18
Mar
2021

#KarebaHumas – Pembukaan kuliah dan orientasi studi mahasiswa Pascasarjana IAIN Palopo angkatan ke-18 tahun akademik 2020/2021, resmi dibuka, digelar secara virtual, Kamis, 28 Maret 2021.

Orientasi ini, Pascasarjana mengundang Dr. Fatmaridha Sabani, M.Ag, sebagai pembawa orasi ilmiah yang bertema, “Manajemen Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan dalam Masa Pandemi Covid-19”.

Dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, dirinya menyambut baik mahasiswa Pascasarjana angkatan ke-18, “selamat bergabung dan menjadi bagian dari kampus IAIN Palopo” sambut Rektor melalui zoom meeting.

Disampaikannya, IAIN Palopo sebagai suatu lembaga pendidikan yang juga memiliki keterbatasan, tapi tidak mengundurkan niat sivitas akademika dalam mewujudkan kampus unggul dan maju di Indonesia Timur.

“Sebagai mahasiswa IAIN Palopo dalam pengembangannya Terkemuka dalam Integrasi Keilmuan Berciri Kearifan Loka. hal ini bagaimana mengintegrasikan keilmuan antara sains dan wahyu dan dapat dipadukan pada kearifan lokal atau warisan budaya.” ungkapnya.

Ia berharap, mahasiswa baru angkatan ke-18 berinisiatif dalam studinya, yakni rajin membaca juga memanfaatkan teknologi yang ada.

Dilaporkan Direktur Pascasarjana IAIN Palopo, Dr. H. Muh. Zuhri Abu Nawas, jumlah mahasiswa pada angkatan 18 sebanyak 47 orang, Prodi PAI 10 orang, Prodi MPI 24 orang dan Prodi Hukum Islam sebanyak 13 orang.

Dari 47 mahasiswa baru, ia mengajak untuk berkalaborasi untuk mewujudkan pascasarjana yang unggul, diawali dengan program-program unggul, dan pengelolaan penelitian yang bebas dari plagiasi.

“Sepatutnya kita berbangga, karena saat ini 3 program studi baru Pascasarjana yang sedang diajukan sudah disubmit, yaitu Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ekonomi Syariah dan pendidikan Bahasa Inggris,” ungkap Dr. Zuhri.

Disampaikan pula, saat ini prodi Manajemen Pendidikan Islam dan Hukum Islam tengah penyusunan borang akreditasi. kesempatan itu dirinya juga menyampaikan pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri.

Dan penjelasan terkait budaya akademik Pascasarjana IAIN Palopo disampaikan Ketua Prodi MPI, Dr. Hasbi, M.Ag, serta kebijakan pimpinan IAIN Palopo dipaparkan Rektor IAIN Palopo. (Humas)

18
Mar
2021

#KarebaHumas – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, peringati Isra Mi’raj, 17 Maret 2021 di Masjid Alauddin IAIN Palopo, yang digelar pengurus Masjid dan Ma’had Al Jamiah IAIN Palopo.

Acara yang digelar secara offline dan online tersebut dibuka oleh Rektor IAIN Palopo, Prof .Dr. Abdul Pirol, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan do’a.

Dihadiri secara offline, Wakil Rektor I, III, Kepala Biro AUAK, Dekan Fasya dan sejumlah tenaga pendidik, kependidikan ada pula perwakilan mahasiswa dan 140 peserta yang mengikuti secara virtual/online. Selaku pembawa hikmah Isra Mi’raj, Prof. Dr. H. M. Said Mahmud, Lc., MA.

Mengawali sambutan Prof. Dr. Abdul Pirol, dirinya menyampaikan apresiasi kegiatan sederhana namun bermakna tersebut. Dikatakannya peringatan Isra Mi’raj ini merupakan moment penting, diketahui dalam Isra Mi’raj banyak momen penting yang menjadi acuan dalam kehidupan.

“Isra Mi’raj ini bisa dikatakan stating point, salah satu hikmahnya awal mula diperintahkannya kaum Muslim mengerjakan shalat. Shalat ini adalah kunci untuk meraih kebaikan dunia mau pun akhirat, disebutkan dalam salah satu hadits, Shalat adalah kunci dari semua kebaikan,” ucap Rektor IAIN Palopo.

Dirinya mengungkapkan, bahwa banyak lagi hadits maupun ayat Al-Qur’an tentang pentingnya shalat, karena itu Rektor mendukung upaya unit Ma’had Al Jamiah dalam peningkatan kelancaran mengaji dan mengkaji Al-Qur’an pada mahasiswa IAIN Palopo.

Sementara itu Hikmah Isra Mi’raj, yang disampaikan Guru Besar IAIN Palopo, Prof. Dr. H. M. Said Mahmud, mengungkapkan bahwa tujuan dari Isra Mi’raj, adalah memperlihatkan kebesaran Allah swt. Dan menyadarkan tujuan manusia di dunia.

Diungkapkan pula, hikmah Isra Mi’raj, dari kemajuan ilmu saat ini, baik pada kemajuan ilmu bidang kedokteran, maupun teknologi transportasi. Diceritakan Rasulullah dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha, sebagian pendapat bahwa Rasulullanh menggunakan kendaraan Buraq, yang kecepatannya melampauai kecepatan cahaya.

Hal inilah yang berusaha diciptakan manusia saat ini, telah diciptakan kendaraan cepat seperti pesawat, meskipun tidak dapat menyamai.

Lebih lanjut, ditengah kemajuan ilmu manusia, kata Prof. Said, masih banyak yang menyalahgunakan ilmu tersebut dengan berbuat kejahatan. Menurut dia hal tersebut disebabkan tak hadirnya iman pada seseorang. Dari pantauan humas, acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu diakhiri dengan dialog atau tanya jawab, antara pembawa hikmah Isra Mi’raj dengan peserta. (humas)