16
Sep
2020



Humas- Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muh. Ali. Ramdhani, menyampaikan orasi ilimah pada pembukaan kuliah semester gasal tahun akademik 2020/2021 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Rabu, 16 September 2020.

Disampaikan Prof. Ali Ramdhani, tema orasi ilmiah tersebut menarik, “Digitalisasi Penyelenggaraan Akademik di PTKI menuju Smart Kampus Bagi Generasi Milenial”.

Dikatakannya, bahwa dunia saat ini mengalami era disrupsi yang harus membiasakan diri dengan aktivitas serba digital dan itu berdampak pada seluruh bidang, tanpa terkecuali di bidang pendidikan.

Beberapa hal menjadi isu utama pengembangan digitalisasi kampus, disisi lain ada berkah di masa pandemi, dimana semua berproses menempa diri, bahwa tidak ada yang impresif atau luar biasa pada aktivitas manusia apabila tidak dibantu dengan teknologi.

“Seorang insan di PT, menurut konsep pembelajaran di Unesco berpijak pada 4 hal: Pertama, leaning to now, kedua, leaning to do, pada ruang-ruang keterampilan dia harus mampu melakukan sesuatu, leaning to be, ketika dia menjadi mpemimpin tahu persis bagaiman seorang pemimpin dan keempat, leaning to living together, sadar sebagai manusia tidak mampu melakukan sendiri yang harus dilakukan bersama.” terangnya.

Namun menrurtnya di zaman ini 4 konsep tersebut tidak cukup, harus ditambahkan dengan how to lend, bagaimana saat ini kita harus disertai dengan kamampuan belajar cepat. Dipesankannya, untuk menjadi insan yang paripurna dalam pendidikan ialah tidak berhenti belajar dan belajar tidak hanya mono disipliner.

“Orang yang terpelajar adalah orang pemilik masa lalu , orang yang terus belajar adalah orang pemilik masa depan.” imbuh Prof. Ali Ramdhani.

Acara berlangsung Dalam Jaringan (Daring) tersebut sebelumnya dimulai dengan launching buku Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, “Pedoman Pembelajaran Daring IAIN Palopo”. Disampaikannya bahwa dilaunchingnya buku itu akan memudahkan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran daring.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini mau tidak mau aktivitas harus berjalan secara daring termasuk pembelajaran, untuk itu para mahasiswa tidak ada alasan gagap teknologi.

Menurut Rektor, literasi atau pengetahuan teknologi sangat penting di zaman ini tapi dengan dibarengi penggunaan yang sehat, hal ini, tidak sembarangan share konten-konten yang menimbulkan isu sara. (Humas)