Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo mewisuda 444 sarjana dan pascasarjana pada rapat senat terbuka IAIN di Auditorium Phinisi Sawerigading IAIN Palopo, Sabtu 30 Juni 2018.

Adapun acara wisuda menghadirkan Dekan FTIK UIN Jakarta, Prof Dr H Ahmad Thib Raya, M.A dengan membawakan Orasi Ilmiah yang bertemakan “Perguruan tinggi dan Pengembangan Karakter Berkearifan lokal.”

Dekan FTIK UIN Jakarta, Prof Dr H Ahmad Thib Raya, M.A dalam orasinya menyebutkan bahwa adapun manusia yang berkarakter merupakan seseorang yang bermental kuat. Hal tersebut tentunya melewati berbagai proses, dan tahan ujian sehingga memiliki mental yang baik.

“Nah salah satunya adalah para sarjana ini, bagaimana melewati segala ujian sehingga mampu menjadi sarjana, dan karakter itu dapat berkembang menjadi lebih baik dengan beberapa tempaan,” sebutnya.

Dikatakannya, pihaknya merasa bangga bisa hadir dihadapan civitas akademika, wisudawan, orang tua wisudawan serta tamu undangan. Dirinya berharap IAIN yang bertransformasi dari STAIN Palopo terus berkembang lebih baik lagi. Bahkan dirinya mendoakan IAIN secepatnya beralih status menjadi Universitas Islam Negeri.

“Saya doakan IAIN Menjadi Universitas Islam Negeri, bahkan tidak hanya berdoa, juga akan bantu di Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya akan kelulusan 444 alumni. Dikatakannya, secara kelembagaan IAIN Palopo merupakan transformasi atau alih status dari STAIN Palopo yang pada awal pendiriannya merupakan fakultas cabang dari IAIN Alauddin, sekarang UIN Alauddin Makassar. Di samping itu, untuk senantiasa menjadi ingatan bahwa apa yang dapat diupayakan dan capai pada hari ini, tidak terlepas dari jasa-jasa para pendahulu dan pemimpin STAIN/IAIN Palopo terdahulu.

Dikatakannya, IAIN Palopo memiliki visi “Terkemuka dalam integrasi keilmuan berciri kearifan lokal”. Dalam visi ini terkandung harapan yang sangat relevan dengan jati diri sebagai manusia Indonesia. Kenyataannya, orang Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Sehingga orang Indonesia seharusnya dapat mengintegrasikan elemen-elemen tersebut menjadi jati diri khas Indonesia sekarang ini. Dengan begitu, seharusnya orang Indonesia sangat sadar bahwa kesukuan, agama yang dianut, dan profesinya menyatu menjadi jati dirinya. Jelasnya, terintegrasi keislaman, keilmuan atau peradaban, dan keindonesiaan dalam satu nafas yang harmoni sebagai jati diri manusia Indonesia.

Diungkapkan Pirol, IAIN Palopo bertransformasi menjadi institut dari sekolah tinggi digelar pada tahun 2014 lalu. Hal tersebut berdasarkan Perpres nomor 141 tahun 2014. Mengikuti perubahan kelembagaan tersebut, pihkanya melakukan sejumlah program, yakni mengintegrasikan kepesantrenan dalam tradisi akademik kampus. Dimana Para mahasiswa melalui Ma’had al-Jami’ah atau Pesantren Kampus yang memperoleh pelajaran kepesantrenan, seperti penguatan Metode Baca Tulis al-Quran dan Bahasa Arab serta ilmu-ilmu keislaman dasar lainnya.

“Khusus, bagi mahasiswa tahun kemarin, 2016/2017, pada semester I dan II, mereka bahkan diinapkan per-angkatan, selama 3 hari di asrama untuk mendapatkan bimbingan intensif beribadah dan pengembangan karakter. Bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman luar negeri, terdapat program KKN internasional melalui kerjasama dengan IAIN Pontianak dan Lembaga di Serawak-Malaysia,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Pirol, untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas dosen, jumlah dosen ditingkatkan melalui penerimaan dosen tetap PNS dan Bukan PNS. Untuk peningkatan kualitas, pihaknya memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar, untuk kegiatan penelitian serta presentasi dan publikasi ilmiah nasional-internasional. Mereka ini didorong untuk studi lanjut S3 dalam dan luar negeri. Tahun 2018 ini ada enam orang yang lanjut studi S3 di LN, seperti Inggris, Canada, New Zealand dan Australia.

Untuk diketahui IAIN Palopo mewisuda sejumlah 444 alumni, yakni 427 sarjana yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah (Fasya), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUAD), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta 17 orang lainnya merupakan Program Pascasarjana. Sementara itu, lulusan terbaik progam sarjana diraih oleh Erwin Jafar asal Prodi Perbankan Syariah FEBI dengan IPK 3,95 dan untuk pascasarjan atas nama Amril, Prodi Hukum Islam, dengan IPK 3,79.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Rektor I IAIN Palopo, Dr Rustan, M.Hum, Wakil Rektor II IAIN Palopo, Dr Ahmad Syarif Iskandar, MM, Wakil Rektor III IAIN, Dr Hasbi, MA, Direktur Pascasarjana, Dr Abbas Langaji, MA, Guru Besar IAIN, Prof Hamzah Kamma, M.Hi, para dekan, civitas akademika, orang tua wisudawan serta tamu undangan.(ich)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *