30
Apr
2020



Humas- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo bagikan 73 paket sembako pada mahasiswa yang terkena dampak covid-19 yang disalurkan melalui kerja sama Lembaga Kemahasiswaan IAIN Palopo, Selasa (28/4/2020)

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abdul Pirol, menyerahkan langsung bantuan tersebut secara simbolis kepada  pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan perwakilan mahasiswa didampingi WR Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat, WR Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin, dan Sekertaris Satgas Covid-19, Mattuju S.Ag.

Rektor IAIN Palopo melalui, WR Bidang Kemahasiswaan Dr. Muhaemin mengatakan, bantuan 73 paket sembako yang diberikan pada mahasiswa berupa beras, telur, mie instan dan ikan sarden.

Mahasiswa yang menerima bantuan ini adalah mahasiswa yang masih bertahan di asrama dan indekost yang telah didata oleh lembaga kemahasiswaan dan diverifikasi tim Satgas, sehingga dianggap layak menerima bantuan paket sembako.

Menurut Dr. Muhaemin, pandemi corona ini mengangkibatkan kesuliatan akses pengiriman bahan makanan sehingga mengiriman atau akses dari kampung sudah terbatas.

Ia berharap pembagian sembako ini menjadi amal di bulan suci Ramadhan baik yang menyerahkan, memfasilitasi mau pun semua yang terlibat dalam kegiatan ini.

Ishak, salah satu mahasiswa yang menerima paket sembako itu menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang terkait atas bantuan yang telah diterimanya. (hmsiaianpalopo)



28
Apr
2020




20
Apr
2020




Humas– Mencermati perkembangan situasi saat ini, terutama kondisi darurat pencegahan Covid-19, maka Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang awalnya dijadwalkan pada 15 April sampai dengan 29 Mei 2020, diundur ke 1 Mei s/d 30 Juni 2020.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru 2020 IAIN Palopo, Dr H Muammar Arafat, Senin, 20 April 2020.

Menurutnya, penundaan itu berdasarkan Surat Edaran Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) PTKIN, Prof Dr Mahmud MSi nomor 051/SPAN-UM/IV/2020 tertanggal 8 April 2020. 

Dalam surat itu disebutkan jadwal pelaksanaan UM-PTKIN yakni, pendaftaran/pembayaran pada 1 Mei s/3 30 Juni 2020. Cetak kartu ujian 1-9 Juli 2020. Pelaksanaan ujian 15-22 Juli 2020 dan pengumuman pada 28 Juli 2020.

WR Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga itu juga mengungkapkan kuota penerimaan Maba tahun ini, IAIN Palopo menyiapkan kuota sebanyak 2349 orang, dengan tiga jalur masuk, diantaranya 644 jalur SPAN, 1034 jalur UM-PTKIN dan sebanyak 671 jalur Mandiri.

Sementara UM-PTKIN merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri kedua setelah jalur pertama SPAN-PTKIN atau jalur undangan dan ketiga jalur Lokal Mandiri. (jn)



18
Apr
2020

Humas- Memupuk Kesadaran Nasinal yang diperingati di tiap bulannya untuk memelihara atau mengukuhkan sprit, moral, dan etos kerja sebagai ASN dan pegawai.

Jum’at (17/4/2020) Sivitas Akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo gunakan aplikasi Google Hangout Meet, acara melalui daring tersebut dibuka Kepala Biro AUAK IAIN Palopo, Dr H Muhdin. Rapat itu dimulai 07.30 Wita yang diikuti 170 Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan IAIN Palopo.

Dalam rapat daring, Rektor, Dr. Abdul Pirol, menyampaikan apresiasi pada seluruh satuan kerja IAIN Palopo, dimana di tengah pandemi ini masih dapat meperingati Hari Kesadaran Nasional.

Menyampaikan sambutannya, Rektor mengajak untuk menjadi bagian dari solusi masalah yang sedang dihadapi bangsa dan Negara, karenanya tugas dan fungsi selaku abdi negara agar melakukan identifikasi atau Monitoring dan Evaluasi (Monev) atas program dan kegiatan di lingkup kerja.

“Kita maksimalkan media internet untuk memaksimalkan kegiatan kita agar tetap berjalan”‘ ucap Rektor from home.

