16
Dec
2019






Humas- Seminar nasional yang degelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah IAIN Palopo hadirkan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) M. Azrul Tanjung bertempat di Auditorium Phinisi IAIN Palopo, Senin (16/12/2019)

Seminar yang mengusung tema “Peran Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif Sebagai Fondasi Perekonomian di Era 4.0” hadirkan beberapa ahli dibidangnya diantaranya, Dr Fasiha Kamal, SEI MEI, Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Mujahidin, LC MA, Ketua IAIE Komsat IAIN Palopo, Ketua IKA FEBI IAIN Palopo, M Iksan Purnama SESy ME.

Dihadiri sejumlah sponsor kegiatan, pejabat Fakultas, dosen dan peseta yang terdiri dari mahasiswa perguruan tinggi se-Kota Palopo. Berdasarkan laporan panitia, seminar ini ialah puncak kegiatan sharia economic fest yang telah berlangsung sejak dua hari kemarin dengan berbagai item kegiatan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin saat membuka acara menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan ini sangat direspon itu menunjang akreditasi. Ia mengingatkan setiap kegiatan baiknya selain mendapatkan output yang maksimal juga dapat menunjuang kenaikan akreditasi program studi.

Menurutnya tema yang telah diangkat pada seminar ini sangat menarik hal ini sesuai dengan perkembangan zaman, era 4.0 merupakan era kalaboratif dan inovatif yang tidak lagi mengandalkan pikiran individu saja.

Ia juga meminta untuk setiap kegiatan agar dapat direkam karena ini juga merupakan ciri belajar abad ke-21 dimana mahasiswa yang tidak sempat hadir pada acara tersebut dapat juga melihat kegiatan itu.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Dr. Hj. Ramlah M, mengatakan bahwa kegiatan FEBI tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya setiap kegiatan terus didukung dimana sinergitas terus dimaksimalkan. Ia berharap dari kegiatan yang telah terlaksana dapat lagi memajukan FEBI yang kini telah berusia tahun ke-5.

Ada pun seminar yang disampaikan oleh Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) M. Azrul Tanjung selaku narasumber pertama dengan bahasan “Koprasi dan UMKM Sebagai Fondasi Perekonomian Indonesia” ia memulai dengan pertanyaan, “mengapa koprasi di Indonesia tidak maju?” tapi dinegara-negara maju lainnya sangat berkembang.

95 persen petani di Jepang itu anggotanya koprasi, sementara di Indonesia sangat sedikit ini tentu memiliki masalah mengapa koprasi di Indonesia tidak maju. “permasalahnnya koprasi di Indonesia tidak berkembang karena pelaku koprasi itu ingkar sunnah, tidak menjalankan koprasinya dengan baik yaitu tidak mensejahterakan anggotanya.” sebut Direktur Inkubasi Bisnis (PINBAS) MUI Pusat itu.

Kata dia, tujuan koperasi itu sendiri ialah mensejahterakan anggotanya, koprasi di Swis misalnya para pelaku koprasi menganggap bahwa yang memiliki perusahaan dari hasil koprasi itu adalah masyarakat yang selaku anggota koprasi itu. (Humas/jn) 



Leave a Reply

Works with AZEXO page builder