25
Jun
2020



Humas- Pada acara Yudisium virtual Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, meminta pada mahasiswa yang telah menyandang sarjana agar tetap tawadhu’. Kamis, 25 Juni 2020

Dalam mengawali sambutannya, Rektor menyampaikan selamat pada seluruh lulusan. Sebagai seorang sarjana yang memiliki beckground islami tidak pantas jika keserjanaanya menjadikan dia sombong atau cepat puas dengan apa ia raih. Lulusan harus memahami hakikat rangkaian tahapan pendidikan selama di kampus IAIN Palopo.

Namun dari pada itu, berprinsip memiliki nilai 3K, yaitu: Keterampilan/pengetahuan, Kemandirian dan Karakter. Sebagai sarjana FUAD, sejatinya pandai menempatkan diri di tengah masyarakat, lulusan yang Islami dirindukan keberadaannya.

Sesuai dengan sabda Rasulullah Saw, bahwa sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain, “Kherunnas anfa’uhum linnas”. Karena itu kata Rektor, berilah manfaat sebanyak-banyaknya utamanya di masa pandemi ini.

Dekan FUAD, Dr. Masmuddin, yang mengukuhkan 34 mahasiswanya yang terdiri, Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam 16 orang, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam 11 orang, Prodi Sosiologi Agama sebanyak 6 orang dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 1 orang.

Ia juga berpesan agar para lulusan dapat mengaplikasikan ilmunya dengan sebaik-bainya pada masyarakat luas dan menjaga nama baik almamater.

Ada pun kesan dan pesan disampaikan oleh Nurul Amirah lulusan terbaik dari Prodi BKI dengan IPK 3,67. (Humas IAIN Palopo)



24
Jun
2020
22
Jun
2020




Humas- Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Palopo menyudisium 42 mahasiswanya, itu disaksikan para Wakil Dekan (Wadek) FEBI, Ketua Prodi dan sejumlah dosen.

Acara berlangsung di Aula Rapat FEBI lantai I, dengan menghadirkan dua perwakilan peserta yudisium merupakan lulusan terbaik dari Program Studinya, Rama dari Perbankan Syariah dengan IPK 3.82 dan Verra Asis Andi, Ekonomi Syariah. 3.80.

Prosesi yudisium diawali dengan pembacaan surat keputusan Dekan tentang nama-nama peserta yudisium 21 Juni 2020 yang dibacakan oleh Wadek Bidang Akademik FEBI, Dr. Ruslan.

Dilanjutkan pengukuhan, pembacaan naskah yudisium oleh Dekan FEBI, Dr. H. Ramlah. Melalui itu ia melaporkan jumlah peserta yudisium kali ini sebanyak 42 orang terdiri dari Prodi Ekonomi Syariah sebanyak 17 orang dan Perbankan Syariah 25 orang.

Puji syukur dan selamat disampaikannya pada seluruh peserta yudisium dimana pada hari ini menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE). selaku pimpinan Fakultas ia berharap agar para lulusan dapat menjaga nama baik almamater.

Diungkapkannya, berdasarkan arahan Rektor, bahwa semua kegiatan akademik tetap berjalan dimasa pandemi, karena itu yudisium ini merupakan kali pertama dari yudisium sebelumnya.

“Walau begitu, yudisium ini meruakan tanda saudara berhak mendapatkan gelar sarjana dengan harapan ilmu yang telah didapatkan diaplikasikan secara luas, baik itu pada keluarga maupun pada bangsa.” ucap Ramlah.

Mengakhiri arahannya, ia berpesan agar para lulusan agar selalu bersyukur dan menjaga sikap pada kedua orang tua, karena dorongan dan dukungan kedua orang tualah hingga dapat seperti sekarang ini.

Melalui itu juga, Rama, Prodi Perbankan Syariah, sebagai perwakilan menyampaikan kesan dan pesan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh dosen, tenaga pendidik dan teman saling bahu membahu hingga dapat meraih gelar sarjana di kampus tercinta.

“Walau banyak rintangan kami hadapi, baik dari pembelajaran, penelitian dan pengabdian itu untuk menjadikan kita lebih baik.” terangnya.

