12
Apr
2020

Oleh: Dr. Muhaemin, M.A.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan& Kerjasama IAIN Palopo

Senin (2/3/2020), Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Sejak hari itu sampai hari ini wabah tersebut  terus menyebar hingga tanggal 12 April 2020 tercatat 4.241 kasus positif. Wabah ini bahkan telah menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Meskipun wabah ini banyak menyebar di daerah perkotaaan, namun dapat menjalar ke pedesaan bila warga tidak mengambil pelajaran dari kasus yang sudah ada.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  telah menetapkan masa tanggap darurat wabah ini hingga 29 Mei 2020. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perubahan pola kegiatan dalam masyarakat. Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan Pemerintah Pusat dan daerah  ditandai dengan kebijakan perlakuan jaga jarak (physical distancing), pembelajaran di lembaga pendidikan dialihkan melalui online/daring, dan para pegawai diminta untuk bekerja dari rumah (work from home), dan masyarakat diminta untuk tetap di rumah (stay at home).

Wabah covid-19 yang melanda seluruh dunia telah memberikan beberapa pelajaran berharga bagi masyarakat, antara lain:

  • Pentingnya pola hidup sehat dan kebersihan diri

Pemerintah menghimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup  dan  menjaga kebersihan sebagai upaya mencegah  penyebaran wabah covid-19.  Pola hidup sehat dimulai dengan menjaga kebersihan rumah, kebersihan kantor  dan kebersihan fasilitas umum. Hal ini akan terwujud bila masyarakat menyadari bahwa  lingkungan yang tidak sehat akan mudah menularkan penyakit.

Setiap warga harus menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri. Warga yang batuk dan bersin harus menjauh agar tidak menyebarkan droplet ke sekelilingnya.  Penggunaan masker telah diwajibkan sesuai anjuran WHO. Setiap warga perlu menyadari  bahwa mereka berpotensi menjadi penyebar virus atau terkena virus bila tidak menjaga kebersihan diri secara maksimal.

  • Waspada  berita hoax  dan bangun budaya literasi

Di tengah wabah covid-19 beredar pula berita hoaks dan penipuan melalui  media sosial.  Masyarakat terlihat sangat antusias untuk menyebar berita terkait covid-19 tanpa  menyeleksi berita yang ada.  Kebiasaan “saring sebelum sharing” nampaknya belum menjadi tradisi dalam masyarakat. Secara ideal, setiap warga diharapkan mengetahui  informasi yang benar dan jangan terperangkap dalam hoaks dan informasi yang menyesatkan.

Para psikolog menyarankan agar masyarakat jangan  mengkomsumsi berita terkait covid-19 yang tidak jelas sumbernya. Hal ini dapat memicu kecemasan, kepanikan dan  saling curiga. Yang perlu dilakukan adalah membaca informasi tentang covid-19 dari sumber resmi atau bertanya langsung ke pihak-pihak yang memiliki otoritas seperti Dinas Kesehatan dan Gugus penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.  Salah satu sumber resmi adalah melalui website https://www.covid19.go.id/ yang dikelola  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

  • Pentingnya menjaga Imunitas tubuh

Salah satu cara melawan virus covid-19 adalah meningkatan daya tahan tubuh (imunitas).  Menjaga imunitas tubuh tidaklah membutuhkan biaya yang mahal. Menjaga imunitas dapat dilakukan dengan mengkomsumsi makanan yang seimbang, rajin berolahraga, menjaga jarak aman dalam berinteraksi , beristirahat yang cukup,  dan selalu berpikiran positif (tidak stres).

  • Pentingnya Saling menguatkan dan menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dan penyemangat.

Adanya wabah covid-19 telah membangkitkan rasa kepedulian dalam masyarakat tanpa melihat latar belakang suku, agama, pilihan politik, asal wilayah,  dan asal organisasi.  Wabah ini dapat memberikan tantangan yang amat berat khususnya mereka yang berpenghasilan kecil dengan sistem harian.  Di satu sisi mereka harus menjaga diri,  pada sisi lain mereka juga harus bekerja agar dapur tetap mengepul.  Dalam kondisi seperti ini prinsip gotong royong, saling membantu, ukhuwah wathaniyah (solidaritas kebangsaan), ukhuwah basyariyah ( solidaritas kemanusiaan) harus menjadi aksi bukan hanya narasi.

Agama menganjurkan untuk menghadapi ujian/cobaan dengan kesabaran dan banyak berdoa. Kesabaran di sini tidak bermakna pasif, tetapi menghadapai ujian dengan pikiran positif seraya mengatasinya sesuai kemampuan masing-masing. Bagi yang terkena wabah, segara berobat dengan cara medis, dan bagi yang sehat berusaha menjaga kesehatan secara maksimal. Bagi yang memiliki kemampuan dianjurkan memberi bantuan kepada pihak yang membutuhkan, baik bantuan material maupun bantuan non material.

Semoga wabah Covid-19 segera dapat diatasi seraya mengambil pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik ke depan.