Back to Top

Center of Excellences

Pendaftaran Ulang Calon Mahasiswa Jalur UM-PTKIN Tahun 2017 Mulai tanggal 20 Juni sampai 20 Juli 2017
 
 
 
Kolom Rektor

Kolom Rektor

Catatan lepas oleh Rektor IAIN Palopo Bapak Dr. Abdul Pirol, M.Ag

Perasaan sebagai anak negeri tumbuh seiring perkembangan usia. Betapapun, tidak dapat disangkali akan bersemai rasa cinta kepada bumi pertiwi tempat lahir dan bertumbuhnya seseorang. Lahir dan tumbuh dengan segala suka duka disertai pengalaman interaksi hidup bermasyarakat mau tak mau menjejak kesan mendalam di hati sanubari. "Hubb al-wathan min al-iman", cinta tanah air bagian dari iman, demikian hadis Nabi Muhammad saw. Mencintai tanah air tidaklah seharusnya dipahami sebagai pengurangan terhadap nilai kemanusiaan menyeluruh. Ia patutnya dipahami sebagai konsekuensi dari nilai kebaikan hidup dan segala yang diterima dari bumi tanah tumpah darah. Selain itu, selalu ada peluang menyelaraskan kepentingan negeri sejalan dengan kepentingan kemanusiaan. Maka, penghormatan terhadap negeri akan menempatkan seseorang menjadi bagian dari penghuni bumi yang baik. Memang tantangannya dapat berupa pengaruh buruk ataupun tindakan dan semangat imperial negeri lain. Karena itu, sikap mencintai negeri sendiri mula-mula perlu dilakukan dengan membuat negeri sendiri menjadi negeri yang aman, kuat, dan sejahtera. (ODPT-Palopo, 28 September 2016).

Dua tempat berbeda karena terpisah jarak terjadi perbedaan waktu dan saat. Selisih waktu misalnya 6 jam. Misalnya lagi, tempat yang satu (katakanlah A) sudah malam, sedangkan tempat lainnya (B) masih siang. Seandainya kita bisa berjalan mundur lebih cepat atau sangat cepat, misalnya dapat disetel dalam hitungan menit, apa yang akan atau mungkin terjadi? Misalnya lagi, kita bisa berjalan mundur tidak hanya melintas satu saat: malam atau siang, tapi bisa beberapa malam atau siang, maka apa yang akan terjadi?. Saya tidak tahu persis, tapi mungkin pertanyaan seperti ini membawa pikiran manusia kepada apa yang disebut "mesin waktu". Di sini tidak bermaksud untuk mencari jawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Karena yang tak kurang pentingnya adalah betapa luasnya jagat raya ini tetapi saat yang sama juga betapa kecilnya dalam pandangan Allah swt. Alam jagat raya yang begitu luas pada saat yang sama memosisikan diri manusia yang begitu kecil. Tuhan meminta kita memikirkan agar kita menyadari keMahaAgunganNya dan kita tunduk patuh penuh bersyukur untuk segala nikmat karuniaNya. (ODPT-Palopo, 27 September 2016).

Bersikap memberi perhatian untuk suatu kepentingan, baik untuk pribadi maupun bersama sewajarnya dilaksanakan. Bahasa gaulnya "gila urusan" atau GU mungkin tidak terlalu keliru. Tentu maksudnya bukan asal mengurusi urusan orang lain, tetapi lebih pada menunjukkan sikap peduli untuk kebaikan bersama. Nabi Muhammad saw. menyatakan bahwa bukan termasuk umatku yang tidak peduli dengan urusan orang banyak. Maknanya, seorang Muslim seharusnya memberi perhatian pada kepentingan orang banyak. Setiap orang memiliki posisi tertentu dalam masyarakat dilihat dari segi kekuasaan yang dimilikinya atau peran yang diembannya. Maka, sesuai dengan itu pula ia memiliki besar atau kecil tanggung jawab. Kita masih menemukan misalnya, orang-orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan untuk perbaikan hidupnya. Kepada mereka yang tergolong lemah ini perlu diupayakan mendapat kesempatan memperbaiki kehidupannya. Sikap peduli dapat dimulai dengan berbagai cara dan tidak harus dengan pemikiran yang terlalu besar. Juga dapat dididikkan kepada kalangan generasi muda. Yang kepada mereka itu, semoga dapat bahu membahu membangun kehidupan yang lebih sejahtera. (ODPT-Palopo, 26 September 2016).

