01
Jul
2020



Humas- Sebanyak 142 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) diyudisium secara virtual, 1 Juli 2020. Merupakan yudisium gelombang pertama tahun 2020 dengan menghadirkan 7 peserta yudisium terdiri dari masing-masing Program Studi.

Dari laporan Wikil Dekan (Wadek) Bidang Akademik FTIK, Dr. Munir Yusuf, jumlah mahasiswa diyudisium sebanyak 142 orang itu tersebar 7 Prodi yang ada di fakultas.

Terdiri 29 orang Prodi Manajemen Pendidikan Islam, 36 orang Pendidikan Agama Islam, 5 orang PIAUD, 28 orang Tadris Matematika, 24 orang Pendidikan Bahasa Inggris, 11 orang PGMI dan 9 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, dalam sambutannya menyampaikan selamat pada seluruh lulusan. Dimana kelulusan itu merupakan subuah proses yang telah dilalui dengan sungguh-sungguh dan tak lupa dorongan dari berbagai pihak utamanya orang tua.

Untuk itu Rektor mengingatkan agar para lulusan kembali memaknai tahapan pendidikan selama di kampus dengan suatu prinsip sarjana memiliki Keterampilan/pengetahuan, Kemandirian dan Karakter.

Sebagai sarjana, sejatinya pandai menempatkan diri di tengah masyarakat, “saling menasehati karena saat ini banyak yang saling nyinyir di social media, menggunakan platform media yang tidak positif, menyinyir kelemahan-kelemahan orang lain atau pemerintah, untuk itu sebagai sarjana kita dituntut memperkuat literasi media” ucap Rektor.

Menurutnya, sarjana dimaknai sebagai suri tauladan di tengah masyarakat dengan menggunakan media yang benar dan selalu memberikan solusi setiap permasalahan.

Sementara itu arahan Dekan FTIK, Dr. Nurdin K, menyampaikan selamat kepada sarjana pendidikan milenial, diingatkannya bahwa setiap zaman memiliki tantangan karena itu tantangan saat ini adalah kecanggihan teknologi.

Diyakini sarjana IAIN Palopo dapat memanfaatkan teknologi secara sehat seperti menjadikan teknologi itu mengajar via daring (dalam jaringan) di tengah pandemi. Namun ada pula sebagian larut dengan kelalaian teknologi.

“Sarjana pendidikan milenial yang keluar dari kampus IAIN Palopo tentu berbeda, karena sarjana yang keluar dari kampus ini adalah orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah dan selalu beristiqomah.” kata Nurdin.

Yudisium virtual yang digelar di lantai II FTIK itu, dihadiri para Wadek, Kaprodi, Kabag FTIK dan sejumlah tenaga pendidik serta orang tua wali peserta yudisium di kediaman masing-masing. (Humas IAIN Palopo)