09
Dec
2019

Humas- Dalam mengubah pandangan mahasiswa yang menganggap pramuka hanya pandai bertepuk, bernyanyi dan berkemah, dari itu Racana Sawerigading Simpurusiang Pramuka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar seminar pendidikan dengan tema “Bongkar Pesrpektif Mahasiswa Terhadap Gerakan Pramuka di Era 4.0”, Senin (9/12/2019)

Acara yang berlangsung di Auditorium Phinisi IAIN Palopo, dihadiri dari berbagai pesereta baik SMP, SMA maupun mahasiswa se-Kota Palopo. Hadir Pembina Racana, kaka Abu Bakar SPd dan Pembina Gugus Depan Simpurusiang, Dra. Hj Nur Syamsi.

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin, menyampaikan sambutannya, bahwa di era milenial tidak sebaiknya pemikiran tersekat, dibatasi dengan pemahaman yang sederhana.

“Saat ini memang banyak anggapan parmuka hanya pandai bernyani dan berkemah. Ada juga yang mengatakan sumpah dalam pramuka tidak mengatasnamakan Allah, namun yang sebenarnya itu bukan sumpah tapi janji pramuka.” jelas kaka Majelis Pembimbing Harian (Mabihari) IAIN Palopo itu.

Menurutnya saat ini diperlukan digital thingking bagaimana berpikir kritis sebagaimana cirri abad ke-21 yakni komunikasi, inovasi dan kreativitas. Hal ini harus dimiliki setiap organisasi agar organisasi tersebut tetap tren agar tidak tergilas oleh zaman.

Ada pun seminar ini diisi oleh, Sekertaris Kwartil Cabang Palopo, Mursalim SAg dengan bahasan “Pramuka Pendidikan”, Ketua DKD Sulsel, Marsaha SE, “Pramuka Keseluruhan”, Mabihari Pramuka IAIN Palopo, Dr. Muhaemin “Pramuka dalam pandangan Islam” dan Ketua Dewan Putra Putri Pramuka IAIN Palopo. (Humas/jn)

09
Dec
2019



Humas- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palopo, Dr. Muhaemin, membuka secara resmi lomba essay mahasiswa se-Kota Palopo yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Graffity IAIN Palopo, Senin (9/12/2019)

Lomba essay yang bertempat di Aula Serba Guna IAIN Palopo ini mengusung tema “Rekonstruksi Etika dan Kritis Pers di Tengah Krisis Moralitas Bangsa”. Apresiasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhaemin, bahwa melalui kegitan ini sangat penting di tengah banyaknya media pers saat ini.

“Kegiatan ini mengasah keterampilan, karena keterampilan menulis ini tidak ada matinya. Namun saat ini perlu nalar kritis ditengah deburan berbagai macam pemberitaan yang tidak benar/hoax.” ucap Dr. Muhaemin.

Ia meminta agar 10 essay yang telah malalui seleksi dapat dishare, hal ini untuk melihat essay tersebut apakah bisa dikembangkan lebih klanjut atau untuk mengikuti lomba essay lainnya.

Ketua Graffity, Ismail menyebutkan bahwa inisiasi kegiatan ini tak lain bahwa pers merupakan salah satu yang dibutuhkan oleh bangsa sebagai salah satu sumber informasi, “berbagai media saat ini yang begitu banyak media yang tidak bertanggung jawab yang tiak menjunjung nilai-nilai kode etik jurnalistik.” imbuhnya.

Senada dengan Pembina LPM Graffity, Jumnriani, SKom, MIKom, yang mengatakan, bahwa memang saat ini banyak media yang tak terhitung dan banyak diantaranya tidak melihat lagi etika jurnalistik.

“Tentu harapannya melalui kegiatan-kegiatan seperti ini wajah-wajah media bangsa akan lebih baik lagi dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalis.” imbuhnya. (Humas/jn)