo.

Rektor IAIN Palopo, Prof Dr Abdul Pirol, MAg, mewakili sivitas akademika menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran H. Abdul Mukti Bisri untuk menyampaikan orasi ilmiah.

“Kehadiran beliau sekaligus melihat perkembangan IAIN Palopo” ucap Rektor saat menyampaikan sambutan.

Rektor juga menyampaikan jumlah mahasiswa baru IAIN Palopo tahun ini yakni sebanyak 1.218 orang. Bertambahnya mahasiswa tersebut, sehingga dapat ditotalkan mahasiswa IAIN Palopo telah mencapai angka 8.000 orang. Angka tersebut sudah melampaui salah satu syarat untuk menjadi UIN, dimana syaratnya minimal 3.000 mahasiswa.

Harapan besar IAIN Palopo segera beralih status UIN agar dapat membuka akses lebih luas pada masyarakat Tana Luwu dan menjadi harapan bersama serta perhatian IAIN Palopo untuk meningkatkan akses pendidikan pada lulusan SMA/MA/SMK tiap tahunnya di Tana Luwu yang mencapai 15.000 orang.

Sementara itu, orasi ilmiah yang disampaikan Kepala Seksi Jaminan Mutu Direktorat PTKI Kementerian Agama RI, Dr. H. Abdul Mukti Bisri, menyebutkan tantangan pendidikan Islam disebakan adanya revolusi industri, perubahan teknologi, ekonomi dan globalisasi teknologi komunikasi.

Tantangan berikutnya dunia pendidikan, penyediaan jasa pendidikan dalam WTO; Cros border supplay, menawarkan kuliah melalui internet, online degree, kedua comsumption abroad, mahasiswa balajar PT di luar negeri, ketiga comercial presence kerja sama lembaga pebdidikan dan tempat presence of natural persosns yaitu pengajar asing mengajar di lembaga pendidikan lokal.

“Persoalan lain, mindset masyatakat tentang pendidikan yang bermutu belum terbentuk dengan baik, beberapa sekolah atau lembaga pendidikan kita belum siap termasuk perangkat-petangkatnya.” paparnya.

Mengutip Alvin Toefler, yang meramalkan bahwa dalam globalisasi akan memunculkan adanya perubahan yang luar biasa akibat gelombang teknologi komunikasi. Menurut dia ancaman globalisasi tersebut harus disikapi. Sehingga ini menjadi salah satu tantangan pendidikan Islam yang harus dihadapi.

Solusi lain, mencari peluang untuk pemanfaatan globalisasi bagi peningkatan kemajuan bangsa, meningkatkan SDM dan membangun karakter, “mendorong sektor ekonomi dan sosial budaya untuk meningkatkan daya saing bangsa” imbunya.

Pembukaan kuliah berakhir penyerahan cindera mata oleh Rektor Kepada H. Abdul Mukti Bistri dan pembacaan pengunjung perpustakaan terbaik oleh Kepala Perpustakaan IAIN Palopo, Madehang, MPd. (Humas)

Leave a Reply

Works with AZEXO page builder