17
Jul
2020



Humas- Setelah melakukan evakuasi dan pendistribuasian logistik selama tiga hari pasca bencana Lumpur Masamba dan sekitarnya, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) IAIN Palopo melakukan pemetaan. Kamis, 16 Juli 2020.

Pemetaan tersebut berdasarkan petunjuk Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol yang dikoordinir Pembina Mapala IAIN Palopo, Amrul Aysar Ahsan, itu menjadi sumber informasi relawan lainnya. Dimana hasil pemetaanya dishare ribuan kali di media, baik di Whatsapp group, Instagram, Facebook dan lainnya.

Amrul, mengatakan bahwa berdasarkan pemetaan Mapala

IAIN Palopo di lokasi bencana dan pengalaman Mapala, maka siklus penanganan bencana akan menghadapi realitas tantangan beberapa hari kedepan:

  1. Lumpur yang sudah mulai mongering bila hujan tidak turun akan mendatangkan debu. Maka tantangan berikutnya selain logistik pangan, adalah ISPA (saluran infeksi pernafasan). Olehya itu, orientasi bantuan yang diberikan dapat berupa masker yang banyak.
  2. Lumpur basah jika hujan turun akan mendatangkan banyak penyakit seperti kolera, berasal dari lumpur basah bercampur dengan fases manusia, urine manusia, (Sanitasi yang buruk) dan mayat yg membusuk yg belum sempat dievakuasi.
  3. Sabun dan cairan disinfektan tuk basuh tangan dan kaki sepulang dari kegiatan mngantar bantuan dan evakuasi.

“Beberap titik, kami sudah mencium bau yang sangat busuk. pengadaan bantuan yang sangat berguna adalah sepatu boot dan sarung tangan karet” ucap Muhajir Ketua Mapala IAIN Palopo

Ia merekomendasikan, pengantaran bantuan langsung ke pengungsi sebaiknya dikurangi karena wabah penyakit seperti yg dikemukakan diatas, cukup drop di posko.

“Jika mengantar langsung, baiknya dilengkapi diri dengan masker dan sepatu boot.” tutup Muhajir.

Ada pun posko Mapala IAIN Palopo terletak di Sabbang, yang juga menjadi posko distribusi bantuan logistik dan pakaian sejak hari pertama pasca bencana. (jn)



Leave a Reply

Works with AZEXO page builder