29
Oct
2020

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo telah mendapat dukungan penuh dari Walikota Palopo, Drs. H.M. Judas Amir M.H.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Walikota Palopo dalam bentuk video sebagai salah satu syarat IAIN Palopo beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) di ruang rapat kantor Walikota Palopo, Jumat (23/10/20).

Terkait dukungannya tersebut, Walikota Palopo menyebutkan, selama ini Pemkot Palopo terus mendorong fasilitas-fasilitas pendidikan di Kota Palopo baik kampus, SMA, SMP, SD, maupun pendidikan usia dini sebagai Kota tujuan pendidikan.

“Jadi yang datang kuliah atau belajar di Kota Palopo ini bukan hanya warga Palopo saja, tapi banyak dari luar Kota Palopo ini, terutama IAIN Palopo ini sendiri tentu kami sangat mendukung untuk beralih status menjadi UIN, apalagi sebagai perguruan tinggi satu-satunya yang Negeri di Luwu Raya,” kata Judas.

Adapun Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Palopo, Dr. Masmuddin, M.Ag pada kesempatan ini menyampaikan, tujuan kunjungannya kali ini untuk meminta dukungan Walikota terhadap IAIN Palopo beralih status menjadi UIN Palopo.

“Karena salah satu syarat untuk menjadi UIN Palopo itu mendapat dukungan dari pemerintah daerah yang berada di Palopo dan sekitar Palopo juga,” ujarnya.

Selain hadir Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Palopo, juga dihadiri Direktur Palita TV IAIN Palopo, Aswan, S.Kom., M.I.Kom dan beserta Crew Palita TV.(*)

29
Oct
2020


Humas- Untuk Perguruan Tinggi (PT) maju dan mutu unggul, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo melakukan audit mutu internal tiap semester.

Dilakukan pada audit mutu internal ke dua tahun 2020, Jum’at, 23 Oktober 2020 yang dilakukan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan(FTIK), 26 Oktober 2020 audit di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwa (FUAD),  27 Oktober 2020 Fakultas Syariah dan terakhir audit mutu internal dilakukan di Pascasarjana, 4 November 2020.

Audit merupakan salah satu simpul dalam siklus penjaminan mutu IAIN Palopo, dimana Audit Mutu Internal merupakan proses pengujian yang sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di Perguruan Tinggi sesuai prosedur untuk mencapai tujuan institusi yang maju.

Sekertaris LPM IAIN Palopo, Dr. Masruddin, menyatakan, kegiatan ini adalah upaya untuk peningkatan mutu dan bukan penilaian. Maka, baik auditor maupun yang diaudit duduk pada sisi yang sama yaitu sisi untuk meningkatkan mutu institusi. Senin, 26 Oktober 2020.

Diterangkannya, audit mutu internal ini merupakan tindak lanjut audit mutu internal pertama tahun 2020 yang telah dilakukan sebelumnya, dimana tim audit diturunkan untuk melihat ketidak sesuaian hal ini yang dimaksud temuan mayor/pelangagran berat, atau temuan minor/pelanggaran ringan dan evaluasi.

“Audit kedua ini, untuk mengkonfirmasi apakah temuan-temuan ketidaksesuaian di semester pertama telah diindahkan dan sejauh mana perkembangan prodi-prodi maupun fakultas dari audit sebelumnya” papar Dr. Msruddin.

Audit yang dilakukan merupakan audit berbasis 9 kriteria dan 29 standar wajib perguruan tinggi dalam sistem penjaminan mutu internal. Masruddin melihat, pada audit kedua ini telah ada perkembangan, hal ini tidak ditemukannya lagi temuan secara signifikan.

Audit mutu internal ini merupakan program yang terus berlanjut dari tahun ke tahun. Masruddin, selaku sekertaris LPM juga selaku Asesor BAN-PT, berharap kualitas atau mutu IAIN Palopo juga meningkat dari tahun ke tahun.

Dekan Fakultas Syariah, Dr Mustaming, sangat merespon adanya program audit mutu internal dua kali dalam setahun ini, “Sangat baik, ini membantu penyelarasan program si Prodi dan fakultas untuk meningkatkan mutu yang mencakup Tridharma perguruan tinggi. (jn)