29
Nov
2019

Humas- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr. Abdul Pirol, melaunching aplikasi Sistem Informasi Playanan Akademik Terpadu (Sipakatau) yang digelar di Ruang Sipakatau Rektorat lantai I, Jum’at (29/11/2019)

Aplikasi ini merupakan proyek perubahan dari Dr. H. Muhdin, sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK). Launching aplikasi ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor disaksikan para Wakil Rektor, Ketua Senat IAIN Palopo, Dr. H. Bulu K, sejumlah Dekan, dosen dan tenaga kependidikan serta tamu undangan lainnya.

Kepala Biro AUAK, Dr. H. Muhdin, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih pada Rektor atas dukungan sehingga aplikasi tersebut telah  dilaunching. Disampaikannya bahwa aplikasi ini awalnya dinamai PTSP hingga ditemukan kata Sipakatau yang diberi singkatan oleh Rektor.

“Kata Sipakatau juga masuk dalam lontaranya Lagaligo, yang bermakna mulia. Ada pun jangka pendek aplikasi ini ialah, penerimaan mahasiswa baru, UKT mahasiswa, transaksi perkuliahan dan evaluasi pembelajaran.” terang Dr. H. Muhdin.

Langkah menengah, sebagai rumah semua aplikasi yang ada di fakultas, unit dan lembaga yang terkoneksi baik layanan internal maupun eksternal dan jangka panjang apliksi ini terkoneksi dengan stakeholder IAIN Palopo.

“Layanan internal disini ialah, surat menyurat seperti si-Maya, maupun aplikasi SIEKA tentang pengukuran kinerja pegawai, layanan eksternal itu sendiri yaitu terkonektivitasnya stakeholder yang bekerja sama pada IAIN Palopo seperti Bank BRI dengan layanan Briva tersebut.” Imbuhnya.

Sambutan Rektor, Dr. Abdul Pirol, menyampaikan apresiasi pada layanan tersebut sebagai suatu layanan yang dibutuhkan dengan era saat ini, era otomasi dan konektivitas.

“Otomasi di sini bagaiman semua layanan dapat secara otomatis dan terkonektivitas pada semua bagian, baik orang yang tidak berada di sini dapat mengakses apa yang dibutuhkan, misal layanan akademik maupun LPJ yang bisa di upload disini.” jelas Rektor.

IAIN terus ingin yang terbaik, jadi diperlukan konektivitas untuk semua stakeholder agar dapat mengisi data pada bagian yang perlu. “Ada pun istilah Sipakatau pada penamaan aplikasi ini hasil dari diskusi kami. Sipakatau sendiri artinya memanusiakan yang berarti iplementasinya bagaimana melayani orang itu harus sepenuh hati.” tambahnya.

Menurut Rektor, ketika melayani orang tidak melihat apakah dia pejabat, atasan atau seorang istimewa, namun bagaimana melayani manusia karena kita sesama manusia tidak ada yang dibeda-bedakan.

“Begitu pula prinsip Sipakatau siapa pun dilayani harus dilayani dengan baik dan ketika melayani harus tuntas. Sesuai prinsip ajaran agama ketika melayani tidak mempersulit tapi memudahkan.” tambah Rektor.

Rektor berharap, nilai-nilai yang ada di Sipakatau ditulari, dalam melayani setiap orang tidak memandang siapa dia tapi melayani sesuai tusi atau tanggung jawab. Menutup sambuatannya Ia mendukung proyek perubahan ini dan terus melengkapi dan menyempurnakan SOP yang ada. (Humas/jn)

Leave a Reply

Works with AZEXO page builder