Karenanya, para teman seperjuangan yang masih pada proses penelitian untuk tidak pantang menyerah meski pun di masa pandemi, dan untuk para junior agar tetap semangat menjalankan proses pembelajaran.

Pesannya, selama masa pembelajaran agar tetap menghormati dosen-dosen, karena tanpa ridonya ilmu tidak berberkah. “untuk itu para dosen agar memaafkan kami pula jika selama perkuliahan ada hal yang menjadi kesalahan.” tutup Rama. (Humas IAIN Palopo)



17
Jun
2020




Humas- Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) diperingati disetiap bulannya. Rabu 17 Juni 2020 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo peringati HKN Dalam Sistem Jaringan (Daring).

Dampak Pandemi Covid-19 tidak mengahalangi para tenaga pendidik dan kependidikan IAIN Palopo untuk memupuk kesadaran patriotisme, hal ini juga merupakan salah satu kontribusi dalam menjaga semangat sebagai suatu bangsa dalam memelihara NKRI.

Melalui itu Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, menyampaikan lima poin amanatnya, 1, tujuan upacara HKN untuk memelihara ingatan dan semangat patriotisme. 2, dihimbau pada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tetap bekerja dengan skema Daring dan Luring, 3, profil institusi dibentuk oleh profil personal anggota, untuk itu tidak layak jika ada bagian dari institusi menyinyir kebijakan pemerintah. Hal ini Rektor menyarankan baiknya suatu masalah dibicarakan dengan baik dicari letak permasalahnnya dan diberikan solusi.

4, mengingatkan pada pegawai baru, agar terus belajar dan menimba pengalaman serta bekerja sangat tinggi, itu dilakukan secara disiplin dan ke-5, mewujukan secara bersama kampus bersih, nyaman, dan tanpa asap rokok.

Terlihat peringatan HKN berlangsung lancer dan para pegawai tetap menggunakan seragam kopri sebagai wujud patriotisme meskipun peringatan HKN dilakukan secara daring. (Humas IAIN Palopo)



16
Jun
2020




Humas- Untuk mewujudkan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang tertib IAIN Palopo hadirkan narasumber Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Palopo, Selasa, 26 Juni 2020.

Pertemuan yang digelar di Aula Rektorat lantai III ini, dibuka Kepala Biro AUAK IAIN Palopo, Dr. H. Muhdin, yang dihadiri Para Wakil Rektor, Kepala Unit, Kabag dan Kasubag lingkup IAIN Palopo.

Ucapan terima kasih disampaikan Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, pada KPKNL atas bersedianya memenuhi undangan selaku narasumber terkait BMN. Dikatakannya, pertemuan ini lebih mendalami lagi dan apa yang menjadi prinsip pengelolaan BMN.

“Karena itu pertemuan ini penting, utamanya lingkup kerja kami” ucap Rektor.

Ia berharap dalam pengelolaan BMN lingkup IAIN Palopo dapat lebih baik, untuk itu salah satu cara dengan menanamkan sebuah prinsip dalam pengelolaannnya.

“Dalam pengadaan barang Negara, ialah lebih baik kalah mebeli daripada kalah memakai, kualitas atau jaminan barang itu penting” tambahnya.

Ia menilai, bahwa mengadakan suatu barang yang bagus saja, masih kadang cepat rusak, apalagi jika barang yang diadakan tidak bermerek atau berkualitas.

Sementara itu Kepala KPKNL Palopo yang diwakili Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara, Muh. Fajar Nugroho selaku narasumber memulai pemaparannya, mengatakan agar setiap pengguna barang harus memahami tentang siklus pengelolaan BMN.

“Diamana siklus tersebut perencanaan kebutuhan, penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, pemusnahan penghapusan, pengawasan dan pengendalian.” terang Nugroho.

Acara berlangsung antusiasme, terlihat pada peserta mengajukan pertanyaan terkait optimalisasi pengelolaan BMN. (Humas IAIN Palopo)



12
Jun
2020

Humas–Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo saat ini tengah menerima mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang telah dibuka sejak 1 Mei hingga 30 Juni 2020.

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, M.Ag, Kamis 9 Juni 2020 kemarin menyebutkan untuk penerimaan MABA pihaknya membuka tiga jalur, yakni melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan islam Negeri (SPAN-PTKIN). Kemudian ada juga Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) serta jalur mandiri.