Ia menegaskan kampus harus bergerak membantu Negara untuk memutus mata rantai penyebar Covid-19. Dari itu Rektor mengingatkan sivitas akademik agar selalu berkoordinasi utamanya para pejabat untuk memastikan kesehatan pegawai di unit masing-masing.

Rektor juga meminta seluruh Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Untit dan Kabag serta Kasubag untuk memastikan LPJ kegiatan tidak tertunda.

Kesempatan itu juga, para wakil Rektor, Dekan dan Kepala Unit menyampaikan laporannya yang meliputi keadaan selama pandemi, kegiatan yang telah berjalan dan agenda yang akan dilaksanakan hingga laporan terkait kendala di musim pandemi. (Jm)

16
Apr
2020




Humas– Dalam suasana pandemi darurat Covid-19, IAIN Palopo menerapkan kuliah di rumah saja, untuk memudahkan para mahasiswa, pihak kampus melakukan kerja sama dengan IM3 Ooredoo.

Menurut Kepala TIPD IAIN Palopo, Abul Rahman SKom MT, Rabu (15/4/2020) mengatakan melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapat kuota 30 Giga Bite (GB). ”Free akses pada website elearning.iainpalopo.ac.id dan aplikasi belajar favorit,” katanya.

Terkait kuliah di rumah, Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol mengeluarkan Surat Edaran No. 468 In.19/HM.00/03/2020 tentang upaya pencegahan Covid-19.

Salah satu isinya, terkait kuliah di rumah, penugasan yang diberikan dosen maksimal dua kali untuk setiap mata kuliah agar tidak membebani mahasiswa. (*)



15
Apr
2020

Oleh: Muhajir, SE.,MM (Dosen FEBI IAIN Palopo)

Dunia masih berduka. Pandemi korona masih menyelimuti hampir seluruh dunia, bahkan pandemi ini diprediksi akan mengakibatkan krisis global terparah setelah perang dunia kedua. Dilansir dari situs worldometer data terakhir senin (06/04/2020) terdapat 208 negara yang terkonfirmasi terjangkit virus korona dengan jumlah kasus 1.270.849 kasus. Di indonesia sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 02 maret 2020 dengan dua kasus, hingga saat ini dalam rentan waktu satu bulan jumlahnya meningkat 1000 kali lipat. Data terakhir yang diakses pada situs covid19.go.id pada senin (06/04/2020) menunjukkan jumlah kasus positif 2.273, sembuh 164, dan meninggal 198 yang tersebar dihampir semua Provinsi.

Dalam hal penanganan pandemi korona, masing-masing negara melakukan kebijakan penanganan yang berbeda-beda, ada yang memilih lockdown, adapula yang memilih membatasi aktivitas masyarakat (social distancing). Seperti halnya di indonesia, pemerintah saat ini memilih kebijakan yang berbeda dengan sejumlah negara lain. Pemerintah memutuskan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan status darurat kesehatan masyarakat yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatapan penanganan covid-19 dan Keputusan Presiden  Nomor 11 Tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat. Kebijakan ini dipilih pemerintah setelah sebelumnya himbauan yang diserukan yaitu social distancing dan physycal distancing kurang efektif berjalan dimasyarakat. Kebijakan PSBB diharapkan memberi efek yang signifikan dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemi korona. Namun ada hal yang menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan kebijakan PSBB  tersebut yaitu faktor manajemen. PSBB harus didukung dengan baik implementasi fungsi manajemen dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Manajemen tata kelola

Diperlukan tata kelola manajemen yang baik dalam hal upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi korona. Dalam teori manajemen dengan mengacu pada model fungsi manajemen yang dirumuskan Henry Fayol (1916), dijelaskan bahwa fungsi Planning (Perencanaan), Orginizing (Pengorganisasian), Actuating (Pengarahan), Controlling (Pengendalian) dan Evaluating (Evaluasi) dilakukan oleh suatu organisasi agar pencapaian tujuan dapat diwujudkan dengan cara yang efektif dan efisien. Tentunya dalam hal tujuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah dibutuhkan penerapan manajemen tata kelola yang baik dalam setiap pelaksanaan teknis kebijakan. Hal ini untuk menunjang keefektifan kebijakan PSBB dalam memutus mata rantai pandemi ini.

Proses manajemen yang baik dalam penanganan pandemi korona diawali dengan perencaanan yang baik. Perencanaan penanganan pandemi korona bertujuan untuk mengidentifikasi lebih awal potensi masalah urgen yang akan timbul, semisal maping wilayah yang terdampak, ketersediaan APD untuk tenaga medis, kapasitas rumah sakit rujukan, dan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan melakukan identifikasi diawal, pemerintah diharapkan dapat memanage resiko dan mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipatif apabila terjadi  outbreak ataulonjakan  kasus pandemi yang terjangkit di masyarakat.

Dari segi manajemen pengorganisasian dan pengarahan, pemerintah dalam menjalankan kebijakan PSBB diharapkan membentuk gugus tugas sampai ke tingkat kelurahan/desa bahkan ketingkat RT/RW untuk melibatkan tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kemudian mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan pandemi korona yang mengatur segala ketentuan terkait pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan. Gugus tugas harus berpedoman pada SOP penanganan pandemi yang telah ditetapkan. Dengan demikian maka pencegahan pandemi korona berjalan dan terkoordinasi diseluruh lapisan masyarakat.

Dalam hal manajemen pengendalian. Apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini yaitu menyatukan data melalui website covid19.go.id dipandang langkah yang efektif dalam membantu masyarakat mencari informasi terkini terkait pandemi korona. Namun diharapkan pemerintah tidak hanya memvalidiasi data masyarakat yang terkait langsung pandemi, namun juga memvalidiasi data masyarakat yang terkena imbas lain yang diakibatkan pandemi ini. Seperti data masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan data pekerja informal yang mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Dengan data tersebut, diharapkan dapat membantu pemerintah meminimalisir resiko yang terjadi dimasyarakat dan  memberikan bantuan sosial berupa bantuan langsung ataupun subsidi yang tepat sasaran dan dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak pandemi.   

Kesadaran dan Ketegasan

Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat untuk saling membahu dan bergotong royong memutus mata rantai pandemi korona. Kebijakan PSBB yang dikeluarkan pemerintah tidak akan mampu memutus mata rantai penyebaran pandemi korona jika masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk berpartisipatif menjalankan kebijakan tersebut.

Korea Selatan merupakan negara yang telah memberi bukti nyata bahwa kesadaran dari seluruh warga negaralah yang diatas segala-galanya, yang mampu memutus mata rantai penyebaran pandemi korona. Korea selatan tidak memilih kebijakan lockdown seperti kebanyakan negara lain. Korea selatan mengambil kebijakan pembatasan sosial dan menggalang kesadaran masyarakat untuk ikut berpartispatif dalam kebijakan penanganan pandemi. Hasilnya sangat mencengangkan, dari data yang dilansir Map CSSE Johns Hopkins Senin (06/04/2020) korea selatan berhasil menekan drastis penyebaran pandemi corona dengan tingkat kesembuhan mencapai 63% atau sebanyak 6.463 pasien yang sembuh dari total 10.237 yang terinfeksi. Kedua setelah china. Hal ini yang patut kita jadikan pelajaran bahwa pandemi korona tidak bisa dikalahkan bila kita semua tidak bekerjasama dan bergotong royong.

Disisi lain kita membutuhkan ketegasan dari pemerintah untuk mengawal kebijakan PSBB. Pemerintah diharapkan menindak tegas siapapun yang tidak taat akan kebijakan PSBB. Dengan status darurat kesehatan masyarakat, saat ini diperlukan sanksi bagi siapa saja yang berusaha menghalangi atau tidak mensukseskan PSBB. Tentunya ada tahapan preventif dan edukatif yang dilakukan sebelum memberikan sanksi bagi pihak yang tidak taat dengan kebijakan PSBB. Pada akhirnya pandemi ini akan kita hadapi bersama-sama tanpa ketakutan dan tanpa kepanikan namun tetap waspada. Akan semakin banyak korban yang akan berjatuhan jika kita masih mementingkan diri sendiri, atau bahkan menyepelekan hal ini. Saatnya kita berkomitmen bekerja sama, bergotong royong, saling jaga, dan saling membantu dalam upaya memutus mata rantai pandemi korona. Hal ini kita lakukan demi keberlangsungan hidup kita yang lebih baik. Kita pasti bisa melawan pandemi ini. We are the world.

*Artikel ini telah diterbitkan di Palopo Pos, pada Senin, 13 April 2020.