Dipercaya karena terbukti memberi layanan terbaik menjadi tujuan setiap perusahaan yang ingin maju. Bahkan setiap orang tentu ingin dipercaya atau mendapatkan kepercayaan. Pengalaman yang boleh jadi dialami, terkadang pelayanan tidak sesuai seperti yang diharapkan atau tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Perusahaan modern yang maju dan sudah menerapkan manajemen mutu pastilah akan memberi garansi untuk setiap layanannya. Manajemen layanan tampaknya tidak lagi terpaku pad kualitas layanan semata, tetapi juga mengupayakan posisi perusahaan sebagai pilihan utama bagi konsumen. Untuk menjadi terpercaya harus didahului dengan bukti-bukti yang tidak mudah. Tetapi memertahankan keterpercayaan juga bukan perkara mudah. Meskipun demikian, karena hal itu berarti keuntungan, maka setiap perusahaan seharusnya mengupayakan. Sisi lain bagi konsumen, berani membayar lebih karena adanya keterpercayaan. Hal ini juga untuk memelihara kesetiaan konsumen sehingga tidak pindah ke lain produk. (ODPT-Jkt, 25 September 2016).

I am Philipin. Seorang wanita memerkenalkan dirinya. Mungkin karena ada kesamaan ciri-ciri fisik, sehingga mencoba berkomunikasi. Dalam al-Quran dinyatakan sesungguhnya manusia diciptakan dari laki-laki dan perempuan, dan dijadikan bersuku-suku dan berbangsa supaya saling mengenal. Kita telah mengetahui asal usul manusia dari Nabi Adam as dan Hawa. Sekarang jumlah manusia penduduk bumi telah bermilyar. Tersebar ke seluruh penjuru: dari kutub utara hingga ke kutub selatan, timur ke barat, dan di kota hingga ke pelosok desa. Kita juga menemukan kesamaan ciri baik fisik, bahasa, kebiasaan, dan budaya maupun identitas tertentu lainnya. Selain itu, masing-masing bangsa juga memiliki kekhasan sendiri. Cara mudah menemukenali kesamaan asal usul adalah melalui ciri-ciri fisik. Setelah itu mungkin bahasa. Saat ini, tatkala populasi manusia semakin banyak dengan intensitas interaksi dan komunikasi yang semakin tinggi dan luas, mensyaratkan keniscayaan untuk saling mengenal dan menghormati. Namun penting untuk memelihara identitas sendiri. (ODPT-Stockholm, 24 September 2016).

"Dari dirimu sendiri", binafsika, penggalan kata yang populer dari Hadis Nabi Muhammad saw., "ibda' binafsika", "Mulailah dari dirimu sendiri". Maknanya, melakukan kebaikan hendaknya dimulai dari diri pribadi. Setelah itu, anjuran kebaikan beriringan berjalan untuk masyarakat. Menjadi logis dan berterima hal seperti ini. Bahwa penyampaian ataupun seruan kepada kebaikan diawali dengan keteladanan. Menempatkan diri pribadi individu sebagai suatu basis perlu dimaknai secara meluas mencakup makna kemandirian. Pendidikan sepatutnya berupaya membangun kemandirian generasi sehingga dapat memiliki kemampuan adaptasi dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam pendidikan dikenal istilah "Learning to be", belajar menjadi diri sendiri". Sehingga fungsi guru tidak hanya sekadar mentransfer pengetahuan. Tetapi juga membimbing peserta didik ke arah kemandirian. Selanjutnya, kita berharap pendidikan yang baik mampu menghasilkan generasi yang memiliki rasa dan sikap percaya diri. Tentu, tetap tidak melupakan keunggulan-keunggulan yang kompetitif. (ODPT, Stockholm, 23 September 2016).

