Back to Top
 
 
 
Selasa, 29 Agustus 2017 14:22

2.020 IAIN Diproyeksikan Alih Status Menjadi UIN

PALOPO--Setelah bertransformasi dari STAIN menjadi IAIN yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin tahun 2015 lalu. Kini IAIN Palopo kembali mempersiapkan diri untuk alih status menjadi Universitas. Rencananya tahun 2.020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA, kepada Palopo Pos usai memberikan materi tentang IAIN dihadapan 1.800 Mahasiswa Baru (MABA) pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaaan (PBAK) di halaman Gedung Serba Guna IAIN Palopo, Senin, 28 Agustus 2017 kemarin.

Dikatakannya, pihaknya menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa alih status menuju Universitas atau UIN Palopo," jadi kan saat ini masih moratorium hingga tahun 2019, jadi kita target 2.020 mendatang, kita lakukan pengsulan, mudah-mudahan bisa diterima," sebutnya.

Berubah status menuju UIN. Kata dia, IAIN Palopo sangat berpeluang mengingat SDM yang ada. Hingga saat ini IAIN sudah memiliki 50-an doktor dan mereka didorong untuk menjadi profesor.
 
"Saat ini pula, tiga orang dosen kami akan lanjut studi di perguruan tinggi luar negeri, di Australia, Inggris, dan juga di Kanada, kalau tidak salah McGill University, termasuk juga penyediaan lahan hingga 25 hektar," ungkapnya.

Sementara itu memberikan semangat kepada 1.800 MABA, Pirol dirinya mengungkapkan bahwa sudah banyak alumni IAIN atau STAIN yang telah berhasil. termasuk dirinya sendiri yang diamanahkan sebagai rektor IAIN.

Dijelaskannya, biasanya dirinya bertemu dengan beberapa orang tua. Mereka bertanya jurusan yang terbaik, cocok untuk anak-anaknya. Menurutnya jurusan apapun itu, jika seseorang ahli dibidangnya maka akan dibutuhkan.

"Jadi tidak usah berpikir karena jurusan ini dan itu, yang terpenting adalah, para mahasiswa belajar dengan baik, fokus dan usahakan selesai maksimal empat tahun, persiapkan diri, punya skill, dan juga berprestasi, ahli dibidangnya, maka kalian akan dibutuhkan dimana-mana saja.

Pada penutupan PBAK juga diberikan materi Carachter Building Training (CBT). Membangun karakter mahasiswa, memiliki soft skill, dan nilai-nilai kemanusiaan juga diwarnai dengan renungan, Muhasabah mengajak para MABA untuk kembali menyelami diri, tanggung jawab sebagai anak, bakti kepada orang tua.

Tak sedikit yang menangis dan berurai air mata ketika, pemandu Muhasabah, Dr Haris Kulle, menyebut kalimat orang tua, perjuang mereka menyekolahkan anaknya, hingga mampu bisa kuliahkan sang anak di IAIN Palopo. 

Untuk diketahui acara penyambutan Mahasiswa Baru Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaaan (PBAK) IAIN diikuti 1.800 MABA berlangsung sejak 26 Agustusdan berakhir 28 Agustus kemarin dengan mengahdirkan berbagai pemateri termasuk Kapolres Palopo, AKBP Taswin, S.Ik yang membawakan orasi kebangsaan, membangun generasi muda yang berintegritas dan Cinta Tanah air.(ich)