14
Apr
2020




Humas- Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Palopo bagikan ratusan paket sembako dan masker pada masyarakat yang kurang mampu. Pembagian sembako itu dikoordinir dan dilakukan oleh mahasiswa Duta FEBI IAIN Palopo, Senin (13/4/2020)

Sebanyak 26 paket sembako dan 250 pcs masker telah dibagikan, menurut Ketua Duta FEBI, Moh. Fikram, 26 paket itu berisi, beras, telur, mie instan, teh minyak goreng, dan masker yang disalurkan ke masyarakat yang kurang mampu memiliki pekerjaaan yang tidak tetap yang telah didata.

Sementara masker 250 pcs, dibagikan pada masyarakat yang beraktivitas di luar tidak menggunakan masker. “kami bagikan pada tukang becak, tukang ojek dan masyarakat lainnya yang lalu lalang tidak menggunakan masker” kata Fikram. (14/4/2020).

Saat dikonfirmasi, apresiasi disaapaikan pada masyarakat yang menerima paket sembako, mereka merasa terbantu dan dengan pembagian masker itu melihat sulitnya mencari masker dan memiliki harga yang tinggi.

Moh. Fikram berharap, apa yang telah diberikan bisa bermanfaat dan membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan, sehingga dapat mengurangi peyebaran virus Corona-19.

Pembagian sembako ini adalah kegiatan kedua, yang sebelumnya juga dilakukan pembagian masker. Ada pun dana yang dipakai pada kegiatan kedua ini, dari hasil donasi para dosen dan mahasiswa FEBI IAIN Palopo. Melalui itu Fikram, mengajak pada mahasiswa dan masyarakat lainnya yang memiliki rezeki yang lebih untuk membatu masyarakat yang membutuhkan.

Terpisah, WR Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Palopo, Dr. Muhaemin, menyampaikan apresiasi pada dosen dan mahasiswa yang telah berkontribusi membantu meringankan beban dan kepanikan pada masyarakat yang membutuhkan.

“Solidaritas sosial yang amat penting dibangun di musim pandemi corona. Semoga sifat kepedulian (Ininnawa) ini menjadi karakter warga IAIN Palopo.” imbuh Muhaemin. (jn)



12
Apr
2020

Oleh: Dr. Muhaemin, M.A.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan& Kerjasama IAIN Palopo

Senin (2/3/2020), Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Sejak hari itu sampai hari ini wabah tersebut  terus menyebar hingga tanggal 12 April 2020 tercatat 4.241 kasus positif. Wabah ini bahkan telah menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Meskipun wabah ini banyak menyebar di daerah perkotaaan, namun dapat menjalar ke pedesaan bila warga tidak mengambil pelajaran dari kasus yang sudah ada.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  telah menetapkan masa tanggap darurat wabah ini hingga 29 Mei 2020. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perubahan pola kegiatan dalam masyarakat. Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan Pemerintah Pusat dan daerah  ditandai dengan kebijakan perlakuan jaga jarak (physical distancing), pembelajaran di lembaga pendidikan dialihkan melalui online/daring, dan para pegawai diminta untuk bekerja dari rumah (work from home), dan masyarakat diminta untuk tetap di rumah (stay at home).

Wabah covid-19 yang melanda seluruh dunia telah memberikan beberapa pelajaran berharga bagi masyarakat, antara lain:

  • Pentingnya pola hidup sehat dan kebersihan diri

Pemerintah menghimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup  dan  menjaga kebersihan sebagai upaya mencegah  penyebaran wabah covid-19.  Pola hidup sehat dimulai dengan menjaga kebersihan rumah, kebersihan kantor  dan kebersihan fasilitas umum. Hal ini akan terwujud bila masyarakat menyadari bahwa  lingkungan yang tidak sehat akan mudah menularkan penyakit.

Setiap warga harus menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri. Warga yang batuk dan bersin harus menjauh agar tidak menyebarkan droplet ke sekelilingnya.  Penggunaan masker telah diwajibkan sesuai anjuran WHO. Setiap warga perlu menyadari  bahwa mereka berpotensi menjadi penyebar virus atau terkena virus bila tidak menjaga kebersihan diri secara maksimal.