“Tahun ini, kami menyediakan sekitar 2.000-an kursi dari tiga jalur yang disediakan,” sebutnya.

Untuk jalur SPAN kata dia, telah dilaksanakan April lalu dimana menerima mahasiswa berprestasi sebanyak 347 orang. Sementara jalur UM-PTKIN saat ini tengah berlangsung sejak 1 Mei yang rencananya akan ditutup 30 Juni 2020 mendatang. Jalur UM-PTKIN sendiri, menyediakan kuota sebanyak 1920 kursi.

“Sementara untuk jalur mandiri nantinya untuk memenuhi kursi yang kosong dari jalur penerimaan SPAN dan UM-PTKIN, rencananya dibuka akhir Juni mendatang,” ungkapnya.

Dijelaskan Pirol, secara kelembagaan IAIN Palopo merupakan transformasi atau alih status dari STAIN Palopo yang pada awal pendiriannya merupakan fakultas cabang dari IAIN Alauddin Makassar (sekarang UIN Alauddin). IAIN Palopo bertransformasi menjadi institut dari sekolah tinggi yang digelar tahun 2014 lalu. Hal tersebut berdasarkan Perpres nomor 141 tahun 2014. “Bahkan saat ini kita juga telah memasukkan proposal perubahan status dari Institut menjadi universitas pada akhir desember 2019,” terangnya.

IAIN Palopo sendiri, kata dia, memiliki visi “Terkemuka dalam integrasi keilmuan berciri kearifan lokal”. Dalam visi ini terkandung harapan yang sangat relevan dengan jati diri sebagai manusia Indonesia. Kenyataannya, orang Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Sehingga orang Indonesia seharusnya dapat mengintegrasikan elemen-elemen tersebut menjadi jati diri khas Indonesia sekarang ini.

Dengan begitu, seharusnya orang Indonesia sangat sadar bahwa kesukuan, agama yang dianut, dan profesinya menyatu menjadi jati dirinya. Jelasnya, terintegrasi keislaman, keilmuan atau peradaban, dan keindonesiaan dalam satu nafas yang harmoni sebagai jati diri manusia Indonesia.

Untuk peningkatan akademik kampus, pihaknya melakukan berbagai inovasi dengan sejumlah program, seperti mengintegrasikan kepesantrenan dalam tradisi akademik kampus. Dimana Para mahasiswa melalui Ma’had al-Jami’ah atau Pesantren Kampus yang memperoleh pelajaran kepesantrenan, seperti penguatan Metode Baca Tulis al-Quran dan Bahasa Arab serta ilmu-ilmu keislaman dasar lainnya.

“Bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman luar negeri, terdapat program KKN internasional. Tentunya bekerjasama dengan beberapa lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Selain itu lanjut Pirol, untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas dosen, jumlah dosen ditingkatkan melalui penerimaan dosen tetap PNS dan Bukan PNS. Untuk peningkatan kualitas, pihaknya memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar, untuk kegiatan penelitian serta presentasi dan publikasi ilmiah nasional-internasional. Mereka ini didorong untuk studi lanjut S3 dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, saat ini sekitar enam orang dosen kita lanjut studi S3 di luar negeri, seperti Inggris, Canada, New Zealand dan Australia,” tukasnya.(ich)

12
Jun
2020

Humas- Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo kembali membuka penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung sejak 2 Juni hingga 15 Agustus 2020 mendatang.

Direktur Pascasasarjana IAIN Palopo, Dr. Zuhri Abu Nawas, Lc.,MA kepada Palopo Pos, Selasa 9 Juni 2020 kemarin menyebutkan bahwa adapun keberadaan program Pascasarjana IAIN Palopo salah satu bentuk tanggung jawab IAIN Palopo dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Program pascasarjana ini diharapkan melahirkan pakar di bidangnya masing-masing,” sebutnya.

Dikatakannya, untuk program Pascasarjana IAIN Palopo sendiri, itu membuka tiga program studi. Yakni, Program Studi Pendidikan Agama Islam, program studi Hukum Islam, serta program Studi Manajemen Pendidikan Islam.

