11
Sep
2020



Humas- Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Nurdin K, menyampaikan nasihatnya usai menyudisium 87 mahasiswanya secara Virtual. Kamis, 10 September 2020.

Seremonial yudisium II 2020 FTIK berlangsung di Lantai II Aula Gedung FTIK dihadiri para Wadek, Kaprodi, Kabag FTIK dan sejumlah tenaga pendidik, perwakilan lulusan serta orang tua wali peserta yudisium di kediaman masing-masing.

Dari laporan masing-masing Ketua dan Sekertars Program Studi (Prodi) FTIK, 87 lulusan itu terdiri, sebanyak 6 orang Prodi Manajemen Pendidikan Islam, 18 orang Pendidikan Agama Islam, 2 orang PIAUD, 18 orang Tadris Matematika, 28 orang Pendidikan Bahasa Inggris, 5 orang PGMI dan sebanyak 10 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Dekan FTIK, Nurdin K, mengawali sambutannya, dirinya mengajak pada seluruh peserta acara Yudisium mendo’akan proses persentasi penguatan kelembagaan dari IAIN menjadi UIN yang sementara berlangsung di Jakarta oleh Rektor bersama rombongan.

Lanjut menyampaikan nasihatnya pada lulusan, menjadi sarjana pendidikan layaknya seorang guru yang profesional atau memaknai sebagai guru yang membimbing generasi bangsa untuk mengubah nasib mereka kearah yang lebih baik.

“Paling tidak dengan gelar sarjana itu mengubah nasib sendiri.” Pesan Nurdin K.

Ia berharap para lulusan tidak berhenti menempuh pendidikan pada jenjang S1 saja, lebih daripada itu terus berproses pada era kemajuan zaman.

“Sarjana pendidikan milenial yang keluar dari kampus IAIN Palopo tentu berbeda, karena memiliki kelebihan. Sarjana PTKIN memiliki pemahaman atau ilmu yang terintegrasi.” pungkas Nurdin.

Ada pun wisudawan terbaik Yudisium II 2020 FTIK: 1. Persella Aprilian Amrul, Prodi PAI, IPK 3,85 lama studi 4 tahun. Supri, Prodi PAI, IPK 3,83 lama studi 3 tahun 11 bulan dan Miftahul Jannah, Prodi Tadris Matematika, IPK 3,82 lama studi 3 tahun 10 bulan. (Humas)



Leave a Reply

Works with AZEXO page builder