  • Waspada  berita hoax  dan bangun budaya literasi

Di tengah wabah covid-19 beredar pula berita hoaks dan penipuan melalui  media sosial.  Masyarakat terlihat sangat antusias untuk menyebar berita terkait covid-19 tanpa  menyeleksi berita yang ada.  Kebiasaan “saring sebelum sharing” nampaknya belum menjadi tradisi dalam masyarakat. Secara ideal, setiap warga diharapkan mengetahui  informasi yang benar dan jangan terperangkap dalam hoaks dan informasi yang menyesatkan.

Para psikolog menyarankan agar masyarakat jangan  mengkomsumsi berita terkait covid-19 yang tidak jelas sumbernya. Hal ini dapat memicu kecemasan, kepanikan dan  saling curiga. Yang perlu dilakukan adalah membaca informasi tentang covid-19 dari sumber resmi atau bertanya langsung ke pihak-pihak yang memiliki otoritas seperti Dinas Kesehatan dan Gugus penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.  Salah satu sumber resmi adalah melalui website https://www.covid19.go.id/ yang dikelola  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

  • Pentingnya menjaga Imunitas tubuh

Salah satu cara melawan virus covid-19 adalah meningkatan daya tahan tubuh (imunitas).  Menjaga imunitas tubuh tidaklah membutuhkan biaya yang mahal. Menjaga imunitas dapat dilakukan dengan mengkomsumsi makanan yang seimbang, rajin berolahraga, menjaga jarak aman dalam berinteraksi , beristirahat yang cukup,  dan selalu berpikiran positif (tidak stres).

  • Pentingnya Saling menguatkan dan menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dan penyemangat.

Adanya wabah covid-19 telah membangkitkan rasa kepedulian dalam masyarakat tanpa melihat latar belakang suku, agama, pilihan politik, asal wilayah,  dan asal organisasi.  Wabah ini dapat memberikan tantangan yang amat berat khususnya mereka yang berpenghasilan kecil dengan sistem harian.  Di satu sisi mereka harus menjaga diri,  pada sisi lain mereka juga harus bekerja agar dapur tetap mengepul.  Dalam kondisi seperti ini prinsip gotong royong, saling membantu, ukhuwah wathaniyah (solidaritas kebangsaan), ukhuwah basyariyah ( solidaritas kemanusiaan) harus menjadi aksi bukan hanya narasi.

Agama menganjurkan untuk menghadapi ujian/cobaan dengan kesabaran dan banyak berdoa. Kesabaran di sini tidak bermakna pasif, tetapi menghadapai ujian dengan pikiran positif seraya mengatasinya sesuai kemampuan masing-masing. Bagi yang terkena wabah, segara berobat dengan cara medis, dan bagi yang sehat berusaha menjaga kesehatan secara maksimal. Bagi yang memiliki kemampuan dianjurkan memberi bantuan kepada pihak yang membutuhkan, baik bantuan material maupun bantuan non material.

Semoga wabah Covid-19 segera dapat diatasi seraya mengambil pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik ke depan.

10
Apr
2020
02
Apr
2020




Humas- Upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo bentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

Pembentukan Satgas ini juga sebagai pemenuhan tugas dari Kementerian Agama serta Direktoral Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Sejak tanggal 16 Maret 2020, Tim Satgas ini telah terbentuk, kata Ketua Satgas, Moh. Kasim, SAg, Rabu (1/4/2020).

Sejak tanggal tersebut Tim Satgas IAIN Palopo telah menjalankan tugasnya: telah dilakukan penyemprotan cairan Disinfektan di tempat-tempat pelayanan umum, seperti kantor Rektorat, Fakultas, Perpustakaan, Sekretariat Kemahasiswaan, dan lainnya pada tanggal 20 Maret 2020.

Mendeteksi dini suhu badan ASN dan semua pihak yang memasuki kantor Rektorat dengan alat Scen Termometer, memasang Hand Sanitaiser di seluruh stafol gedung kampus IAIN Palopo.

“Untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran covid-19 ini, kami melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palopo, dimana kerja sama ini memberi edukasi tentang protokol kesehatan juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.” kata Moh. Kasim.

Menurutnya sampai saat ini, baik dosen, pegawai dan mahasiswa belum ada yang terkonfirmasi sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam pengawasan (PDP) dan Suspect Covid-19 dalam lingkungan kampus IAIN Palopo. (jn).