Menariknya, kata dia, gelar yang didapatkan sama dengan jurusan umum lainnya hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 33 Tahun 2016, gelar bagi magister alumni Pascasarjana IAIN Palopo adalah M.Pd untuk Program Studi Pendidikan Islam, Magister Hukum (MH) bagi program studi Hukum Islam (Ahwal Syakshiyah).

“Untuk program Studi Manajemen Pendidikan Islam bergelar M.Pd,” ungkapnya.

Diungkapkan Zuhri, untuk tenaga dosen, IAIN Palopo telah memiliki sebanyak lima puluh lebih berkualifikasi Doktor. Dua orang di antaranya berpredikat Guru Besar, yakni Prof. Dr. H.M. Said Mahmud, Lc.,MA, yaitu Guru Besar di bidang Filsafat Islam. Kemudian Prof. Dr. Hamzah K, M.H.I, Guru Besar di bidang hUkum Islam.

Untuk pengembangan akademik, Pascasarjana telah menghadirkan pakar atau guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Agama Ternama, seperti UIN Jakarta, UIN Malang, PTIQ Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri MAkassar, UIN Makassar, dan berbagai perguruan lainnya.

“Setiap tahunnya, frekuensi kuliah dari pakar dan dosen tamu terus ditingkatkan, sehingga setiap buLan akan dihadirkan satu orang pakar dari perguruan-perguruan tinggi ternama di tanah air. Tapi karena Corona, kemungkinan kita jajaki dengan model Webinar,” sebutnya.(ich)

11
Jun
2020




Humas–Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo bekerjasama dengan Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar Web Seminar (Webinar) yang diikuti sivitas akademik IAIN Palopo dengan menggunakan aplikasi zoom dan youtube, Selasa 9 Juni 2020.

Adapun Webinar tersebut menghadirkan pembicara Komisioner KPPU RI, DR M Afif Hasbullah, SH, MH.Hum, Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag serta Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hilman Pujana, SE, MH. Yakni, dengan mengambil tema “Pengawasan Persaingan Usaha dalam Masa Pandemi Covid-19.

Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag yang membuka acara Webinar menyebutkan bahwa, pihaknya merasa bersyukur karena KPPU bekerjasama IAIN Palopo meggelar Webinar secara bersam-sama. Untuk itu, pihaknya melakukan berbagai persiapan, tentunya dapat diikuti oleh sivitas akademika IAIN Palopo.

“Mahasiswa kita ada 8.500 orang, tapi suasana di kampus saat ini dalam keadaan sepi, semuanya berada di rumah masing-masing, seperti kampus-kampus lainnya, perkuliahan pun digelar secara daring,” sebutnya.

Dikatakan Pirol, terkait dengan persaingan usaha, sebagai lembaga pendidikan, pihaknya mengajak agar prodi-prodi yang ada terkait dengan persaingan usaha memberikan edukasi seperti apa ekonomi yang dijalankan Nabi Muhamammad SAW.

“Bagaimana Rosululloh ketika menjalankan usahanya dilakukan secara sehat, mencontohkan sifat tolong-menolong, membantu sesama serta fastabikul khoirot,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner KPPU RI, DR M Afif Hasbullah, SH, MH.Hum mengungkapkan peran dan tugas pemerintah tentunya sangat penting dalam mengatur roda ekonomi agar tidak terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Dapat dilakukan dengan kebijakan-kebijakan yang diatur dalam undang-undang atau regulasi-regulasi yang ada.

Selain itu, pihaknya juga mengajak IAIN Palopo untuk melakukan riset bersama seperti apa hukum dan bagaimana sisi ekonominya. Perguruan Tinggi Agama ini sangat penting keberadaanya, apalagi memiliki Prodi Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, serta Prodi-prodi terakit lainnya.

“Nah keilmuan ini berhubungan dengan persaingan usaha,” ujarnya.(ich)



10
Jun
2020




Humas- Sejumlah operator Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo lakukan rapat atas selesainya Pengisian Data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI) yang berlangsung di Aula Rektorat IAIN Palopo, Rabu, 10 Juni 2020.

Acara dlaksanakan dalam rangka verifikasi data alumni dan persiapan penomoran ijazah nasional itu dihadiri para Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas, Kasubag, Kabag dan Oprator Prodi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Muammar Arafat, membuka acara menyampaikan apresiasi pada segenap operator atas terselesainya pengisisan data tersebut.

