02
Oct
2020



Humas- Posko relawan IAIN Palopo resmi dibubarkan. Pembubaran ini dihadiri langsung pimpinan kampus hijau dan Kepala Desa Radda bersama jajarannya beserta warga di sekitar posko, Rabu (30/09/20) kemarin.

Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol M.Ag yang diwakili Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat S.H.,M.H mengungkapkan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah mengabdikan dirinya sebagai relawan di posko IAIN Palopo yang berjumlah kurang lebih 300 mahasiswa.

“Mereka semua ini digilir perpekannya, relawan IAIN Palopo inilah yang pertama terjun pascabanjir bandang dan mendirikan posko secara resmi 3 hari setelahnya, lalu pada hari ini mungkin posko relawan yang paling lama berdiri,” kata Muammar.

Deni Rahman selaku Koordinator Lapangan menyampaikan, selama didirikan, posko IAIN Palopo sejak 3 hari pascabanjir bandang Luwu Utara telah menyelesaikan banyak program kerja. Salah satunya membantu warga membersihkan kediamannya dari lumpur sisa banjir.

Sementara itu, Presiden BEM IAIN Palopo, Ari Putra Daliman yang juga selaku Penanggungjawab Posko Relawan IAIN Palopo menyebutkan, setelah kurang lebih 3 bulan posko ini berdiri ada banyak hal yang telah dilakukan dalam hal kemanusiaan

“Apapun itu, tak perlu kami sebutkan satu persatu yang jelas ini tak lepas dari tujuan tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian terhadap masyarakat,” sebutnya.

Adapun Kepala Desa Radda bersama jajarannya mengatakan, rasa terima kasihnya kepada segenap pimpinan kampus dan seluruh relawan mahasiswa IAIN palopo yang hingga kemarin masih tetap konsisten dalam aksi kemanusiaan.

“Kami sangat merasakan begitu besar kontribusi terhadap masyarakat Luwu Utara terkhusus kami warga Desa Radda,” tandasnya.



02
Oct
2020



Humas- Dua dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo terpilih sebagai perwakilan Asistensi Penguatan dalam Rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, 29 September 2020.

Pada kegiatan tersebut menghadirkan para penggiat Anti Narkoba dari Instansi Pemerintah dan swasta serta Perguruan Tinggi se Kota Palopo, IAIN Palopo juga mengutus perwakilan mengikuti kegiatan tersebut berdasarkan undangan dari BNN Kota Palopo.

Dua perwakilan dari IAIN Palopo tersebut terpilih, Dr. Magfirah dan Hardianto, S.H, M.H, itu berdasarkan surat tugas terlampir.

Kegiatan ini merupakan pelatihan untuk menjadi relawan di instansi masing-masing. menurut penjelasan, Hardianto, mereka mendapatkan 8 materi pelatihan di antara materi regulasi UU no 35 Tahun 2009, sangsi dan bahaya penyala gunaan narkotika, mengenal jenis-jenis narkotika dan pentingnya rehabilitasi.

“Selain itu dipaparkan pula pemanfaatan media sosial. Terkait tugas dan fungsi penggiat Relawan Anti Narkoba, pembuatan spanduk dan benner di Lingkungan Institusi masing-masing,” ucap Hardianto.

Sebagai relawan, menurutnya ada beberapa perencanaan yang akan dibuat di kampus IAIN Palopo sebagai tindak lanjut, diantaranya:

  1. Membuat pengurus relawan anti narkoba di lingkup IAIN Palopo melalui koordinasi dan petunjuk dari pimpinan yang di SK-kan Rektor.
  2. Mengadakan sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkotika kepada sivitas akademika IAIN Palopo bekerja sama dengan BNN.
  3. Mengadakan tes urine bila tersedia anggarannya dan bekerja sama pihak BNN Kota Palopo
    4.Membuat benner atau spanduk terkait bebas narkoba menyesuaikan visi misi IAIN Palopo bila mana anggaran Institusi tersedia. (hardi/jn)