Senang dan asyik mengamati lalu lintas di Kota ini. Kota yang memunyai history penting dengan Indonesia. Di sini satu dekade lebih berlalu ditandatangani perjanjian damai antara Indonesia dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Aceh kini terus berbenah dengan kekhususannya. Harapan penting semoga Aceh terus berkembang maju dan semakin sejahtera. Helsinki, di kota inilah gagasan damai itu menemukan momentum penting. Kota ini, menurut guide, "Kota yang sangat nyaman". Saya kemudian memerhatikan keadaan lalu lintas karena itu yang paling mudah diamati. Terlihat selain mobil, umumnya banyak sepeda. Motor sangat jarang, dihitung dengan jari. Sepeda digunakan sebagai trasportasi dekat. Selebihnya mereka berjalan kaki. Semua tertib: mobil, sepeda, dan pejalan kaki menaati traffic lights. Juga, pengendara mobil mengutamakan pejalan kaki. Kota tampak cukup ramai namun tertib dan bersih jauh dari kesemrawutan. Satu dua pengemis bisa dijumpai duduk dengan "celengan"nya. Benar kata guide, kota nyaman tidak berisik. Pasti ada kekurangannya. Tetapi penting belajar dari nilai dan praktik baik. (ODPT-Helsinki, 22 September 2016).

Beriringan dengan semangat modernisasi, selain kecanggihan teknikalisme kita juga bisa melihat keteraturan dan kebersihan. Setidaknya mungkin begitulah yang bisa disaksikan di beberapa negara yang sudah modern. Maka, agak perlu direnungkan kalau menganggapnya sebagai kemunafikan. Saya teringat dengan cerita seorang ulama yang berkunjung ke salah satu negara Eropa. Ulama itu berkata, "Ini bukan negara Islam, tapi saya menemukan Islam di sini. Sebaliknya di negara saya (yang Islam), saya tidak menemukannya". Keteraturan, kedisiplinan, kebersihan, dan integritas telah menjadi kebiasaan dan dididikkan di negara-negara sekular hingga menjadi budaya. Mereka menikmati itu dan pelanggaran atasnya memang tidak disanksi secara agama, tetapi secara sosial. Ini sulit dianggap sebagai kepura-puraan karena mereka telah menganggapnya sebagai "kemestian", yang dalam batas tertentu dapat dilihat sebagai serupa "agama" bagi mereka, Tidak ada salahnya menghormati nilai-nilai baik yang bersesuaian dengan ajaran Islam yang mereka praktikkan. Dan, bijaksana bagi kaum Muslim mengamalkan ajaran Islam yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan universal. (ODPT-Helsinki, 21 September 2016).

Melayani diri sendiri menjadi trend aneka layanan jasa. Di sekolah Indonesia sudah relatif lama ada layanan "kantin kejujuran". Siswa cukup membayar sendiri makanan atau minuman yang diambilnya. Juga, kita menjumpai lemari minuman yang cukup memasukkan uang sejumlah harga minuman dan akan keluar secara otomatis. Beberapa perlengkapan toilet telah menggunakan sistem sensor sehingga proses bilas berlangsung otomatis. Saya pikir, di bandara Copenhagen lebih maju lagi, misalnya dibanding bandara Cengkareng. Tiket diprint sendiri, termasuk layanan bagasi juga dilakukan sendiri. Sistem sensor otomatis dan layanan mandiri mulai merambah berbagai layanan. Hal ini akan berlangsung terus hingga menyentuh teknik yang super canggih. Kereta api dan pesawat, misalnya, sudah menggunakan sistem tanpa masinis (kereta) dan tanpa awak (pesawat). Tentu ada gagasan utama dari fenomena ini. Barangkali ada maksud efisiensi dan efektivitas atau ada maksud lainnya. Yang terpenting, kita tidak ketinggalan dan tidak menjadi korban kecanggihan. (ODPT-Helsinki, 20 September 2016).