Dikatakannya, pelaksanaan kegiatan ini merupakan basis data untuk sistem yang terus dikembangkan oleh Kemenristekdikti maupun standar yang ditetapkan BAN-PT. Untuk itu, ia berharap seluruh peserta bisa mengoptimalkan waktu yang ada dalam menyelesaikan tugas-tugas yang sudah diberikan nantinya.

Kepala TIPD, Abd. Rahman, S.Kom, MT, selaku narasumber berharap dan memotivasi para operator pada perampungan data tahun depan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, untuk itu ia kembali mengingatkan bahwa perampungan data yang disingkronkan dengan penomoran ijazah/PIN dan SIVIL agar di lakukan dengan hati-hati.

Selain itu ia menjelaskan pemberian PIN pada ijazah tersebut didasari banyaknya pemalsuan ijazah, tidak taat proses pembelajaran dan perkembangan teknologi. (Humas IAIN Palopo)



02
Jun
2020




Humas- Melalui momentum Peringatan Hari Lahir (PHL) Pancasila 1 Juni 2020 dan pasca Idul Fitri, Institut Agama Islam Ngeri (IAIN) Palopo menggelar Halal Bi Hala dan Webinar bersama Direktoral Jenderal Perguruan tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag RI.

Acara melalui sistem Dalam Jaringan (Daring) ini bertajuk “Penguatan Integrasi Keilmuan dan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI”. Diikuti unsur pimpinan kampus, tenaga pendidik dan kependidikan.

Seperti yang diketahui pandemi global yang terjadi. Halal Bi Halal melalui virtual ini adalah pertama kali, namun tidak mengurangi nilai dan kelancaran kegiatan. Acara dibuka secara resmi WR I, Dr. H Muammar Arafat, yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aksan Takwim.

Sambutan Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, menginformasikan terlebih dahulu bahwa sejak berlangsungnya penerimaan mahasiswa baru secara nasional, IAIN Palopo merupakan IAIN di luar pulau jawa memiliki jumlah terbanyak pendaftaran.

“Ada pun IAIN Palopo, diketahui memiliki latar belakang yang bermacam-macam, dengan keberadaan kita di tengah IAIN ini menyadari perbedaan itu dan menjadi toleran dan moderat dalam berinteraksi dan berkomunikasi.” kata Rektor.

Keilmuan yang terintegrasi menjadi dasar untuk membangun mindset bersama untuk terus membangun citra kampus dengan kuat, untuk itu ia mengajak seluruh sivitas akademika terus berinovasi agar kampus terus maju.

Senada tausiyah Halal BI Halal disampaikan Direktur PTKI, Prof..Dr. M. Arskal Salim GP MA, mengatakan bentuk toleransi yang ada di Indonesia yang beragam adalah dengan menerima pancasila sebagai dasar Negara.

Moderasi beragama tidak hanya diperintahkan oleh Negara namun juga pada agama. 75 tahun Pancasila sebagi dasar Negara, kita menginginkan dasar Negara ini terus ada sesuai hari lahir Pancasila yang jika dilihat dokumen-dokumen keagamaan kita dapat melihat ada keterkaitan erat dengan 5 dasar tersebut.

Dijelaskannya, saat ini pandemi Covid-19 begitu cepat sejak Desember lalu, belum ditemukan vaksinnya dan jika dikaji virus ini menyadarkan bahwa manusi hanya diberi ilmu sangat sedikit sesuai apa yang telah dikatakan dalam Al-Qur’an.

“Dengan itu, selama Pandemi, pemerintah pusat telah merancang dan memikirkan teknis terkait berlangsungnya pendidikan dengan baik di lingkungan Kemenag.” tambah Prof. Arskal.

Ia meminta apa pun pilihan-pilihan yang telah ditetapkan pimpinan, kiranya dapat diikuti dengan langkah-langkah satuan kerja masing-masing untuk menjalankannya.

Untuk itu, menurutnya, pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk mengumpulkan data-data perguruan tinggi untuk melihat kekurangan atau potensi untuk menjadi baik.

Acara itu berlangsung khidmat dengan diskusi atantara peserta dan narasumber dan aiakhiri dengan pembacaan Do’a oleh Muh. Darwis. (Humas IAIN Palopo)