IAIN Palopo- Aparatur Sipil Negara (ASN) rutin lakukan upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) ditiap tanggal 17, Civitas Akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) bertempat di Plataran Gedung FEBI, Rabu (17/7/2019)

Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik, Dr. H. Muammar Arafat selaku pembina upacara pada kesempatan ini, menyampaikan amantnya, bahwa selaku aparatur Negara harus memiliki komitmen terhadap tiga hal, pertama, komitmen yang tinggi terhadap wawasan kebangsaan yaitu dengan konsisten mengikuti upacara HKN.

Kedua, berkomitmen yang tinggi terhadap wawasan keislaman dalam bingkai moderasi beragama dan yang ketiga, menjunjung tinggi profesionalis sebagaimana korps pegawai RI.

Ia juga menyampaikan informasi kemajuan IAIN Palopo yang telah memiliki modal akademik yang signifikan “salah satu contoh dosen terbaik kita bapak Warek II Dr. Ahmad Syarif Iskandar yang beberapa hari lalu ditetapkan sebagai asesor di bidang keagamaan oleh BAN-PT”.

Kata Warek I, IAIN Palopo kini menduduki peringkat ke lima nasional publikasi bereputasi scopus dengan 1571 sitasi dengan 80 hak kekayaan intelektual yang kita miliki,
Ditambahnya, bahwa mahasiswa IAIN palopo kini memiliki Haki (Hak Intelektual) dari 58 PTKI Se-Indonesia yang belum semuanya memiliki repository.

“Mari kita bangun kesadaran kolektif untuk senantiasa memajukan institusi ini, siapa lagi yang memajukan institusi kita kalau bukan kita sendiri, kita optimis peringkat 5 IAIN Palopo sebagai IAIN publikasi scopus bisa mencapai peringkat ketiga” tambahnya.

Ia menyampaikan data mahasiswa berdasarkan data EMIS 2019 jumlah mahasiswa IAIN Palopo 7246, jika tahun ini menerima mahasiswa baru 2120 sesui patokan awal, maka jumlah 9366 mahasiswa IAIN Palopo tahun ini, akan mendekati 10.000.

Dengan data tersebut dan kemajuan akademik tentu kita patut percaya diri dengan ikhtiar mentrasformasikan IAIN menuju UIN.

Sebelum menutup amanatnya, Warek I kembali mengingatkan lima buadaya kerja Kemenag RI yaitu, integritas yang patut ada pada masing-masing ASN.

Kedua profesionalisme, kami percaya teman-teman memiliki keahlian dibidangnya, ketiga Inovasi, mari kita bekerja senantiasa meningkatkan inovasi di unit kerja masing-masing, keempat tanggung jawab, yaitu bertanggung jawab pada setiap unit kerja yang ada dan yang kelima adalah keteladanan, bagaimana senantiasa berikan keteladanan.

“Salah satu contoh guru besar kita Prof. Dr. H. M. Said Mahmud, dalamkedaan kurang sehat dan hujan beliau tetap hadir pada uapacara kali ini” pungkas Warek I. (Humas/Jn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *