14
Sep
2021

#KarebaHumas -Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag secara resmi membuka pembekalan sekaligus pelepasan Kontingen IAIN Palopo yang mengikuti Pekan Olahraga Riset dan Ornamen Seni se Indonesia Timur (POROS INTIM) II di Aula Rektorat Lantai III, Balandai, Senin, 13 September 2021.

POROS INTIM kali ini dilaksanakan IAIN Sultan AMAI Gorontalo pada 20-25 September 2021. Diikuti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia Timur, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat IAIN Palopo seperti Wakil Rektor I Dr. H. Muammar Arafat, S.H., MH, Wakil Rektor II Dr. Ahmad Syarief Iskandar, S.E,.MM, Wakil Rektor III Dr. Muhaemin, MA, Direktur Pascasarjana, para dekan fakultas, dan lainnya.

Prof Pirol dalam sambutannya memberi semangat kepada kontingen IAIN Palopo yang ikut POROS INTIM II. Karena kegiatannya baru akan berlangsung pada 20 September pekan depan, masih ada kesempatan latihan untuk memperkuat kemampuan diri.

”Pesan saya, jaga kesehatan, jaga fisik, olahraga, perkuat skill, dan lihat contoh pertandingan secara daring. Kalau perlu karantina. Semoga membawa hasil terbaik,” terang Rektor.

Sebelumnya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Palopo, Dr. Muhaemin, MA selaku Ketua Kontingen melaporkan, karena pandemi Covid-19 dan Gorotalo selaku tuan rumah zona merah, maka hanya cabang lomba riset dan ornamen seni yang dipertandingkan. Sedang olahraga tidak.

Kontingen IAIN Palopo yang ikut kegiatan ini sebanyak 32 orang. Mereka mengikuti lomba secara daring di kampus IAIN Palopo. Cabang lomba yang diikuti antara lain vlog youtube, karya ilmiah ilmu pendidikan Islam, karya inovasi media pembelajaran, debat bahasa Inggris, debat bahasa Arab, debat konstitusi dan lainnya.

Dr. Muhaemin juga memperkenalkan satu per satu kontingen IAIN Palopo. Sebelum acara ditutup, Rafli Saputra yang merupakan kontingen cabang lomba pop solo Islami putra, tampil menghibur hadirin.

14
Sep
2021

KarebaHumas— Pemerintah Kabupaten Luwu dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo melakukan penandatanganan kesepakatan bersama hibah barang milik daerah, berupa sebidang tanah seluas 11 hektar.

Adapun kegiatan tersebut dilakukan oleh Bupati Luwu, Dr. dr. H. Basmin Mattayang, M.P.d yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Sulaiman, MM bersama Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag di Aula Serba Guna IAIN, 7 September 2021. Disaksikan langsung para wakil rektor, dekan serta pejabat IAIN lainnya.

Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag saat membuka acara, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa, pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Luwu, Bapak Bupati, Sekda dan lainnya atas dukungan terhadap IAIN untuk terus berkembang, termasuk alih status menjadi UIN.

“Alhamdulillah untuk lahan, minimal 20 hektar, kita sudah penuhi, di Palopo sekitar 10 hektar lebih, kemudian ada bantuan dari Pemkab Luwu sekitar 11 hektar lebih,” ujarnya.

Perubahan menuju UIN tentu sangat penting adanya untuk mendukung pengembangan wilayah SDM maupun SDA di wilayah Tana Luwu. Karena jika sudah alih status menjadi universitas, maka dapat membuka prodi-prodi umum lainnya.

“Tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat, akses untuk pengembangam SDM dan SDA, lulusannya kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Luwu, Dr. dr. H. Basmin Mattayang, M.Pd melalui Sekda, Drs. H. Sulaiman, MM, menyampaikan, dalam hal pengembangan pendidikan, Pemkab Luwu sangat berkomitmen untuk menjadikan sektor tersebut sebagai prioritas pembangunan. Dimana Kabupaten Luwu mengalokasikan anggaran sebesar 40 persen dari total APBD.

Setiap anak wajib belajar 12 tahun, tentunya didukung dengan bantuan keuangan dan bantuan perlengkapan. Baik untuk siswa maupun sarana dan prasarana sekolah.

Salah satu pula bukti konkrit untuk pendidikan tinggi, pihaknya menandatangani kesepakatan bersama tentang hibah barang daerah Kabupaten Luwu berupa sebidang tanah seluas kurang lebih 11 hektar kepada IAIN Palopo. Pihaknya berharap dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sumber daya manusia di Tana Luwu dan Sulsel.