Back to Top
 
 
 
Rabu, 09 Agustus 2017 13:16

Sekjen Kemenag : Penuhi Syarat, 2020 IAIN Layak Alih Status UIN

PALOPO--Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo berpeluang beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) jika mampu memenuhi syarat yang ditetapkan. Salah satunya 10 persen staf pengajar merupakan guru besar.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof Dr H Nur Syam, M.Si usai mengisi kuliah umum Pascasarjana IAIN, di Auditorium Phinisi Sawerigading, Jumat, 8 September 2017.

Hadir pada kegiatan tersebut Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol MA, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Guru Besar IAIN Palopo, Prof Dr HM Said Mahmud, Lc, MA, Direktur Pascasarjana IAIN, Dr Abbas Langaji, MA, Wakil Rektor II IAIN Palopo, Dr Syarif Iskandar, Wakil Rektor III IAIN, Dr Hasbi, Para Pejabat IAIN Palopo, Kepala Kemenag Se Luwu Raya dan Tator, 290-an mahasiswa pascasarjana IAIN, civitas akademika serta masyarakat umum.

Dikatakannya, IAIN Palopo berpeluang menjadi UIN jika mampu memenuhi syarat yang ada. Diantaranya mampu melengkapi administrasi yang disyaratkan, memiliki guru besar 10 persen dari jumlah dosen yang ada. Berakreditasi Institusi minimal B. Memiliki lahan minimal 20 hektar. Dan juga mahasiswanya diatas 10 ribu.

"Jika mampu memenuhi semua syarat yang ada, mempersiapkan dari sekarang. Kedepan, beberapa tahun akan datang, tahun 2020 IAIN Palopo layak menjadi UIN," ungkapnya.

Sementara itu pada ceramah kuliah umum Pascasarjana IAIN, Prof Dr H Nur Syam mengungkapkan bahwa secara umum ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, seperti perluasan akses, peningkatan mutu tata kelola serta sarana dan prasarana.

Saat ini, pihaknya merasa bersyukur dengan animo masyarakat untuk mernimba ilmu di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) yang semakin hari semakin menggembirakan. Seperti IAIN Palopo yang dulunya, peminatnya ratusan orang. Sekarang, untuk tahun 2017 ini sudah mencapai 1.700 peserta.

Meskipun demikian, akses masyarakat ke perguruan tinggi baru mencapai 27 persen, dimana PTKIN 3 persen. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat. Sekaligus menjadi masukan bagi PTKIN untuk terus bertumbuh mengajak masyarakat untuk bergabung.

"Itu juga dipengaruhi oleh kualitas para dosen. Dosen yang baik memberikan suasana perkuliahan yang baik. Yang pada gilirannya mampu memberikan pengaruh dan dampak pada kualitas mahasiswa," sebutnya. 

Sementara itu Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA mengungkapkan bahwa, Setelah bertransformasi dari STAIN menjadi IAIN yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin tahun 2015 lalu. IAIN Palopo terus melakukan pembenahan menuju alih status menjadi UIN. yang diproyeksikan tahun 2020 mendatang.

Diungkapkanya, ada beberapa hal yang dilakukan saat ini, seperti penambahan Prodi baru, perbaikan akreditasi, penambahan guru besar. Kemudian menambah sarana dan prasarana serta penambahan mahasiswa.

"Saat ini kita sudah memiliki 50-an doktor dan mereka didorong untuk menjadi profesor. Untuk lahan kita juga sudah melakukan kerjasama dengan Pemkot Palopo serta Pekab Luwu yang rencananya akan memberikan lahan seluas 25 hektar," sebutnya.

Kata dia, jika persiapan betul-betul sudah matang, pihaknya berencana proposal UIN akan didorong tahun 2018 hingga tahun 2019 mendatang," mudah-mudahan tahun 2020, cita-cita kita menjadi UIn bisa tercapai," ungkapnya.

Untuk diketahui Sekjen Kemenag dan Kepala kanwil Kemenag Makassar bersama rombongan tiba di Bandara Bua pada pukul 10.45. yang disambut civitas akademik IAIN Palopo dan juga Wali Kota Palopo, HM Judas Amir.

Selain mengisi ceramah kuliah umum IAIN Palopo di Auditorium Phinisi pada pukul 13.30. Dirinya juga memberikan arahan kepada ASN Lingkup Kemenag Luwu Raya dan Toraja di Aula Kantor Kemenag pada pukul 15.30 selanjutnya setelah magrib bertolak ke Makassar dan selanjutnya ke Jakarta.(Humas)