20
Jul
2020


Humas- Sejumlah mahasiswa pascasarjana IAIN Palopo turut ikut membantu warga terdampak bencana banjir bandang Luwu Utara. Salah satunya dengan mendirikan tempat ibadah warga berupa musala dengan ukuran 10m X 10m. Lokasi mushola tersebut berada di bagian atas kawasan pengungsi Meli.

Inisiator pendirian mushola, Hadrawi Kasma, Ketua Angkatan XVI Pascasarjana IAIN Palopo kepada Palopo Pos yang ditemui di lokasi, Sabtu petang 18 Juli 2020 menjelaskan perihal dibangunnya mushola yang pertama di lokasi pengungsi banjir bandang Lutra. Yakni, diawali saat melakukan kunjungan pertama kali ke lokasi pengungsi, ia dan sejumlah rekan-rekannya hanya sholat di atas tanah.

Untuk itulah, sekembalinya ke Kota Palopo, ia lalu menyampaikan kepada sejumlah rekan-rekannya sesama mahasiswa S2 untuk menggalang dana pendirian mushola di lokasi pengungsian.

Dengan modal seadanya, Awi, sapaannya bersama sejumlah rekan-rekannya mendirikan tenda di atas tanah kosong yang cukup datar, Sabtu siang 18 Juli 2020.

Jelang magrib, tenda telah terpasang, hanya saja penerangan masih belum maksimal masih menggunakan sentre. Barulah setelah Sholat Magrib, dibantu komunitas Batara Guru Airsoft (BSC) Lutim, untuk penerangan akhirnya bisa dipasang. Ada tiga bohlamlampu yang dipakai di mushola ini.

Hanya saja, kata Hadra, yang menjadi kekurangan saat ini adalah untuk pengeras suara adzan masih belum tersedia. “Siapa tahu ada donatur yang bersedia menyumbangkan pengeras suara, kami siap terima,” sebutnya.
Selain itu, soal tikar sholat juga masih dibutuhkan, dan jam dinding untuk mengetahui masuknya waktu sholat. (idr)