IAIN Palopo- Hal itu diungkapkan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr Abdul Pirol, pada pembukaan kuliah semester ganjil Pascasarjana tahun akademik 2019/2020 di Gedung E Pascasarjana, Sabtu (7/9/2019).

Pembukaan kuliah dengan rangkaian orasi ilmiah oleh Prof Dr H Muh. Said Mahmud, LC, MA, dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr H Muammar Arafat, Dekan Fakultas Syariah, Dr Mustaming, Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Dr Hasbi, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr Fauzia Zainuddin dan sejumlah mahasiswa Pascasarjana.

Dalam sambutan Direktur Pascasarjana, yang diwakili Ketua Prodi MPI, Dr Hasbi, menginformasikan jumlah mahasiswa baru Pascasarjana tahun akademik 2019/2020 sebanyak 53 orang, yang menempati tiga program studi, diantaranya PAI 15 orang, MPI 21 orang dan 17 orang Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah).

Hingga saat ini mahasiswa Pascasarjana IAIN Palopo berjumlah 258 orang, adapun dosen Pascasarjana 57 orang, dua diantaranya Professor, “sesuai kurikulum pembagian SKS Pascasarjana dibagi lima kelompok yaitu, matrikulasi 3 SKS, institusi 9 SKS, program studi 9 SKS dan keahlian 18 SKS” tambah Dr Hasbi.

Memulai sambutan Rektor, Dr Abdul Pirol, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap Pascasarjana IAIN Palopo sudah dikatakan tinggi, dan menyampaikan selamat bergabung pada mahasiswa baru Pascasarjana.

Dikataknnya, bahwa saat ini bukan lagi zamannya biasa-biasa saja namun harus pada mindset yang sudah harus luar biasa, “mindset mahasiswa pascasarjana tidak boleh biasa-biasa saja, karena mahasiswa S1 pun harus memposisikan dirinya layaknya sebagai sarjana” ucap Rektor.

Mahasiswa pascasarjana saat ini harus memiliki kemampaun bahasa, minimal mampu berbahasa Inggris atau bahasa Arab namun tidak menyampingkan kemampaun membaca Al-Qur’an.

Lanjutnya, saat ini yang perlu perhatian banyak membaca, namun dengan banyak membaca harus dimiliki. Adapun sarjana magister, kata Rektor, minimal membaca 3.000 buku, mengumpulkan literature-literatur atau kajian.

“Menjadi magister PTKIN merupakan suatu kebanggaan, karena disisni kita dapat mengintegrasikan ilmu, baik dari kajian keagamaan maupun kajian umum” tambah Rektor.

Mahasiswa magister miliki 3 hal, yaitu Sugesti, apa yang terlihat mustahil namun mensugestikan diri semua terlihat mudah, Asosiasi yaitu mencari suatu tokoh yang bisa mengapresiasi diri untuk bisa memiliki kemampuan-kemampuan mereka.

“Ketiga, Imajinasi yaitu banyak berimajinasi dengan masa depan sehingga dapat menjadi panduan kedepan” tutup Rektor sembari membuka acara, dilanjutkan orasi ilmiah oleh Guru Besar IAIN Palopo, Prof Dr H M Said Mahmud, LC, MA, dengan tema “Lestarikan Keuanggulan, Tingkatkan Prestasi” (Humas/jn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *