17
May
2020

Humas- International Office (IO) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar Talkshow Online bertajuk “Study Experience, Religious and Spritual Life in Abroad”, Sabtu, 16 Mei 2020.

IO melalui video teleconference itu diikuti sekitar 90 orang peserta dari berbagai belahan dunia, seperti Canada, Inggris dan Auastralia khususnya Sivitas Akademika IAIN Palopo dengan dua presenter yakni, Ahmad Sulfikar, dari Universitas Vrije, Amsterdam dan Sukirman Marshan, Universitas Queen’s Belfast, Inggris. Keduanya mahasiswa doktotoral (Ph.D).

Acara dimoderatori oleh Muh. Irfan Hasanuddin Alumni Universitas McGill, Canada. Pembahasan utama acara ini, berbagai pengalaman kuliah di luar negeri, baik dari tantangannya, kultur akademik, bahasa dan agama yang berbeda. Dengan berbagai kultur yang berbeda itu mahasiswa dari Indonesia dituntut untuk cepat beradaptasi, kata Ahmad Sulfikar.

Yang penting kata dia, penguasaan bahasa, jika perlu memiliki salah satu skill sebelum ke luar negeri, seperti skill pandai memasak. Itu akan menjadi nilai atau modal yang baik untuk mengembangkan keakraban. Sementara pengalaman spiritual atau keagamaan di Belanda banyak toleransi dimana masjid-masjid di Amsterdam mudah ditemuai karena Muslim cukup banyak.

Senada dengan Sukirman Marshan, dimana tantangan di tahun pertama kuliah di luar negeri, perlunya penyesuaikan lingkungan, mengenal orang-orang sekitar dan mengetahui kebiasaan lingkungan.

Dari segi agama di Inggris terdapat berbagai mashap yang berbeda dari segi ushul fiqhi dibanding di Indonesia, baik dari tata cara sholat maupun ibadah lainnya, namun dengan berbagai mashab tersebut membuat ia lebih membuka pespektif.

“Berpuasa di Inggris juga lebih lama dari zona waktu Indonesia, selisihnya sekitar dua jam.” tambah Sukirman.

Ada pun pengalaman riset kedua presenter itu, mengaku mengalami kesulitan hal ini kultur akademik yang baru ia temuai. Dimana rujukan penelitian dalam negeri kurang dikenal, metodologi penelitian dan proposal harus lebih dipertajam sehingga kebanyakan riset mahasiswa Indonesia banyak dibongkar.

Dengan pengalaman itu mahasiswa harus memiliki kecurigaan intelektual, bagaimana mahasiswa kritis dengan penelitian dan ketika membaca penelitian harus selalu menimbulkan pertanyaan, “apa” dan “bagaimana” itu juga yang menjadi konsep critical reading dan critical thinking.

Apresiasi disampaikan WR Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat dan WR Bidang kemahasiswaan, Dr. Muhaemin yang juga selaku peserta talshow selma 70 menit itu. (Humas).

07
May
2020




Humas- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo bagikan bantuan 150 paket sembako pada masyarakat kurang mampu sekitar kampus yang terkena dampak covid-19 yang disalurkan Rabu, 6-7 Mei 2020.

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, bersama Ketua Tim Lazis IAIN Palopo, Jufriadi, S.S, M.Pd dan Satgas Covid-19 menyerahkan langsung bantuan tersebut ke rumah-rumah masyarakat yang telah terdata.

Bantuan paket sembako ke-3 ini merupakan yang terbanyak setelah pembagian sembako pertama pada tenaga kontrak IAIN Palopo, sebanyak 137 dan paket sembako ke-2 pada mahasiswa sebanyak 73 paket.

Paket sembako kali ini yang diberikan pada masyarakat kurang mampu merupakan bantuan para Muzakki IAIN Palopo yang telah mengeluarkan zakatnya pada Laz IAIN Palopo. Ada pun paket sembako itu berupa beras, telur, mie instan dan minyak goreng.

“Sebagaimana arahan Rektor IAIN Palopo paket sembako ini dapat tersalurkan, semoga bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19.” kata Jufriadi yang juga selaku Sekertaris LP2M IAIN Palopo itu.

Menurutnya, bantuan sembako ini memberi kepercayaan para Muzakki serta pengurus pengelola zakat, bahwa dana Lazis ini sagat bermanfaat pada masyarakat.

Djuma salah satu masyarakat yang menerima paket sembako itu menyampaikan ucapan terima kasih pada keluarga besara IAIN Palopo.

“Alhamdulillah sangat bersukur sekali, atas bantuan yang telah diberikan, ini sangat berguna bagi kami di tengah masa sulit pandem virus corona.” singkatnya.(Humas/jn).



05
May
2020




Humas– Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, meminta 41 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah dikukuhkan agar bekerja memiliki parameter.

Itu diungkapkannya pada pengambilan sumpah/janji PNS lingkup IAIN Palopo di Aula Rektorat IAIN Palopo, Selasa 5 Mei 2020.

Pengambilan sumpah menghadirkan 3 orang PNS, selebihnya diikuti melalui video teleconference. Itu dilakukan secara virtual selama masa tanggap darurat Covid-19 yang tertuang di dalam surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 10/SE/IV/2020.

Mengawali sambutannya Rektor mengucapkan selamat dan semoga berkah kepada jajaran PNS yang telah dikukuhkan. Dikatakannya PNS yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan jabatan masing-masing.

“Menjadi seorang PNS, dalam bekerja memiliki parameter, instrument atau bukti-bukti pemenuhan suatu tugas dan tuntas” tambahnya.

Dengan begitu awal yang baru ini, agar dijalani dengan tawaddu setiap tugas, sebab mencapai suatu yang diinginkan diperlukan proses, belajar dan siap menimbah segala pengalaman yang ada di dalamnya.

Lebih dari itu, kata Rektor sebagai PNS memahami posisi, dimana posisi itu ialah mengabdi kepada negara. Karenanya tidak layak jika ada ASN selalu membully kebijakan pemerintah, sebagai prakteknya berhati-hati dalam bermedsos dan saling mengingatkan.

Menutup sambutannya, Rektor kembali mengingatkan pada warga kampus untuk memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi, diantaranya tetap pakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan, hal ini dilakukan untuk bersama-sama melawan covid-19.

Acara itu dihadiri Wakil Rektor II, Dr. Ahmad Syarief Iskandar, Kepala Biro AUAK, Dr. H. Muhdin sebagai saksi, Dekan Fasya, Dr. Mustaming sebagai Rohaniawan dan Kabag dan Kasubag Rektorat IAIN Palopo. (Humas IAIN Palopo)