02
Jun
2020



Humas- Melalui momentum Peringatan Hari Lahir (PHL) Pancasila 1 Juni 2020 dan pasca Idul Fitri, Institut Agama Islam Ngeri (IAIN) Palopo menggelar Halal Bi Hala dan Webinar bersama Direktoral Jenderal Perguruan tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag RI.

Acara melalui sistem Dalam Jaringan (Daring) ini bertajuk “Penguatan Integrasi Keilmuan dan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI”. Diikuti unsur pimpinan kampus, tenaga pendidik dan kependidikan.

Seperti yang diketahui pandemi global yang terjadi. Halal Bi Halal melalui virtual ini adalah pertama kali, namun tidak mengurangi nilai dan kelancaran kegiatan. Acara dibuka secara resmi WR I, Dr. H Muammar Arafat, yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aksan Takwim.

Sambutan Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, menginformasikan terlebih dahulu bahwa sejak berlangsungnya penerimaan mahasiswa baru secara nasional, IAIN Palopo merupakan IAIN di luar pulau jawa memiliki jumlah terbanyak pendaftaran.

“Ada pun IAIN Palopo, diketahui memiliki latar belakang yang bermacam-macam, dengan keberadaan kita di tengah IAIN ini menyadari perbedaan itu dan menjadi toleran dan moderat dalam berinteraksi dan berkomunikasi.” kata Rektor.

Keilmuan yang terintegrasi menjadi dasar untuk membangun mindset bersama untuk terus membangun citra kampus dengan kuat, untuk itu ia mengajak seluruh sivitas akademika terus berinovasi agar kampus terus maju.

Senada tausiyah Halal BI Halal disampaikan Direktur PTKI, Prof..Dr. M. Arskal Salim GP MA, mengatakan bentuk toleransi yang ada di Indonesia yang beragam adalah dengan menerima pancasila sebagai dasar Negara.

Moderasi beragama tidak hanya diperintahkan oleh Negara namun juga pada agama. 75 tahun Pancasila sebagi dasar Negara, kita menginginkan dasar Negara ini terus ada sesuai hari lahir Pancasila yang jika dilihat dokumen-dokumen keagamaan kita dapat melihat ada keterkaitan erat dengan 5 dasar tersebut.

Dijelaskannya, saat ini pandemi Covid-19 begitu cepat sejak Desember lalu, belum ditemukan vaksinnya dan jika dikaji virus ini menyadarkan bahwa manusi hanya diberi ilmu sangat sedikit sesuai apa yang telah dikatakan dalam Al-Qur’an.

“Dengan itu, selama Pandemi, pemerintah pusat telah merancang dan memikirkan teknis terkait berlangsungnya pendidikan dengan baik di lingkungan Kemenag.” tambah Prof. Arskal.

Ia meminta apa pun pilihan-pilihan yang telah ditetapkan pimpinan, kiranya dapat diikuti dengan langkah-langkah satuan kerja masing-masing untuk menjalankannya.

Untuk itu, menurutnya, pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk mengumpulkan data-data perguruan tinggi untuk melihat kekurangan atau potensi untuk menjadi baik.

Acara itu berlangsung khidmat dengan diskusi atantara peserta dan narasumber dan aiakhiri dengan pembacaan Do’a oleh Muh. Darwis. (Humas IAIN Palopo)