14
Apr
2021

#KarebaHumas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo mengundang Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten se-Tana Luwu, diantaranya: Pemda Luwu, Kota Palopo, Kab. Luwu Utara dan Pemda Kab. Luwu Timur dalam acara Focused Group Discussion (FGD)  yang bertajuk, “Sinergitas Menuju Badan Layanan Umum (BLU) IAIN Palopo”.

Acara tersebut diselenggarakan di Aula Hotel Value Kota Palopo, 12 April 2021. Selaku narasumber Kepala Biro Keuangan dan BMN Sekjen Kemenag RI, H. Moh. Ali Irfan, SE, MM, MAk. dan Kepala Sub Bagian PNBP BLU Wilayah 3, ibu Lili.

Mengawali sambutan Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, menyampaikan selamat datang kepada narasumber dan tamu undangan di Kota Palopo, bahwa focused group discussion ini dimaksudkan untuk bersama-sama mempelajari bagaimana BLU ini dapat segera diaplikasikan di IAIN Palopo.

“dalam perkembangannya IAIN Palopo sedang mengusul UIN, telah divisitasi beberapa minggu yang lalu oleh Tim alih status Kemenag, dan saat ini sementara melengkapi syarat-syaratnya.” ucap Rektor.

Dirinya menambahkan bahwa tujuan FGD ini, merupakan bagian usaha bersama dalam mewujudkan UIN, dan tata kelola manajemen BLU nantinya dapat menguntungkan dan dalam mengembangkan PT, “untuk itu kami berharap masukan ide dari Pemda” imbuhnya.

Kepala Biro AUAK IAIN Palopo, Dr. H. Muhdin, selaku Ketua Panitia, mengatakan, bahwa FGD ini diharapkan pencerahan terkait cara mengidentifikasi aset-aset yang dapat menghasilkan dan kerja sama, “sehingga harapannya, Pemda se-Tana Luwu dan IAIN Palopo dapat bersinergi.” singat Dr H Muhdin.

Kepala Biro Keuangan dan BMN Sekjen Kemenag RI, H. Moh. Ali Irfan, mengatakan bahwa secara teknis, ada beberapa perubahan setelah institusi berubah menjadi BLU, Misalnya dalam pelaporan keuangan, ketika institusi sudah menjadi BLU, laporan keuangan harus di audit oleh lembaga eksternal. Hal ini sebagai bentuk terwujudnya tata kelola institusi/organisasi yang bagus.

Berkaitan dengan proses pengajuan BLU, ia menjelaskan bahwa yang perlu disiapkan oleh institusi dalam proses pengajuan BLU adalah estimasi kinerja keuagan berdasarkan perhitungan unit cost secara detail. Hal ini sangat penting, karena proses tersebut digunakan untuk meminimalisir risiko keuangan di masa depan.

Perguruan tinggi pada akhirnya berusaha tidak bergantung pada pemerintah agar menjadi lebih mandiri, dicontohkannya bahwa, PT harus pandai mencari peluang dalam bidang usaha dan kerja sama yang baik pada Pemda

Pola pengelolaan keuangan BLU, memberikan fleksibilitas dalam rangka pelaksanaan anggaran, termasuk pengelolan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, dan pengadaan barang/jasa. Kepada BLU juga diberikan kesempatan untuk mempekerjakan tenaga profesional non PNS serta kesempatan pemberian imbalan jasa kepada pegawai sesuai dengan kontribusinya. (jn)