10
Sep
2020


Humas- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dianggap telah layak bertransformasi atau alih status ke Universitas Islam Negeri (UIN). Itu diungkapkan oleh salah satu asesor, tim penilai.

Pada persentasi Penguatan Transformasi Kelembagaan dan Asessment Perubahan Bentuk PTKIN IAIN Menjadi UIN di Jakarta 08-10 September 2020 oleh Direktoral Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam RI.

Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, mepersentasikan proposal alih status IAIN Palopo menjadi UIN Palopo. Dipaparkannya kuantitas, baik berupa jumlah mahasiswa, guru besar, rasio dosen dan lahan meupun dari segi kualitas kampus.

Pada persentasi itu, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. H. Muammar Arafat, diungkapkannya melalui akun media sosialnya bahwa persentasi itu berjalan lancar dan salah satu asesor, Prof. Dede Rosyada, sangat mensupport dan mengatakan bahwa “IAIN Palopo sudah waktunya menjadi UIN”.

Selangkah demi selangkah maju menuju UIN, dari itu, Muammar menyampaikan apresiasi pada lingkungan sivitas akademika IAIN Palopo atas progresif kemajuan kampus.

Serta dukungan eksternal, Pemprov Sulsel, Walikota dan Bupati se-Tana Luwu, “dan terima kasih pula kepada Deputi Kelembagaan Kementerian PAN RB, Direktur PTKI dan Subdit Kelembagaan Kemenag. Mohon support dan do’a masyarat Tana Luwu.” Imbuhnya.

Lebih lanjut, berdasarkan prosedur setelah persentasi ini ada sejumlah tahapan lagi yang harus dilalui, seperti visitasi, sidang pleno, proses Kemenpan dan Presiden yang nantainya ditetapkan sebagai UIN melalui Keputusan Presiden (Kepres). (jn)