07
Jun
2021

#KarebaHumas – Dalam rangka mendorong keterbukaan informasi pada badan publik, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menekan kerja sama dengan Komisioner Komisi Informasi Propinsi (KIP) Sulsel, penandatanganan nota kesepahaman itu bertempat di Aula Serbaguna IAIN Palopo, Jum’at, 04 Juni 2021.

Penandatanganan dilakukan Rektor, diwakili Wakil Rektor III, Dr. Muhaemin, dan Ketua KI Sulsel, Pahir Halim. Hadir pada kesempatan itu Kepala Biro AUAK, Dr. Muhdin, Para Dekan, Kepala UPB, Ketua LP2m dan Kabag Akademik IAIN Palopo. Dari KI Sulsel turut hadir, Andi Taddampali,  Benny Mansyur,  Fawziyah Erwin, dan Dr Haerul Mannan.

Dalam sambutan Warek III, Dr. Muhaemin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para komisioner KIP Sulsel di kampus hijau, ia mengawali pertemuan dengan memberikan selayang pandang tentang IAIN Plaopo dan capaian-capaian yang telah diraihnya.

“Semoga ke depan kerja sama ini saling bersinergi pada program yang disetujuai, utamanya dalam keterbukaan informasi”, ucap Dr. Muhaemin.

Kesepakatan bersama yang tertuang pada Memorandum of Understanding itu, meliputi:
1.    Sosialisasi dan kuliah umum tentang regulasi keterbukaan informasi publik.
2.    Pengembangan literasi keterbukaan informasi publik melalui seminar, stadium generale, diskusi, workshop/lokakarya.
3.    Monitoring dan evaluasi layanan informasi.
4.    Bimbingan teknis layanan informasi publik dan penyelesaian sengketa informasi.
5.    Pemagangan dan praktik kerja lapangan.
6.    Pelaksanaan penelitian.
7.    Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia.
 
Usai penandatanganan kerja sama yang juga dilakukan antara Fakultas Syariah IAIN Palopo dengan KI Sulsel, Fahir Halim, menyampaikan sambutannya sekaligus mensosialisasikan berbagai regulasi tentang keterbukaan informasi publik. Salah satunya tentang implementasi undang-undang No 14 tahun 2008 tentang pelayanan informasi publik oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Pahir Halim melanjutkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu amanat reformasi, dengan berkembangnya paradigma keterbukaan sebagai buah dari demokrasi, maka negara hadir untuk mengatur perihal keterbukaan informasi yang terdapat pada badan publik.

“Perubahan paradigma tentang keterbukaan nafasnya ada pada badan publik, baik badan publik negara maupun non-negara, karena merekalah yang menguasai informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, itulah salah satu urgensi hadirnya PPID” pungkasnya. (jn)

07
Jun
2021

#KarebaHumas – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag mengukuhkan sebanyak 491 wisudawan pada wisuda periode I tahun 2021 di gedung auditorium Phinisi IAIN Palopo, Rabu (02/05/21).

Wisuda kali ini digelar secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di samping itu, dilaksanakan dengan 4 sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 – 11.30 Wita dan sesi kedua pada pukul 13.00 – 16.00 Wita.

Dalam sambutan al-jami’ah Rektor, ia menekankan bahwa wisudawan saat ini menjumpai era di mana perubahan adalah satu kemestian “Ini adalah perpindahan abadi yang menentukan masa depan. Berubah atau punah,” ujarnya.

“Tidak ada pilihan kecuali kemampuan adaptif dengan zaman, menjadikam diri tetap relefan dengan perkembangan teknologi yang sedang dan yang akan terjadi,” sambungnya.

Senada dengan itu, dalam kesempatan yang sama, Prof, Dr. Mansyur Ramly, SE, M.Si dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, perlunya sarjana menempa diri agar menjadi ahli yang berkelas internasional. “Untuk IAIN Palopo, Sumber daya manusianya atau sarjananya harus menjadi ahli berkelas internasional agar bisa bersaing di zaman ini,” ujarnya.

Tak hanya untuk wisudawan, mantan Rektor UMI itu juga menekankan pentingnya para dosen dan segenap tenaga kependidikan meningkatkan kapasitas akademik terus menerus.

“Tenaga pendidik juga harus merubah paradigma, apakah dosen sudah mengecek baik-baik apakah ilmu yang diajarkan kepada mahasiswa sudah benar-benar diverifikasi bahwa itu adalah informasi ilmiah dan tidak ada keberhasilan jika sendirian, zaman ini menuntut kita harus kolaborasi dengan berbagai pihak,” sambungnya.

Tema wisuda kali ini adalah, “Refocusing dan Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi Islam Di Era Disrupsi dalam Tatanan Kehidupan Baru (New Normal Life)”.